YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Minggu, 29 Desember 2013

LIPUTAN PERAYAAN NATAL 2013 BNKP JP BANDUNG TIMUR (Bagian 3)

Oleh : Eben Ezer Lase (Ama Evan Lase)

Minggu, 22 Desember 2013
Pukul 17.30 Wib – Selesai
Gdg Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)
Jln. Ciliwung No.20 – Bandung
Thema : “DATANGLAH YA RAJA DAMAI”   
(Yesaya 9 : 5)

Setelah Acara Kebaktian dan Perayaan Natal 2013 dilaksanakan, suasana gembira tetap dilanjutkan oleh Para Panitia Natal dan jemaat BNKP JP Bandung Timur dengan melaksanakan foto bersama. Berikut ini beberapa moment spesial yang diabadikan oleh peliput dan fotografer.




LIPUTAN PERAYAAN NATAL 2013 BNKP JP BANDUNG TIMUR (Bagian 2)

Oleh : Eben Ezer Lase (Ama Evan Lase)

Minggu, 22 Desember 2013
Pukul 17.30 Wib – Selesai
Gdg Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)
Jln. Ciliwung No.20 – Bandung
Thema : “DATANGLAH YA RAJA DAMAI”   
(Yesaya 9 : 5)
Seusai Acara Kebaktian Natal, langsung dilanjutkan dengan Acara Perayaan yang dipimpin oleh Bpk. Abadi Gulo (Ama Yordan Gulo). Suasana kemeriahan dan sukacita mulai terasa, jemaat dengan semangat bertepuk tangan dan bersorak memuliakan nama Tuhan.




Bahkan anak-anak Sekolah Minggu BNKP JP Bandung Timur  juga berpartisipasi memberi Pujian bagi Tuhan melalui Gerak dan Lagu yang diarahkan oleh Ibu Ina Evan Lase.
 




LIPUTAN PERAYAAN NATAL 2013 BNKP JP BANDUNG TIMUR (Bagian 1)

Oleh : Eben Ezer Lase (Ama Evan Lase)
Minggu, 22 Desember 2013
Pukul 17.30 Wib – Selesai
Gdg Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)
Jln. Ciliwung No.20 – Bandung
Thema : “DATANGLAH YA RAJA DAMAI”   
(Yesaya 9 : 5)


Acara Ibadah mulai persiapan dengan diirigi anak2 SM yang membawakan Kidung NataI. Gita, Niken dan Eldo berusaha memberi pujian yag terbaik untuk Tuhan.


Para Pelayan memasuki ruang ibadah (Pendeta, Pengkhotbah, Majelis) dengan pembawa Lilin dan Alkitab oleh Eldo Waruwu dan Gita Ariella Lase, diiringi lagu Hai Kota Mungil Betlehem dan penari Wiley dan Selly Gea.




Selanjutnya Doa Pembukaan dipimpin oleh Ibu Ina Kus Nazara, dilanjutkan dengan Laporan Ketua Panitia Natal 2013, oleh Bpk.Haogönaso Zebua (A.Risky Zebua).


Minggu, 24 November 2013

JADILAH BERKAT MELALUI JEJARING SOSIAL DI INTERNET



Pernah anda di tanya teman, “Sudah aktif pelayanan apa kamu?”
Secara umum, orang memiliki pola pikir KALAU TIDAK AKTIF DI GEREJA DAN MENJADI PENGURUS DI KOMISI, MAKA TIDAK TERLIBAT PELAYANAN. Pelayanan seringkali dilihat sebagai pelayanan yang terlihat di gereja, spt usher, kolektan, singer, pemain musik, pengurus kelompok sel, pemimpin jemaat, dsb. Padahal saat ini PELAYANAN YANG PALING EFEKTIF ADALAH DI DUNIA KERJA DAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI KITA KARENA KITA AKAN SERING BERTEMU MEREKA YANG BELUM MENGENAL TUHAN ATAU TERHILANG. Dunia pekerjaan juga bisa memuliakan dan melayani Tuhan, jadi apabila selama Anda bekerja dengan hati yang benar dan kualitas pekerjaan yang excellent untuk memuliakan Tuhan, saya yakin pekerjaan Anda juga bisa menjadi berkat.

Jangan kecewa apabila Anda belum terlibat dalam banyak pelayanan gerejawi, karena Anda dapat mulai berpartisipasi melayani dengan memanfaatkan media internet. ANDA BISA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, MISALNYA MELALUI JEJARING SOSIAL FRIENDSTER, FACEBOOK, BLOG, TWITTER & JEJARING SOIAL LAINNYA. Jika saja anak-anak Tuhan benar-benar menujukkan jati dirinya sebagai orang kristen, maka niscahya orang-orang pun akan diberkati dg apa yg kita tulis & lakukan melalui kemajuan tekhnologi informasi ini.

Jumat, 15 November 2013

Mengapa Kata “Allah” dan “TUHAN” dipakai dalam Alkitab Kita?

Pengantar





Kata “Allah” masih dipersoalkan oleh sebagian pengguna Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Persoalan ini mencuat ke permukaan, karena ada beberapa kelompok yang menolak penggunaan kata “Allah” dan ingin menghidupkan kembali penggunaan nama Yahweh atau Yahwe. Dalam teks Ibrani sebenarnya nama Yahweh atau Yahwe ditulis hanya dengan empat huruf konsonan (YOD-HE-WAW-HE, “YHWH”) tanpa huruf vokal. Tetapi, ada yang bersikeras, keempat huruf ini harus diucapkan. Terjemahan LAI dianggap telah menyimpang, bahkan menyesat­kan umat kristiani di tanah air. Apakah LAI yang dipercaya gereja-gereja untuk menerjemah­kan Alkitab telah melakukan kesalahan yang begitu mendasar? Di mana sebenarnya letak persoalannya? Penjelasan berikut bertujuan untuk memaparkan secara singkat pertimbangan-pertimbangan yang melandasi kebijakan LAI dalam persoalan ini.


Mengapa LAI menggunakan kata “Allah”?
Dalam Alkitab Terjemahan Baru (1974) yang digunakan secara luas di tanah air, baik oleh umat Katolik maupun Protestan, kata “Allah” merupakan padanan ’ELOHIM, ’ELOAH  dan ’EL dalam Alkitab Ibrani:
  • Kej 1:1 “Pada mulanya Allah (’ELOHIM) menciptakan langit dan bumi”.
  • Ul 32:17 “Mereka mempersembahkan kurban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah (’ELOAH).
  • Mzm 22:2 “Allahku (EL), Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Dari segi bahasa, tidak dapat dipungkiri, kata ’ELOHIM, ’ELOAH  dan ’EL berkaitan dengan akar kata ’L, dewa yang disembah dalam dunia Semit kuno. EL, ILU atau ILAH adalah bentuk-bentuk serumpun  yang umum digunakan untuk dewa tertinggi. Umat Israel kuno ternyata memakai istilah yang digunakan oleh bangsa-bangsa sekitarnya. Apakah hal itu berarti bahwa mereka penganut politeisme? Tentu saja, tidak! Umat Israel kuno memahami kata-kata itu secara baru. Yang mereka sembah adalah satu-satunya Pencipta langit dan bumi. Proses seperti inilah yang masih terus bergulir ketika firman Tuhan mencapai berbagai bangsa dan budaya di seluruh dunia.

Mengapa Yesus Harus Mati?



Oleh : Ebed Adonay


 
Alkitab menjelaskan Kristus Yesus, mati bagi dosa-dosa kita: "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Korintus 15:3-4). Bukti-bukti meneguhkan bahwa Yesus yang tidak berdosa mencucurkan darah dan mati di salib. Alkitab menjelaskan mengapa kematian dan kebangkitan Isa menyediakan satu-satunya jalan masuk ke Surga


Hukuman dosa adalah kematian
Allah menciptakan dunia dan manusia dengan sempurna. Namun ketika Adam dan Hawa melanggar perintah Allah, Allah harus menghukum mereka. Seorang hakim yang membebaskan pelanggar hukum bukanlah hakim yang baik. Demikian pula adalah tidak adil kalau Allah mengabaikan dosa. Mati dalam neraka adalah hukuman yang adil untuk dosa. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Perbuatan amal sekalipun tidak mampu memperbaiki segala dosa yang telah kita lakukan terhadap Allah yang suci. Dibandingkan dengan kebaikanNya, "Segala kesalehan kami seperti kain kotor" (Yesaya 64:6).
Sejak dosa Adam, setiap orang telah berdosa dan tidak taat kepada hukum Allah yang adil. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah," (Roma 3:23). Dosa bukan hanya hal-hal yang besar seperti membunuh atau menghujat, tapi juga termasuk berdusta, tamak dan mencuri. Bahkan cinta uang atau membenci musuh adalah dosa. Karena dosa setiap orang akan mengalami kematian – terpisah dari Allah untuk selamanya di dalam neraka.

Sabtu, 19 Oktober 2013

MENGAPA ORANG KRISTEN BERIBADAH PADA HARI MINGGU DAN BUKAN SABAT SABTU???



Dalam Perjanjian Lama diajarkan ritual Sabat, yaitu perhentian pada hari ketujuh (Sabtu) dari semua pekerjaan. Namun adat-istiadat Yahudi lama kelamaan tidak lagi mengerti hakekat Sabat yang memberi kelegaan/istirahat tetapi kemudian menjadikan Sabat sebagai syariat yang memberatkan umat. 

Yesus datang menjadi Tuhan atas Sabat dan untuk menggenapkan hari kelegaan/perhentian yang sebenarnya.

Sejak PL, Sabat sebagai hukum keempat (Kel. 20:11) terus dijalankan secara ketat oleh orang Yahudi, bukan sekedar sebagai peringatan tentang hari tertentu dimana seseorang mengalami istirahat/perhentian setelah seminggu bekerja, namun dalam ibadat kemudian hal ini menjadi ritual syariat yang membatasi dan membebani kehidupan manusia.

Demi Sabat orang tidak boleh berjalan jauh sekalipun itu untuk tugas mulia, dan demi Sabat seseorang tidak mungkin menolong ternaknya yang terperosok di jurang kalau jaraknya melebihi syariat Taurat yang sudah digariskan. 
Intinya, Sabat berbeda dari artinya semula sebagai hari yang membebaskan, sekarang berubah menjadi hari yang membelenggu umat.

Sejak ketika Yesus mulai melayani, Ia masih beribadah di hari Sabat (Luk. 4:16,31), tetapi bukan sepenuhnya sebagai pengikut ritual tetapi karena itu adalah hari dimana Ia bisa bertemu umat yang berkumpul di rumah ibadat. Selanjutnya pandangannya mengenai hari Sabat mulai berubah, Ia  menjelaskan bahwa Daud melanggar syariat Sabat lahiriah demi pembebasan kehidupan riil kepada para pengikutnya (Luk. 6:4-5). 
Bahkan Yesus sering menyembuhkan orang dihari Sabat dan melanggar Sabat, suatu yang dipersalahkan dalam ibadat hukum Taurat (Luk. 6:6-11;13:14). 
Dalam konteks ini Yesus berkata kepada mereka yang menentangnya:

"Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” (Mrk. 2:27-28).
Ada juga yang mensalah-tafsirkan ayat itu seakan-akan Yesus menunjukkan perintah untuk memelihara Sabat, padahal konteks ayat itu menjelaskan hal yang sebaliknya, yaitu membantah pengertian orang Farisi mengenai bagaimana memelihara Sabat!