YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Minggu, 19 Agustus 2012

Lirik: KepadaMU ku Berdoa


KepadaMu kuberdoa dan kupinta
Ulurkanlah tangan kasihMu padaku

Karna kutahu Kau selalu disisiku

Oh Tuhanku dengarkanlah doaku kepadaMu


Berikanlah dan tunjukkan kuasaMu

Tabahkanlah dan kuatkanlah imanku

Jadikanlah aku ini hamba setiaMu

Agar dapat aku hidup selalu disisiMu


Karna kutahu, kutahu pasti oh Tuhan

Apapun juga didunia ini

Tanpa kau Tuhan semuanya takkan berarti

Oh Tuhanku dengarkanlah doaku kepadaMu.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Memuji Tuhan KARENA dan bukan SUPAYA

Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, (Lukas 1:46-47)

Apakah kita memuliakan Tuhan Allah SUPAYA Dia baik dan mmberkati kita atau KARENA Dia baik dan memberkati kita? Bila kita perhatikan nyanyian pujian Maria di atas dan mazmur-mazmur yang ada dalam Alkitab, orang-orang beriman memuji TUHAN bukan supaya ….. tetapi karena…. Dengan kata lain berbeda dengan banyak agama lain, bagi kita nyanyian dan musik gereja bukanlah stimulans, perangsang, atau pemancing aktifitas Tuhan namun respons atau tanggapan kepada karyaNya. Bukan pujian kita yang membuat Tuhan memberikan atau melimpahkan berkatNya kepada kita. Yang benar: berkat dan kebaikanNya itulah yang mendorong kita memuji Tuhan. Bukan pujian kita yang membuat Tuhan nampak besar dan mulia. Namun kemuliaan dan kebesaran Tuhan itulah yang menggerakkan kita memuliakan namaNya.

Bila kita perhatikan isi syair nyanyian Maria maka alasan atau motivasi Maria memuliakan Tuhan juga bukan supaya Tuhan baik atau memperhatikan dia, tetapi justru karena Tuhan telah memperhatikan kerendahan hambaNya itu. Bukan supaya diselamatkan namun karena telah diselamatkan. Sebab itulah pujian itu sangat tulus dan murni, sebab keluar dari hati dan pengalaman yang sangat dalam berjumpa dengan kebaikan dan kebesaran Tuhan. Tak ada pamrih dalam pujian Maria. Pujiannya sungguh-sungguh pujian. Itulah juga seyogianya yang menjadi motivasi pemujian kita pada hari-hari raya Natal ini. Allah telah mengutus PutraNya membebaskan dan memulihkan hidup kita. Allah telah hadir dan tinggal di antara kita. Allah telah memberikan RohNya. Allah telah menunjukkan kebesaran kasihNya. Sebab itu tidak bisa tidak kita pun terdorong untuk memuji dan memuliakan namaNya.

Rabu, 08 Agustus 2012

Bagaimana Gereja Anda Dapat Menginjili?

Para pemimpin telah sering menekankan pertobatan, namun kunci penginjilan saat ini adalah pra pertobatan.
Saya bertanya kepada salah seorang wanita yang akan segera dibaptis, "Sudah berapa lamakah Anda berbakti di gereja ini?" "Dua tahun." "Kapan Anda bertemu Tuhan Yesus secara pribadi?" "Dua minggu yang lalu."
Saya merasa tergugah untuk mengetahui lebih lanjut. Seusai kebaktian, saya mencari wanita tadi dan bertanya, "Anda perlu memberitahukan kepada saya: Apakah Anda datang di gereja ini setiap minggu selama dua tahun, ataukah hanya sekali setahun, atau yang lainnya?" "Saya datang hampir setiap minggu." "Dan Anda baru menerima Kristus dua minggu yang lalu?" "Benar." "Saya tidak ingin membuat Anda merasa sedih," tutur saya, "tetapi mengapa Anda menunggu begitu lama?" "Keluarga saya mulai menjadi Kristen dan kemudian goyah. Saya telah mengalami aborsi tiga kali dan masalah obat-obatan. Saya menghadiri sebuah sajian acara musik gereja dengan seorang teman, dan ia mengajak saya datang di kebaktian-kebaktian penyembahan. Saya telah mendengar bahwa di tempat inilah saya akan dikasihi dan diterima sebagaimana adanya saya. Tetapi, memerlukan waktu yang cukup lama bagi saya untuk dapat meyakininya."
Pada tahun 1990-an, orang-orang tak bergereja di Amerika yang menerima Kristus biasanya melewati suatu "fase pra pertobatan" yang panjang. Kami mendapati bahwa sebagian besar jemaat mengikuti sedikitnya empat peristiwa penjangkauan sebelum mereka hadir di suatu kebaktian secara teratur. Fase pra pertobatan ini mungkin berlangsung setahun sampai dua tahun, dan ditandai dengan kehadiran secara sporadis.

Mengapa?
Pada saat orang-orang yang belum bergereja hadir dalam gereja kami, mereka berada pada suatu titik awal yang berbeda bila dibanding dengan golongan orang yang belum bergereja 50 tahun yang lalu. Golongan orang yang belum bergereja itu adalah kaum relativis yang sempurna, yang telah menerima pluralisme sampai batas yang tak masuk akal, dan tidak dapat menerima bagaimana Alkitab dapat memiliki kewenangan mutlak (bersifat otoritatif) dalam hidup mereka.
Mereka memerlukan suatu tahap pra pertobatan yang seksama dan seringkali membutuhkan waktu lama, sehingga mereka dapat membangun kepercayaan kepada kita, membangun otoritas Alkitab, dan hubungan- hubungan yang erat. Kami harus menghormati fase itu. Golongan orang yang belum bergereja dewasa ini tidak mempercayai gereja, dan mereka perlu datang dan hanya mengamati diri kami untuk sementara waktu.
Perbedaan terbesar antara sebuah gereja yang berhasil dalam penjangkauan dan yang kurang berhasil adalah: "Di manakah Anda bersedia untuk memulai dengan mereka, dan sampai kapankah Anda akan bersabar bersama mereka selama fase pra pertobatan?"
Selama bertahun-tahun kami telah banyak berdoa, mengadakan riset, dan uji coba di dalam menolong jemaat mengatasi rintangan-rintangan yang tinggi di antara mereka dan iman Kristen.

Fokus pada "Mengajak-dan-Mengikutsertakan"

Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi

Khotbah oleh Pendeta Eric Chang

Matius 7:1-5 -
Hari ini, kita mempelajari pengajaran dari Tuhan Yesus di dalam Matius 7:1-5. Dan sebagaimana yang kita baca, Tuhan Yesus berkata:
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Di sini Tuhan Yesus memberi kita beberapa pengajaran yang sangat penting berkaitan dengan hubungan antara sesama di dalam gereja. Minggu lalu, kita sudah membahas tentang hubungan antara setiap orang Kristen dengan Allah. Dan hari ini, Tuhan Yesus membawa perhatian kita ke arah lain, yakni hubungan antara sesama. Kedua hal ini, hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita antara sesama, secara langsung saling berkaitan. Apa itu hubungan yang sejati di antara orang Kristen atau haruskah setiap orang Kristen saling berhubungan di antara sesama mereka? Di sini Ia memberi kita peringatan dan dorongan.

Orang yang Menghakimi akan Menghadapi Penghakimannya Sendiri

Sabtu, 04 Agustus 2012

Memulai Mezbah Keluarga Untuk TUHAN

Oleh: Snk. Ir. Sadoki Waruwu., M.A. 
(Ketua BPMJ BNKP Jemper Bandung Timur)

Membangun mezbah keluarga bagi TUHAN berkaitan dengan tujuan-tujuan TUHAN dalam hidup saya.  Untuk mencapai tujuan Tuhan dalam hidup saya, sangat perlu yang namanya catatan harian yang di dalamnya mezbah keluarga terutama doa penyembahan pribadi berada ditempat pada urutan pertama. Doa penyembahan saya tentu melakukan terus menerus selama hidup saya, karenanya menyangkut jangka panjang sehingga sangat dibutuhkan prioritas dalam jangka panjang. Saya perlu membuat sebuah daftar yang berisi prioritas-prirotas yang disusun dalam urutan kepentingan.
Semua orang memiliki prioritas. Saya tidak menggurui siapa pun tentang hal prioritas. Saya memiliki prioritas hidup dan sudah menerapkannya. Saya mendapatkan banyak manfaat di dalamnya. Saya hanya ingin berbagi berkaitan dengan mezbah keluarga ini.
Bagi saya prioritas pertama, yang terpenting adalah meluangkan waktu dengan Allah. Saya menghabiskan sejumlah waktu khusus setiap pagi berbicara dengan Tuhan. Saya tidak pernah meninggalkan rumah selama beberapa jam untuk berdoa. Artinya, hubungan saya beres dengan Tuhan, urutan prioritas lainnya akan juga beres bersama Dia. Mengantar anak-anak, kerja ke toko atau kantor, ke gereja atau pelayanan lain harus dilakukan setelah komunikasi dengan Dia. Waktu dan jumlah waktu yang saya dan anda habiskan untuk berdoa mungkin berbeda tapi intinya adalah melakukan seperti itu dengan setia setiap pagi.
Saya mengambil waktu berdoa mulai pukul tiga pagi sampai pukul lima, karena mulai pukul lima sudah khusus untuk persiapan anak-anak pergi ke sekolah. Bagi saya tidak mungkin harus berdoa pukul lima karena anak-anak harus pergi ke sekolah. Karena itu, harus tidur pukul sepuluh malam sampai pukul tiga pagi sehingga ada waktu tidur sekitar lima jam. Bagi orang dewasa jumlah tidur itu sudah cukup.
Prioritas kedua saya adalah anak-anak dan istri. Tidak peduli betapa mendesaknya hal-hal lain. Saya mengurus hal lain itu, hanya setelah menghabiskan cukup waktu dengan keluarga saya. Prioritas ketiga saya adalah tujuan saya, pelayanan saya, pengembangan pribadi saya. Jadi saya tekankan sekali lagi urutan prioritas saya adalah pertama,Tuhan. Kedua,  keluarga saya dan ketiga adalah pelayanan, pengembangan pribadi, hobi atau pekerjaan saya.

Jumat, 03 Agustus 2012

Lirik: Ku Siapkan Hatiku Tuhan

Kusiapkan hatiku Tuhan
Tuk dengar firmanMu saat ini

Ku sujud menyembahmu tuhan

Masuk hadiratmu saat ini


Bagi jemaahku saat ini

Kusiapkan hatiku Tuhan

Tuk dengar firmanMu


Firmanmu Tuhan

Tiada berubah

Dahulu sekarang selama-lamanya

Tiada berubah


Firmanmu Tuhan

Penyelamat hidupku

Ku siapkan hatiku Tuhan

Tuk dengar firmanMu.

Lirik: Ku Terkagum

Bila ku buka mataku
Dan lihat wajahMu

KU TERKAGUM


Bila kulihat hidupku

Dan karya tanganMu

Ku tersanjung


Kar’na semua yang baik

Dalam hidupku

Itulah karyaMu

Kau b’ri k’sempatan yang baru