Syallom...
Weblog Faomasi Zoaya ini memuat perjalanan iman bersama Tuhan Yesus. Ingat selalu akan kasih pengorbananNya di atas kayu salib, biarlah hidup kita menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan pada Allah Bapa. Kiranya dapat Menjadi Berkat, menguatkan iman dan menjadi kemuliaan bagi Allah Bapa di sorga. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
ku bawa hidupku skarang
ke tempat kudus-Mu Tuhan
di mesbah-Mu kuserahkan seluruh hidupku
penuhi hatiku s'karang
dengan urapan yang baru
agar aku lebih lagi mendengar suara-Mu
jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
agar semua suku bangsa
sujud menyembah-Mu
jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu
agar semua suku bangsa
datang menyembah-Mu
Kudatang ya Bapa dalam kerinduan
Memandang keindahanMu
Kuberikan sgalanya, semuanya yang ada
Kuingin menyenangkan hatiMu Oh Tuhan
Jadikan aku indah
Yang Kau pandang mulia
Seturut karyaMu didalam hidupku
Ajarku berharap hanya kepadaMu
Taat dan setia kepadaMu Tuhan
Malas merupakan suatu kata sifat yang unik. Dalam arti: kata “malas” bisa dipasangkan dengan semua jenis kerja.
Contoh: Malas bekerja, malas menulis, malas bangun pagi, malas membaca dst…
Coba bedakan dengan kata sifat yang lain “jelek” -à tidak bisa dipasangkan dengan semua kata kerja.
Hal
itu, memberi gambaran bahwa: kata “malas” telah merasuk ke semua aspek
kehidupan. Karena, kata “malas” ini berkonotasi negative, aspek
kehidupan yang sudah terkontaminasi kata “malas” ini bisa dipastikan
juga akan negative.
Buku kamus merumuskan malas sebagai “tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu; segan.”
Sedikit me-review renungan minggu yang lalu, yaitu tentang “The Spirit of Bushido” yaitu:
Gi
= Keputusan yang benar, yang diambil dari sikap yang benar, berdasarkan kebenaran
Yu
= Berani dan bersikap ksatria
Jim
= Murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama
7
(tujuh) prinsip tersebut, kalau sudah kerasukan kata “malas” dijamin
tidak akan jalan. Dalam segala aktivitas apapun, agar kita memperoleh
hasil optimal maka pertama-tama yang harus disingkirkan adalah:
M.A.L.A.S. Benar gak teman-teman?
Tidak ada satu pun orang yang tidak menarik dan tidak sukses! Yang ada hanya orang yang tidak mengembangkan diri secara maksimal (John Robert Powers).
Ada beberapa wujud kemalasan dalam kehidupan manusia:
Pertama,
malas mengurus diri sendiri; seseorang yang tidak memiliki keinginan
untuk serius dengan dirinya sendiri. Dia malas untuk belajar atau
bekerja, dia malas untuk menjaga apa yang dia makan dan minum, dia
malas untuk menjaga kesehatan dirinya, dsb.
Kedua,
malas rohani; seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk
memperhatikan dan giat dalam kehidupan rohaninya. Padahal, dia
menyadari bahwa melakukan hal-hal rohani itu adalah baik, misalnya:
beribadah ke gereja, setia berdoa dan membaca Alkitab.
Apa kata Alkitab tentang malas?
a. “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” Amsal 6:6
Malas
menjadikan manusia “seperti tidak bernilai” bahkan kalah dengan semut.
Ketika melihat orang-orang yang malas, Amsal meminta kita belajar dari
semut. Mengapa Amsal melakukan ini? Supaya orang malas malu dan kembali
rajin. Semut yang kecil begitu rajin padahal tidak ada yang menyuruh,
sedangkan manusia-yang diciptakan segambar dengan Allah, malah
malas-malasan.
Melihat
ini, masakan kita tidak malu dan terus memelihara kemalasan kita?
Hendaknya kita memperhatikan Firman Tuhan ini dan menggunakan setiap
kemampuan dan kesempatan yang Dia berikan dengan benar.
b. “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” Amsal 18:9
Kemalasan
adalah unsur perusak dalam hidup sehari-hari. Karena kemalasan banyak
jiwa yang telah hilang, kota-kota diamuk api, banyak rumah tangga jadi
retak. Kemalasan telah menghambat gelandangan untuk mempunyai hidup
yang lebih terhormat, dan menghambat pencuri-pencuri untuk jujur.
c. “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.” Amsal 19:15
d. “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” Amsal 21:25
Malas berbahaya karena à
Malas dapat ‘membunuh’ diri kita sendiri (Ams. 21:25). Kemalasan
menimbulkan kerugian bagi diri sendiri. Kemalasan dapat juga mematikan/
mengerdilkan kemampuan dan potensi yang sebenarnya ada dalam diri kita.
Hidup kitapun menjadi tidak berguna. Kemalasan rohani juga akan
mengakibatkan kita tidak lagi dekat dengan Tuhan.
e. “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Efesus 5:14
Kemalasan menyebabkan cara hidup negatif, yaitu hidup yang terhenti dan tidak efektif yang kesemuanya itu Rohani kita menjadi gersang. Kemalasan rohani bukan saja dosa terhadap Allah, tapi juga dosa terhadap diri sendiri.
Kemalasan rohani apa yang menjangkiti kita saat ini? Ketika kita dijangkiti kemalasan, maka kita harus segera memperbaiki diri.
4 (Empat) Spiritual Check Up sehubungan dengan Kemalasan Rohani, adalah sebagai berikut:
Hajaran dari Tuhan adalah fakta yang sering diabaikan dalam hidup
orang-orang percaya. Kita sering mengeluh mengenai keadaan kita tanpa
menyadari bahwa itu adalah konsekwensi dari dosa kita sendiri, dan
adalah bagian dari hajaran yang penuh kasih dan kemurahan dari Allah
untuk dosa itu. Ketidakpedulian yang berpusat pada diri sendiri ini
dapat mengakibatkan terbentuknya kebiasaan berdosa dalam kehidupan
orang percaya yang bahkan akan membutuhkan hajaran yang lebih berat.
Hajaran tidak boleh disamakan dengan hukuman yang tanpa perasaan.
Hajaran Allah adalah respon kasih-Nya kepada kita, dan kerinduan-Nya
agar kita semua suci. “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan
TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN
memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada
anak yang disayangi” (Amsal 3:11-12). Allah menggunakan ujian,
pencobaan, dan berbagai kesulitan untuk mempertobatkan kita kembali
kepada-Nya. Hasil dari hajaran ini adalah iman yang lebih kokoh dan
hubungan yang diperbaharui dengan Allah (Yakobus 1:2-4), termasuk
hancurnya cengkeraman dosa itu dalam hidup Anda.
Tuhan Maha Tahu dan juga
adalah Maha Pemberi. Pemberian-Nya adalah jauh lebih indah dan berkesan bahkan
lebih berharga dari apa yang pernah kita bayangkan atau harapkan sebelumnya.
Aku ingin sekali menceritakan kesaksian hidupku yang begitu sangat aku hargai
yang telah Tuhan berikan kepadaku.
Dulu orangtua (ayah dari ayahku) adalah keturunan BALUGU yang berada. Tapi,
karena tidak bisa diteruskan dengan baik, maka harta dan warisan yang
ditinggalkan akhirnya habis dan tinggallah sisa dari semua itu yang kini kami
keturunan mereka yang sekarang terus dipertahankan.
Ayahku pun menikah dan dengan utang di tanah (Jujuran Gede). Tapi, karena kasih
Tuhan, semua utang bisa terlunasi seiring dengan lahirnya kami, tiga bersaudara
(Cewek-Cowok-Cowok). Tapi, ujian berat datang saat kami masih sedang beranjak
besar masuk sekolah. Almarhum ayahku tidak lagi mau bekerja dan bahkan
menghabiskan waktu di kedai tuak.
Kejadian ini memang tak jarang didapatkan di Nias, bahkan sampai sekarang masih
ada kedapatan ayah-ayah yang begitu.
Begitu sangat menderita keluarga terlebih Ibulah yang menanggung semua. Tapi,
adalah masih beruntung anak-anak yang memiliki ibu yang baik, bijak, beriman
dan punya semangat kerja buat anak-anaknya. Tapi, kalo ternyata tidak. Maka,
bisa saya katakan itulah yang paling parah. Dan itu ada dan sering terjadi.
Syukur sekarang sudah berkurang. Ibu yang mengambil keputusan untuk bunuh diri
dengan berbagai cara dulu sering terjadi. Ibu yang tidak menerima perlakuan
suami dan tidak sabar mengahadapi ujian yang tak pernah ia harapkan dan dia
duga sama sekali sebelum berkeluarga mengakhirinya sendiri dengan kejam.
-->Dalam perjalanan bisnis, naik atau turunnya
volume usaha adalah sesuatu yang biasa. Akan luar biasa kalau bisnis tersebut
naik terus terus dan mengherankan jika turun terus. Namun kita asumsikan saja
pada fenomena umum bahwa bisnis kadang naik dan kadang turun. Persoalannya
kemudian adalah jangan sampai ketika bisnis Anda turun, lalu Anda tidak mampu
mengantisipasinya. Lalu hal apa saja yang membuat bisnis kita bertahan:
1.Anda harus punya visi yang jelas soal bisnis. Visi adalah
sesuatu yang membuat Anda tahu mau ke mana Anda pergi. Visi adalah penuntun
hidup perusahaan. Visi yang mengarahkan tindakan Anda. Jadi jika Anda mempunyai
visi yang clear, maka akan mudah dalam mencapainya.
2.Buatlah varian produk. Biasanya jika produk hanya satu
saja, maka kemungkinan gagalnya akan sangat besar. Namun varian produk tersebut
jangan terlalu jauh dari produk inti dan segmen. Misalkan Anda punya bisnis
kursus bahasa inggris, maka buatlah paket untuk segmen orang dewasa anak-anak,
karyawan. Atau dapat juga Anda buat produk Toefl, atau bahasa Inggris untuk
trainer dan lain sebagainya. Yang jelas masih dalam area produk Anda yaitu
bahasa inggris.
Memelihara momentum berarti melihat ke depan apa yang akan
terjadi seperti fokus pada saat ini. Peramalan dan perencanaan sangat penting
untuk kelanjutan sukses Anda. Strategi berpikir membutuhkan Anda untuk
memimpikan apa yang Anda ingin hadapi ke depan dalam bisnis, kemudian bekerja
ke belakang dengan memfokuskan pada cerita bagaimana Anda akan dapat mencapai
visi Anda.
Sebagaimana
Anda mengembangkan visi yang strategis bagi bisnis, ada lima kriteria berbesar yang seharusnya
menjadi fokus. Lima
kriteria ini akan membantu Anda mendefinisikan apa yang ideal bagi bisnis Anda
ke depan. Sebagai tambahan, kelima kriteria tersebut akan men-set dan
mengembangkan langkah-langkah penting untuk membuat visi bisnis Anda menjadi
nyata.
Berikut
ini adalah daftar lima
kriteria proses berpikir strategis:
1.
Organisasi. Organisasi bisnis Anda melibatkan orang-orang yang
akan bekerja untuk Anda, struktur organisasi bisnis Anda, dan sumber daya
penting untuk membuat semuanya bekerja. Akan seperti apa organisasi Anda?
Struktur organisasi akan bertipe apa untuk mendukung visi Anda? Bagaimana Anda
akan menggabungkan orang-orang, sumber daya dan struktur bersama-sama mencapai
hasil ideal?
2.
Observasi. Ketika Anda melihat ke bawah bumi dari sebuah
pesawat, Anda dapat melihat lebih banyak ketimbang ketika berada di darat.
Berpikir strategis banyak kesamaan dengan hal tersebut, mengijinkan Anda untuk
melihat sesuatu dari yang lebih tinggi. Dengan meningkatkan kekuatan observasi,
Anda akan memulai menjadi lebih sadar apa yang dapat memotivasi orang-orang,
bagaimana memecahkan masalah secara lebih efektif, dan bagaimana membedakan
diantara alternatif pilihan.