YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Rabu, 30 Mei 2012

Lirik: Jadikan-ku Rumah Doa-Mu

Ciptaan: Ir. Niko N. & Ir. Djohan H. 
 
ku bawa hidupku skarang  
ke tempat kudus-Mu Tuhan  
di mesbah-Mu kuserahkan seluruh hidupku  

penuhi hatiku s'karang  
dengan urapan yang baru  
agar aku lebih lagi mendengar suara-Mu

jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu  
agar semua suku bangsa  
sujud menyembah-Mu  

jadikan aku Tuhan rumah doa-Mu  
agar semua suku bangsa
datang menyembah-Mu

Lirik: Jadikan aku indah

Ciptaan: Joseph Setiawan 
Dipopulerkan oleh: GMB


Kudatang ya Bapa dalam kerinduan

Memandang keindahanMu

Kuberikan sgalanya, semuanya yang ada

Kuingin menyenangkan hatiMu Oh Tuhan



Jadikan aku indah

Yang Kau pandang mulia

Seturut karyaMu didalam hidupku

Ajarku berharap hanya kepadaMu

Taat dan setia kepadaMu Tuhan

Jumat, 25 Mei 2012

Apa Kata Alkitab tentang "M A L A S"?

Malas merupakan suatu kata sifat yang unik. Dalam arti: kata “malas” bisa dipasangkan dengan semua jenis kerja.
Contoh: Malas bekerja, malas menulis, malas bangun pagi, malas membaca dst…
Coba bedakan dengan kata sifat yang lain “jelek” -à tidak bisa dipasangkan dengan semua kata kerja.
Hal itu, memberi gambaran bahwa: kata “malas” telah merasuk ke semua aspek kehidupan. Karena, kata “malas” ini berkonotasi negative, aspek kehidupan yang sudah terkontaminasi kata “malas” ini bisa dipastikan juga akan negative.
Buku kamus merumuskan malas sebagai “tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu; segan.”
Sedikit me-review renungan minggu yang lalu, yaitu tentang “The Spirit of Bushido” yaitu:
  1. Gi
= Keputusan yang benar, yang diambil dari sikap yang benar, berdasarkan kebenaran
  1. Yu
= Berani dan bersikap ksatria
  1. Jim
= Murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama
  1. Re
= Bersikap santun dan bertindak benar
  1. Makoto
= Bersikap tulus, setulus-tulusnya. Bersikap sungguh, sesungguh-sungguhnya
  1. Melio
= Menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan
  1. Chugo
= Mengabdi dan loyal

7 (tujuh) prinsip tersebut, kalau sudah kerasukan kata “malas” dijamin tidak akan jalan. Dalam segala aktivitas apapun, agar kita memperoleh hasil optimal maka pertama-tama yang harus disingkirkan adalah: M.A.L.A.S. Benar gak teman-teman?
Tidak ada satu pun orang yang tidak menarik dan tidak sukses! Yang ada hanya orang yang tidak mengembangkan diri secara maksimal (John Robert Powers).
Ada beberapa wujud kemalasan dalam kehidupan manusia:
Pertama, malas mengurus diri sendiri; seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk serius dengan dirinya sendiri. Dia malas untuk belajar atau bekerja, dia malas untuk menjaga apa yang dia makan dan minum, dia malas untuk menjaga kesehatan dirinya, dsb.
Kedua, malas rohani; seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk memperhatikan dan giat dalam kehidupan rohaninya. Padahal, dia menyadari bahwa melakukan hal-hal rohani itu adalah baik, misalnya: beribadah ke gereja, setia berdoa dan membaca Alkitab.

Apa kata Alkitab tentang malas?
a. “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” Amsal 6:6
Malas menjadikan manusia “seperti tidak bernilai” bahkan kalah dengan semut. Ketika melihat orang-orang yang malas, Amsal meminta kita belajar dari semut. Mengapa Amsal melakukan ini? Supaya orang malas malu dan kembali rajin. Semut yang kecil begitu rajin padahal tidak ada yang menyuruh, sedangkan manusia-yang diciptakan segambar dengan Allah, malah malas-malasan.
Melihat ini, masakan kita tidak malu dan terus memelihara kemalasan kita? Hendaknya kita memperhatikan Firman Tuhan ini dan menggunakan setiap kemampuan dan kesempatan yang Dia berikan dengan benar.
b. “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” Amsal 18:9
Kemalasan adalah unsur perusak dalam hidup sehari-hari. Karena kemalasan banyak jiwa yang telah hilang, kota-kota diamuk api, banyak rumah tangga jadi retak. Kemalasan telah menghambat gelandangan untuk mempunyai hidup yang lebih terhormat, dan menghambat pencuri-pencuri untuk jujur.
c. “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.” Amsal 19:15
d. “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” Amsal 21:25
Malas berbahaya karena à Malas dapat ‘membunuh’ diri kita sendiri (Ams. 21:25). Kemalasan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri. Kemalasan dapat juga mematikan/ mengerdilkan kemampuan dan potensi yang sebenarnya ada dalam diri kita. Hidup kitapun menjadi tidak berguna. Kemalasan rohani juga akan mengakibatkan kita tidak lagi dekat dengan Tuhan.

e. “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Efesus 5:14

Kemalasan menyebabkan cara hidup negatif, yaitu hidup yang terhenti dan tidak efektif yang kesemuanya itu Rohani kita menjadi gersang. Kemalasan rohani bukan saja dosa terhadap Allah, tapi juga dosa terhadap diri sendiri.
Kemalasan rohani apa yang menjangkiti kita saat ini? Ketika kita dijangkiti kemalasan, maka kita harus segera memperbaiki diri.

4 (Empat) Spiritual Check Up sehubungan dengan Kemalasan Rohani, adalah sebagai berikut:

Apa Kata Alkitab tentang "HAJARAN ALLAH"?

Hajaran dari Tuhan adalah fakta yang sering diabaikan dalam hidup orang-orang percaya. Kita sering mengeluh mengenai keadaan kita tanpa menyadari bahwa itu adalah konsekwensi dari dosa kita sendiri, dan adalah bagian dari hajaran yang penuh kasih dan kemurahan dari Allah untuk dosa itu. Ketidakpedulian yang berpusat pada diri sendiri ini dapat mengakibatkan terbentuknya kebiasaan berdosa dalam kehidupan orang percaya yang bahkan akan membutuhkan hajaran yang lebih berat.

Hajaran tidak boleh disamakan dengan hukuman yang tanpa perasaan. Hajaran Allah adalah respon kasih-Nya kepada kita, dan kerinduan-Nya agar kita semua suci. “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi” (Amsal 3:11-12). Allah menggunakan ujian, pencobaan, dan berbagai kesulitan untuk mempertobatkan kita kembali kepada-Nya. Hasil dari hajaran ini adalah iman yang lebih kokoh dan hubungan yang diperbaharui dengan Allah (Yakobus 1:2-4), termasuk hancurnya cengkeraman dosa itu dalam hidup Anda.

Kesaksian: INDAH PADA WAKTUNYA (oleh: Juliman Zebua)

--> --> -->
Tuhan Maha Tahu dan juga adalah Maha Pemberi. Pemberian-Nya adalah jauh lebih indah dan berkesan bahkan lebih berharga dari apa yang pernah kita bayangkan atau harapkan sebelumnya.

Aku ingin sekali menceritakan kesaksian hidupku yang begitu sangat aku hargai yang telah Tuhan berikan kepadaku.
Dulu orangtua (ayah dari ayahku) adalah keturunan BALUGU yang berada. Tapi, karena tidak bisa diteruskan dengan baik, maka harta dan warisan yang ditinggalkan akhirnya habis dan tinggallah sisa dari semua itu yang kini kami keturunan mereka yang sekarang terus dipertahankan. 
Ayahku pun menikah dan dengan utang di tanah (Jujuran Gede). Tapi, karena kasih Tuhan, semua utang bisa terlunasi seiring dengan lahirnya kami, tiga bersaudara (Cewek-Cowok-Cowok). Tapi, ujian berat datang saat kami masih sedang beranjak besar masuk sekolah. Almarhum ayahku tidak lagi mau bekerja dan bahkan menghabiskan waktu di kedai tuak. 
Kejadian ini memang tak jarang didapatkan di Nias, bahkan sampai sekarang masih ada kedapatan ayah-ayah yang begitu.
Begitu sangat menderita keluarga terlebih Ibulah yang menanggung semua. Tapi, adalah masih beruntung anak-anak yang memiliki ibu yang baik, bijak, beriman dan punya semangat kerja buat anak-anaknya. Tapi, kalo ternyata tidak. Maka, bisa saya katakan itulah yang paling parah. Dan itu ada dan sering terjadi. Syukur sekarang sudah berkurang. Ibu yang mengambil keputusan untuk bunuh diri dengan berbagai cara dulu sering terjadi. Ibu yang tidak menerima perlakuan suami dan tidak sabar mengahadapi ujian yang tak pernah ia harapkan dan dia duga sama sekali sebelum berkeluarga mengakhirinya sendiri dengan kejam.

Evaluasi Usaha

-->Dalam perjalanan bisnis, naik atau turunnya volume usaha adalah sesuatu yang biasa. Akan luar biasa kalau bisnis tersebut naik terus terus dan mengherankan jika turun terus. Namun kita asumsikan saja pada fenomena umum bahwa bisnis kadang naik dan kadang turun. Persoalannya kemudian adalah jangan sampai ketika bisnis Anda turun, lalu Anda tidak mampu mengantisipasinya. Lalu hal apa saja yang membuat bisnis kita bertahan:
 
1.    Anda harus punya visi yang jelas soal bisnis. Visi adalah sesuatu yang membuat Anda tahu mau ke mana Anda pergi. Visi adalah penuntun hidup perusahaan. Visi yang mengarahkan tindakan Anda. Jadi jika Anda mempunyai visi yang clear, maka akan mudah dalam mencapainya.
 
2.    Buatlah varian produk. Biasanya jika produk hanya satu saja, maka kemungkinan gagalnya akan sangat besar. Namun varian produk tersebut jangan terlalu jauh dari produk inti dan segmen. Misalkan Anda punya bisnis kursus bahasa inggris, maka buatlah paket untuk segmen orang dewasa anak-anak, karyawan. Atau dapat juga Anda buat produk Toefl, atau bahasa Inggris untuk trainer dan lain sebagainya. Yang jelas masih dalam area produk Anda yaitu bahasa inggris.
 

Berpikir Strategis dalam Meramalkan Pertumbuhan Bisnis

-->
Memelihara momentum berarti melihat ke depan apa yang akan terjadi seperti fokus pada saat ini. Peramalan dan perencanaan sangat penting untuk kelanjutan sukses Anda. Strategi berpikir membutuhkan Anda untuk memimpikan apa yang Anda ingin hadapi ke depan dalam bisnis, kemudian bekerja ke belakang dengan memfokuskan pada cerita bagaimana Anda akan dapat mencapai visi Anda.
 

Sebagaimana Anda mengembangkan visi yang strategis bagi bisnis, ada lima kriteria berbesar yang seharusnya menjadi fokus. Lima kriteria ini akan membantu Anda mendefinisikan apa yang ideal bagi bisnis Anda ke depan. Sebagai tambahan, kelima kriteria tersebut akan men-set dan mengembangkan langkah-langkah penting untuk membuat visi bisnis Anda menjadi nyata.


Berikut ini adalah daftar lima kriteria proses berpikir strategis:


1. Organisasi. Organisasi bisnis Anda melibatkan orang-orang yang akan bekerja untuk Anda, struktur organisasi bisnis Anda, dan sumber daya penting untuk membuat semuanya bekerja. Akan seperti apa organisasi Anda? Struktur organisasi akan bertipe apa untuk mendukung visi Anda? Bagaimana Anda akan menggabungkan orang-orang, sumber daya dan struktur bersama-sama mencapai hasil ideal?


2. Observasi. Ketika Anda melihat ke bawah bumi dari sebuah pesawat, Anda dapat melihat lebih banyak ketimbang ketika berada di darat. Berpikir strategis banyak kesamaan dengan hal tersebut, mengijinkan Anda untuk melihat sesuatu dari yang lebih tinggi. Dengan meningkatkan kekuatan observasi, Anda akan memulai menjadi lebih sadar apa yang dapat memotivasi orang-orang, bagaimana memecahkan masalah secara lebih efektif, dan bagaimana membedakan diantara alternatif pilihan.