YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ROHANI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL ROHANI. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juli 2017

Perbedaan MELAYANI TUHAN dan MELAYANI PEKERJAAN TUHAN

Shaloom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan..

Kali ini saya ingin kita sama-sama belajar tentang Perbedaan yang mendasar antara MELAYANI TUHAN dan MELAYANI PEKERJAAN TUHAN.
Banyak dari orang Kristen selama ini salah kaprah dalam melayani Tuhan.
Banyak dari mereka mengira dengan melayani pekerjaan Tuhan, mereka sudah melayani Tuhan. Padahal sebenarnya ada perbedaan yang medasar antara melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Mari kita belajar bersama tentang perbedaan tersebut dan semoga setelah ini saudara dapat mengerti betul akan perbedaan tersebut dan mau belajar untuk mulai melayani Tuhan terlebih dahulu.

Dalam Matius 7:21-23 berkata:
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.     
 
22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?         
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Saya sangat concern sekali dengan ayat diatas ini, karena pada awalnya saya sering bertanya kepada Tuhan apa arti dari ayat ini?? Mengapa orang-orang yang sudah melakukan pekerjaan Tuhan seperti bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat dalam nama Tuhan akan tetapi dalam ayat selanjutnya Tuhan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”


Lalu.. apa maksudnya dari ayat diatas??
Sebelumnya saya ingin bercerita kalau saya suka membaca biografi dari orang-orang yang besar dan sukses. Belakangan ini ada buku dari CEO Trans Company yg bercerita tentang kisah hidupnya dari bawah yang belum punya apa-apa sehingga saat ini sudah memegang banyak Perusahaan besar berskala nasional.
Lalu apa hubungannya dengan hal ini??


Disini saya mau menjelaskan bahwa disaat saya selesai membaca buku biografi dari orang tersebut, saya menjadi banyak tahu mengenai orang tersebut. Saya tau beliau berasal darimana, saya tau usaha apa yg pertama kali beliau jalankan, saya tau bagaimana beliau bangkit dari keterpurukkan, dll. Setelah membaca buku itu banyak hal yang membuat saya menjadi mengenal sosok beliau tersebut.


Akan tetapi beliau tidak mengenal saya, dan sayapun tidak mengenal beliau secara pribadi karena memang saya tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan beliau.

Ini sama halnya dengan disaat kita membaca Firman akan tetapi kita tidak bersekutu dengan DIA (dengan menyembah-Nya, dengan berdoa, mendengarkan-Nya, melakukan kehendak_Nya, taat dan berbicara dengan_Nya).

Sangat baik disaat kita membaca Firman karena dapat membuat kita jadi semakin mengenal DIA, akan tetapi terlebih dari itu kita harus bisa mengenal DIA secara pribadi supaya DIA juga mengenal kita, bagaimana karakter kita, bagaimana kehidupan kita, juga setiap persoalan-persoalan kita.
Dengan begitu kita dan Tuhan dapat mengenal satu sama lain, DIA mengenal kita dan kitapun semakin mengenal akan DIA.
Mungkin ada timbul pertanyaan.. Bukankah seharusnya Tuhan sudah mengenal kita bahkan sejak kita ada di rahim orang tua kita??
Yupp, jawabannya betull.
Akan tetapi yang saya maksudkan disini adalah mengenal DIA sebagai Juruselamat Pribadi anda yang seutuhnya.


Begitu juga seperti jika saya mempunyai hubungan baik dengan CEO Trans tersebut, saya dapat mengenal beliau jauh melebihi apa yg sudah saya baca tentang beliau dalam bukunya.
Disaat kita mempunyai personal relationship dengan Tuhan, maka kita kan mengetahui betul akan sifat-sifat-Nya Tuhan jauh melebihi dari apa yang dapat kita baca dari Alkitab.
Banyak hal yang Tuhan akan bukakan rahasia-rahasia yang selama ini tersembunyi, banyak hal yang akan diberikan ke kita sebagai anak_Nya yang dikasihi, DIA akan buka selubung" kita sehingga kita semakin mengerti mana yang baik, berkenan dan sempurna.

Melanjuti dari maksud ayat diatas..


Sebelum kita lebih jauh melayani pekerjaan Tuhan (usher di ibadah gereja atau persekutuan, singer, WL, pemusik, audio, multimedia, khotbah di gereja ataupun melayani dalam komsel, dll)


Ada baiknya kita terlebih dahulu dapat melayani Tuhan secara pribadi (Menyembah-Nya secara pribadi, berdoa sendiri, merenungkan Firman-Nya, bicara dengan DIA, mendengarkan-Nya serta taat terhadap perintah-Nya)

Banyak orang kristen yang salah kaprah akan hal ini, banyak dari mereka yang berpikir jika sudah melayani di gereja ataupun melayani di persekutuan" jemaat itu menandakan mereka sudah melayani Tuhan.

Tepatnya mereka hanya baru melayani pekerjaan Tuhan akan tetapi belum melayani Tuhan secara pribadi.

Dan sering saya jumpai orang kristen yang melayani pekerjaan Tuhan sejujurnya bukan untuk Tuhan akan tetapi untuk dilihat oleh orang lain, untuk menunjukkan kekudusannya dibanding yang lain, untuk dapat diterima dalam satu komunitas dan lain sebagainya.

Maka dari itu tidak heran seringkali kita jumpai anak-anak Tuhan yang sudah terlibat dalam pelayanan sekian lama tetapi sifatnya masih tidak berubah (masih melawan orang tua, dalam bisnis masih suka tipu sana sini, korupsi, masih terjebak dalam free seks, narkoba, dan lain sebagainya) tetap tidak menghasilkan buah, tidak dapat menjadi terang dalam keluarga, dalam lingkungannya, atau yang menyedihkan malah menjadi batu sandungan bagi orang sekitarnya. 


Hal-hal seperti itulah yang melandaskan ayat-ayat diatas.

Disaat saudara dapat mengenal Tuhan secara pribadi dan mulai untuk menundukkan diri saudara dihadapan-Nya serta taat atas perintah-Nya, itu yang membuat Tuhan berkenan atas saudara.


Terus berjuang dalam setiap proses kehidupan dan selalu setia dengan-Nya.
Seorang Pastor dari Redding California Ps. Bill Johnson mengatakan dalam salah satu quotenya:
"Katakan apa yang DIA katakan dan lakukan apa yang DIA lakukan"


Setelah membaca artikel ini, saya sangat berharap saudara dapat mulai membuka hati saudara dan mulai hidup lebih intim lagi dengan Tuhan dan mempunyai personal Relationship yang kuat dengan Tuhan Yesus sehingga APAPUN yang DIA minta saudara lakukan, maka dengan senang hati saudara dapat melakukannya.


Tuhan Yesus Memberkati.


By. Rudolf Markus

Selasa, 04 Juli 2017

3 Sikap Hidup Orang Kristen di Akhir Zaman



“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7)


Hari-hari ini Kekristenan selalu menjadi sorotan dimana- mana. Ada yang mendapat sorotan yang baik ada pula yang mendapat sorotan yang kurang baik. Alkitab menuliskan kehidupan Kita bagaikan surat terbuka yang dapat dibaca semua orang, karna itu tiap orang percaya sepatutnya selalu mengawasi kehidupannya agar tidak menjadi batu sandungan sebaliknya harus menjadi berkat.


Di akhir zaman ini, Petrus menuliskan bahwa setidaknya 3 sikap ini sepatutnya dimiliki oleh tiap orang percaya: 


1. Mampu menguasai diri.
Hari-hari akhir ini ada banyak hal, ada banyak kejadian yang dapat memancing kita untuk berbuat dosa.

Banyak orang mudah untuk marah, mudah terpancing melakukan hal-hal yang jahat bahkan tidak jarang ada orang yang rela untuk membunuh ataupun mengakhiri hidupnya dengan mudahnya tanpa berpikiran panjang. Jika kita mau selidiki, mengapa semua itu bisa terjadi? . Maka mungkin salah satu jawaban yang bisa temukan adalah karna satu perkara yaitu “tidak mampu menguasai diri”.


2. Jadilah Tenang
Tenang adalah kebutuhan semua orang. Tanpa ketenangan orang tidak akan mampu menjalani hidup ini dengan baik, sebaliknya ketika kita mampu untuk tenang maka kita dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu dengan baik.

Alkitab sendiri mengatakan dalam Yesaya 30:15b “...dalam Tinggal TENANG dan percaya terletak kekuatanmu”, hal ini berarti bahwa ketika kita belajar untuk tenang maka ada kekuatan yang kita peroleh dari Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan, persoalan hidup yang terjadi dalam hidup ini tentunya bersama dengan Tuhan. Sama seperti Daud yang mengatakan bahwa “hanya dekat Allah saja aku tenang” (Maz. 62:1).


3. Suka berdoa. 
Doa itu bukanlah perkara yang mudah, sebab sejatinya doa itu adalah bagaimana kita membangun hubungan dengan Tuhan. Karna itu jangan pernah berpikir bahwa berdoa itu hanya sebatas susunan kata-kata saja. 


Oleh sebab itu diakhir zaman ini, hal yang tidak kalah penting untuk selalu dibangun adalah bagaimana kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap waktu, sebab kita tidak tahu kapan akhir zaman itu akan tiba, namun jika kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita maka akhir zaman itu seharusnya tidak menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang selalu berjaga-jaga dalam menjalani kehidupan ini.

3 Roh ini Bekerja di Akhir Zaman



Tahukah anda bahwa hidup di ahkir zaman sungguh merupakan sebuah peperangan rohani yang besar? Iblis tahu bahwa waktunya sudah semakin dekat sehingga pasti mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin menjatuhkan setiap orang percaya.

Perlengkapan Senjata Allah

Alkitab dengan jelas memberitahukan kita untuk kita selalu menggunakan semua perlengkapan senjata Allah (Efesus 6). Jika anda teliti membacanya akan menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui seperti berikut

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, ~Ef 6:10-18

Alkitab dengan jelas memberitahu bahwa kita harus kuat dalam Dia dan kuasaNya, bukan kekuatan kita! Sebelum masuk dalam peperangan rohani, kita perlu kuat dulu. Ayat di atas juga memberikan 2 kategori perlengkapan senjata Allah, yaitu senjata untuk bertahan dan senjata untuk mengadakan perlawanan. Senjata untuk bertahan kita gunakan karena Iblis selalu menyerang kita kapan pun ia tahu kita membuka celah. Pedang Roh atau Firman merupakan senjata untuk kita mengadakan perlawanan, seperti saat Yesus dicobai di padang gurun. Namun, yang tidak kalah penting ialah anda harus tahu siapa musuh anda. Ayat di atas memberikan keterangan yang sangat jelas mengenai musuh kita, yaitu tipu muslihat iblis. Musuh kita bukan iblis lagi, karena ia telah dikalahkan oleh kematian Tuhan Yesus. Strateginya sekarang ialah menggunakan tipu daya.

Berikut adalah 3 roh yang bekerja di akhir zaman lewat tipu muslihatnya

Senin, 09 Mei 2016

MURID KRISTUS


Ada pula gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas, seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Gereja yang demikian tentu lebih baik dari gereja yang jemaatnya hanya beribadah pada hari Minggu. Namun apabila diamati lebih seksama, ternyata “program-program pemuridan” yang demikian sangat tidak efektif dalam menghasilkan perubahan hidup dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, apabila kita mengamati keadaan gereja dengan jujur, kita dapat melihat bahwa kualitas karakter gereja tidak terlalu berbeda dengan karakter dunia ini. Gereja rasanya masih jauh dari keserupaan dengan Kristus seperti pada gereja mula-mula.
 
Mengapa gereja masa kini seperti itu? Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Namun, salah satu faktor penyebab yang utama adalah karena adanya kekeliruan konsep pemuridan, dan juga karena metode pemuridan yang tidak efektif.

Pemuridan adalah sebuah proses dimana seorang percaya dengan contoh hidup membiarkan Kristus memakainya sebagai alat untuk melayani sejumlah orang tertentu dalam waktu tertentu, dalam perjumpaan satu demi satu (one on one), untuk mencapai keserupaan Kristus (potensi maksimalnya), demi tujuan pembangunan rumah Tuhan, serta mereproduksi dirinya sampai generasi ketiga. Tuhan memerintahkan kepada semua muridNya, bukan hanya kepada rasul-rasulNya saja, semua orang percaya/ orang kudus, dari pemimpin tertinggi sampai orang yang baru percaya (Matius 28:19-20) untuk melakukan pemuridan.

Inti pemuridan dapat disimpulkan dalam satu kata, yaitu menjadi “contoh” atau “model”.
 
Ada seorang anak kecil berusia 4 tahun, lari dari rumah karena terancam disiksa oleh orang tuanya. Namun, ia tersesat di hutan, dan setelah belasan tahun kemudian ia ditemukan telah hidup sama seperti monyet. Anak tersebut bertingkah laku seperti monyet, tidak dapat berjalan tegak, dan tidak dapat berbicara bahasa manusia.
Mengapa anak tersebut tidak hidup normal seperti manusia-manusia lainnya, padahal ia adalah manusia sejati? Penyebabnya adalah karena ia tidak terus-menerus melihat contoh manusia normal lainnya, tetapi melihat contoh dari monyet-monyet yang menerimanya di hutan.
Demikian pula begitu pentingnya peranan contoh dalam menuntun orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya, yaitu keserupaan dengan Kristus. Jadi satu-satunya jalan untuk belajar adalah melalui contoh/ model.
Kristus berkata, “Jadikanlah sekalian bangsa muridKu ..” (Matius 28:19). Dulu ketika Kristus datang ke dunia sebagai manusia, Ia-lah yang menjadikan orang-orang menjadi muridNya/ pengikutNya (Matius 4:19, Lukas 9:23-24). Setelah Ia mati, bangkit, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tetap melakukan pemuridan. Ia tetap menjadikan orang-orang muridNya, tetapi sekarang melalui tubuhNya, yaitu murid-muridNya (Matius 28:19-20). Jadi pemuridan bukanlah menjadikan orang murid kita, tetapi menjadikan orang murid Kristus.

Ada 2 hal yang ekstrim dalam pemuridan:

Makna Kenaikan Tuhan Yesus Kristus bagi orang Kristen

“Yesus Naik ke Sorga Untuk Menyediakan Tempat Bagi Orang Percaya"
Orang percaya ditempatkan bersama Kristus di alam Sorgawi karena kasih karunia dan oleh iman kita turut dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus. “dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga” (Efesus 2:6),”lanjutnya. 
 
   Dengan kenaikan Kristus ke sorga orang percaya mendapat jaminan menjadi Warga Negara Kerajaan Sorga, sehingga pikiran dan perasaan orang percaya tertuju ke Sorga. “Karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga,,.") dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatdan dalam kurun waktu tertentu, Tuhan masih menempatkan kita di bumi,di tanah Toar Lumimuut ini kita masih diizinkan Tuhan untuk memiliki kehidupan duniawi dengan bekerja, tidur, tertawa, menangis, tersenyum dan yang paling penting masih diberi kesempatan untuk bernafas sob,. namun secara iman semua orang percaya sudah ditempatkan bersama-sama dengan Kristus di Sorga. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan(Kolose 3:1-4). Karena secara iman status orang percaya sudah menjadi warga Kerajaan Sorga, maka keselamatan dan hidup yang kekal bukan lagi perkara nanti dan mudah-mudahan masuk Sorga sesuai dengan amal baktinya, melainkan sesuatu yang pasti bagi orang yang percaya,” 
 
     Kenaikan Yesus ke Sorga memastikan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk membawa semua orang percaya dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa ke suatu tanah air Sorgawi yang Tuhan Yesus sudah sediakan. Kenaikan Kristus ke Sorga meneguhkan keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus hidup, sehingga kita tidak perlu gelisah dan tawar hati dalam menghadapi segala pergumulan hidup sebagai orang yang beriman di bumi ini. Kegelisahan hati yang membuat muka muram, iri hati, dendam, anakis, cemberut dan marah-marah, suatu tanda hati yang kosong, tiada damai sejahtera, tiada sukacita. Tapi kenaikan Yesus ke Sorga meniadakan kegelisahan hati kita, melenyapkan kemarahan, kedengkian dan kejahatan kita, sehingga orang percaya diliputi dengan sukacita yang tidak terkatakan, walaupun masih hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan penderitaan.
“   Yesus Naik ke Sorga Menjamin Suatu Kepastian Kemuliaan Yang Diterima Orang Percaya,” sumber bintangpapua.com
 
 

Jumat, 01 April 2016

Kenakalan Remaja

DEFINISI:

Yang dimaksudkan dengan kenakalan remaja ialah perbuatan-perbuatan yang tercela dari remaja yang tidak mudah dihentikan dan terus bertumbuh sehingga akhirnya menjadi kejahatan  yang profesional.

TINGKAT KENAKALAN REMAJA

TINGKAT I.  KENAKALAN DI DALAM RUMAH.
Seluruh rumah menjadi kacau, ribut karena polahnya hampir setiap hari.

TINGKAT II.   KENAKALAN  KE LUAR  RUMAH
Kenakalannya mulai mengganggu tetangga, sekolah dan dimana saja ia berada di luar rumah. Berkelahi, mencuri, merokok, berdusta, menipu uang sekolah, mengganti angka-angka raport, mengganggu anak-anak perempuan, pornografi, ke pelacuran dan lain-lain.

TINGKAT III.  SERING BERURUSAN DENGAN YANG BERWAJIB
Karena kenakalannya, ia sering berurusan dengan wali kelas, kepala sekolah, R.T, R.W, bahkan polisi. Kenakalannya dalam bentuk-bentuk yang sudah mengganggu ketenteraman masyarakat.

TINGKAT IV. PARAH.
Kenakalan ini tidak berubah sesudah 3-5 tahun, bahkan menjadi parah. Biasanya orang tua sudah putus asa. Gangguan timbul di mana-mana. Pernah masuk pengadilan/ penjara.

TINGKAT V. PENJAHAT PROFESIONIL.
Pada akhirnya kenakalan remaja ini sudah berubah  menjadi kejahatan yang permanent, profesional. Kini ia bukan lagi remaja, sudah dewasa tetapi rusak. Kejahatan sudah menjadi cara hidupnya (way of life) dan ia tidak lagi menyesali semuanya ini. Dengan otak dingin ia makin bertambah- tambah menjadi jahat.

IBADAT.

Kalau anak-anak ini dari keluarga Kristen, biasanya dalam tingkat I masih mau beribadat meskipun harus ditarik-tarik.
Dalam tingkat  II penolakan terhadap ibadat lebih nyata. Kalau toh ke Gereja, ada-ada saja tingkah polahnya yang mengganggu kebaktian. (Jangan berhenti ke Gereja! Justru ia membutuhkan kuasa Allah untuk mengubahnya. Gereja justru mencari, menerima dan menye-lamatkan orang berdosa oleh kuasa dan anugerah Allah).
Dalam tingkat III dan seterusnya biasanya ia tidak lagi mau diajak ke Gereja kecuali ada maksud- maksud tertentu.
Jadi kalau kenakalan remaja ini tidak ditolong, maka akhirnya hidupnya menjadi rusak, tabiatnya hina menjadi penjahat profesional.

KESALAHAN POKOK:

Harta Benda Bukan Ukuran Berkat


Tuhan tidak berjanji bahwa mereka yang percaya dan melayani Dia akan selalu menjadi orang kaya, namun Ia berjanji bahwa orang itu dan bahkan anak cucunya tidak akan sampai mengalami kekurangan atau meminta-minta ( Mazmur 37 : 25 ).

Tuhan akan selalu menyediakan dan mencukupi kebutuhan orang benar yang mau terlebih dulu mencari Kerajaan Allah. Berapa banyak berkat yang kita terima adalah urusan Tuhan yang memberi berkat. Menyenangkan Tuhan adalah tugas kita sebagai kehidupan yang sudah diberkati. 

Kita lihat dalam Alkitab, ada kehidupan orang-orang kaya yang menyenangkan Tuhan : 
1. Abraham
Mengapa Abraham menyenangkan Tuhan ? Karena Abraham bukan orang yang tamak dan mudah tergiur pada apa yang baik menurut kacamata jasmani, terbukti saat ia membiarkan Lot memilih tanah yang lebih dekat Sodom yang lebih subur. 

2. Zakheus
Zakheus yang semula adalah seorang pemeras menjadi berubah total setelah bertemu Yesus. Dan satu tindakan pertama yang ia lakukan setelah bertobat adalah dengan memutar balik orientasinya yang semula lebih ia tekankan kepada kekayaan untuk diri sendiri, sekarang menjadi berbagi dengan sesama yang kekurangan, bahkan kepada mereka yang dulu pernah ia peras dan tipu. 

3. Yakub
Meski awalnya adalah seorang anak yang menipu ayahnya sendiri, Yakub kemudian menjadi diberkati karena sikap pantang menyerah, integritas, dan kerja keras yang ia tunjukkan terutama saat bekerja pada Laban. Bukan hanya kekayaan saja yang diberikan Tuhan kepada Yakub, tapi ia juga diperdamaikan kembali dengan Esau. Itu satu berkat. 

4. Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain ( Lukas 8 : 3 ) 
Mereka adalah donator bagi pelayanan Yesus bahkan meski Herodes tidak mendukung Yesus, para wanita ini tetap tahu apa yan terbaik dalam memanfaatkan kekayaan mereka. Nah, inilah kehidupan orang-orang kaya yang menyenangkan Tuhan. 

Kelemahan manusia adalah cenderung selalu berpikir dalam konteks material. Padahal harta benda bukan ukuran berkat. Sebaliknya kemiskinan juga bukanlah ukuran bahwa seseorang telah berkorban di dunia demi harta di surga, tidak ! Saudara, Tuhan menyukai kesederhanaan ( Tit 2 : 2 ) dalam arti pengendalian diri, tapi bukan kemiskinan. Tuhan adalah Allah yang memelihara, karena itulah orang yang hidup dalam jalan yang benar tidak perlu khuatir akan mengalami hidup kekurangan, amen ? 

Tetapi Tuhan juga tidak melarang manusia menjadi kaya ! Dalam Alkitab, kita tahu ada perikop Firman Tuhan tentang orang kaya yang sukar masuk Kerajaan Allah ( Markus 10 : 17-27 ). Akan tetapi, jika kita cermati, Yesus di situ sebenarnya berbicara tentang orang kaya yang menempatkan kekayaannya di atas Tuhan dan pelayanan kepada orang lain. Itu sebabnya, kita juga perlu meneladani kisah-kisah Abraham, Yakub, Daud, Salomo, Ayub dsbnya, mereka adalah ornag-orang yang mau dipakai Tuhan dan Tuhanpun memberi mereka kekayaan agar dapat melayani Dia dan sesama. 

Jadi, Tuhan tidak pernah melarang kita menjadi kaya. Sebaliknya, IA justru akan menganugerahkan berkat kekayaan bagi mereka yang hidup berkenan di dalam Dia. 

Setiap tahun kita melihat laporan di media tentang daftar orang terkaya di dunia menurut berbagai versi. Kekayaan menurut manusia adalah seberapa banyaknya harta benda, deposito, pendapatan perusahaan dsbnya. 

Saudara, kekayaan sejati menurut pandangan manusia sangatlah berbeda dengan pandangan Tuhan. Dalam Alkitab, Tuhan tidak memandang kekayaan dalam hal harta benda sebagai suatu kekayaan sejati. IA memperingatkan bahwa harta benda adalah hal yang fana ( Matius 6 : 19-20 ). Tapi meskipun begitu, Ia juga menjanjikan bahwa siapa yang setia kepadaNya juga akan memperoleh kekayaan dalam dunia ini menurut kemuliaanNya ( Filipi 4 : 19 ). Jadi ukuran kekayaan menurut Tuhan bukanlah pada besarnya harta yang dimiliki seseorang, melainkan sejauh mana ia mempergunakan kekayaannya itu untuk melayani Tuhan dan sesamanya. 

Saudara, gaya hidup kita akan selalu dilihat dan diperhatikan orang. Apakah gaya hidup kita akan dilihat sebagai gaya hidup OKB ( Orang Kaya Baru ), royal, konsumtif, hedonis, boros atau malah pelit ? Saudara, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa gaya hidup kita juga dilihat dan diamati oleh Tuhan yang telah menitipkan kekayaan itu kepada saudara. 

Gaya hidup sebagai terang dan garam dunia adalah gaya hidup yang diperintahkan Tuhan untuk kita miliki ( Matius 5 : 13-16 ). Terlebih lagi dengan kekayaan yang otomatis membuat dunia lebih menyoroti saudara, sehingga tanggungjawab kita untuk menjadi garam dan terang dunia juga semakin besar. Apakah saudara dapat memakai kekayaan dan harta benda itu dengan bijak dan untuk kepentingan yang lebih besar darisekedar gengsi atau prestise diri sendiri, itulah yang sedang dilihat Tuhan dari kita. Ingat, sebagai anakNya, baik buruknya gaya hidup kita di dunia ini juga mempengaruhi nama Bapa di surga. 

Jika kita adalah kehidupan yang diberkati Tuhan dengan kekayaan, mari muliakan Tuhan dengan harta kita. Mari kita menjadi orang kaya yang menyenangkan Tuhan, amen ?

Sumber :  Joseph Wise Pariman

Kamis, 31 Maret 2016

ORANG MUNAFIK DALAM GEREJA

Beberapa tahun yang lalu saya menerima e-mail dari seseorang yang tinggal di selatan London yang menyatakan, "Saya lebih memilih untuk tak pernah menjadi seorang Kristen… hal ini akan lebih mudah dimengerti jika Anda berasal dari Irlandia Utara, di mana di sana agama menjadi dasar yang kuat untuk melakukan tindakan biadab dan brutal! (Catatan, sampai sekarang di Irlandia Utara terjadi konflik berdarah antara kaum Ulyster (didukung oleh Protestan) yang ingin bergabung dengan Inggris Raya dengan pihak IRA (didukung oleh Katolik) yang menginginkan kemerdekaan Irlandia Utara).

Orang seperti ini, sama dengan beberapa orang yang berbicara dengan saya akhir-akhir ini, di mana mereka menolak iman Kristen sehubungan dengan adanya orang-orang munafik yang menjadi bagian dari orang Kristen baik di masa lalu maupun sekarang ini. Orang-orang ini selalu berlagak “sebagai orang benar”, tapi mereka sebenarnya kerdil.

Mungkin saat ini Anda juga termasuk orang yang menolak iman Kristen. Karenanya, di bawah ini kami mencoba menyampaikan empat kunci tanggapan yang dapat menolong anda untuk memahami hal ini…
"Hey, saya tidak akan menjadi seorang Kristen. Maksud saya, lihat semua kemunafikan yang ada dalam gereja!"
"Kami akan senang sekali jika Anda dapat menemukan suatu gereja yang sempurna. Saran kami, jangan bergabung dengannya, karena Anda akan merusaknya!" Pointing fingers. Illustration copyrighted.
Apakah jawaban ini sedikit menyentakkan Anda? Mungkin ya, tapi sebelum Anda mengabaikannya, renungkanlah sekali lagi. Bukankah keempat jari Anda menuding kembali ke arah Anda, sewaktu anda menuding gereja? Bukankah sikap anda seperti seorang ayah yang memarahi anaknya dengan berkata demikian: "Nak, sekali ini kukatakan kepadamu. Berapa kali kukatakan kepadamu untuk tidak melebih-lebihkan segala sesuatu."
"Anda benar. Banyak sekali orang munafik di dalam gereja dan mereka akan selalu ada."

Sebuah Ilustrasi: TAK DIDUGA: BEJANA YANG RETAK

Seorang pembawa air memiliki dua buah bejana besar yang setiap hari di pikul di atas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan satunya lagi sempurna. Selama dua tahun si pembawa air setiap hari selalu hanya berhasil membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya; sesuai dan sempurna sebagaimana selayaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya dan merasa sedih karena ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah yang seharusnya ia diciptakan.

Suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air. “Aku malu terhadap diriku dan aku ingin minta maaf kepadamu.” “Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” Tanya si pembawa air.

“Selama dua tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya bisa aku bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalanmu kembali dari sungai ke rumah tuanmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan.“ Kata si bejana retak.

Si pembawa air merasa iba kepada si bejana tua yang retak itu dan dengan penuh kasih ia berkata, “Saat nanti kita berjalan kembali menuju ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang.”

Sabtu, 13 Februari 2016

TUHAN JAWAB “TIDAK!”


Suatu Hari...,
Saya meminta kepada Tuhan agar Tuhan mengangkat kesombongan dan keangkuhan yang ada pada saya, Tuhan Jawab:
“TIDAK!, kamulah yang harus merendahkan hatimu, dan bertindak sebagai pelayan bagi sesamamu, maka kesombongan dan keangkuhanmu pun akan hilang”


Saya meminta kepada Tuhan agar Tuhan memberikan kesabaran kepada saya, Tuhan jawab:
“Tidak!, kesabaran bukan suatu pemberian Cuma-Cuma, kesabaran harus dilatih, kesabaran adalah suatu produk dari masa sulitmu, renungkanlah firmanKu dan lakukanlah, maka kesabaranmu akan bertambah.”


Saya meminta kepada Tuhan agar Tuhan mengangkat beban hidup saya, Tuhan jawab:
“Tidak!, beban hidupmu menjauhkan kamu dari kesukaan duniawi, dan membuat kamu tidak mengandalkan dirimu sendiri, melainkan Aku, sehingga membuat kamu lebih dekat kepada-Ku. Dan Aku, akan senantiasa menemani kamu dimasa sulitmu, sehingga memampukan kamu melewati masa sulitmu.”


Saya meminta agar Tuhan memberikan saya kebahagiaan, Tuhan Jawab:
“Tidak!, Aku memberimu segala berkat, kebahagian tergantung penerimaan hatimu dalam mensyukurinya.”


Saya meminta agar Tuhan membuat kehidupan rohani saya bertumbuh, Tuhan Jawab:
“Tidak! Kehidupan Rohanimu, kamulah yang harus membuatnya bertumbuh, dengan semakin seringnya engkau bersekutu dengan-KU, dan Aku akan menyiraminya, sehingga akan membuahkan hasil yang baik.”


Saya meminta agar Tuhan menolong saya untuk mengasihi sesama seperti Tuhan mengasihi saya, Tuhan Jawab:
“Aaah Anak-Ku... Inilah permintaaan terbaikmu hari ini, lakukanlah!, kasihilah sesamamu, pasti Aku akan menolongmu”


Salam Kasih, PK.

TERDAMPAR DI SEBUAH PULAU


~ Pelajaran Mengenai Sebuah Keyakinan

Alkisah seorang pria berhasil selamat dalam sebuah kecelakaan kapal di tengah samudera yang luas. 

Berbekal sebuah bongkahan kayu pecahan kapal dia berhasil menepi di sebuah pulau kecil terasing yang tidak dihuni oleh satu orang pun.

Dalam keputus-asaannya, ia berdoa dengan penuh harap, memohon kepada Tuhan untuk dapat selamat dan keluar dari pulau tersebut. 

Setiap hari dia memandangi cakrawala, berharap ada sebuah kapal yang datang dan menyelamatkannya. 

Lelah dan putus harapan, membuatnya mencoba untuk hidup dan mempertahankan diri dengan membangun sebuah gubuk, pondok kecil untuk berlindung dan mulai mencoba bertahan hidup. 

Sampai suatu saat ia mulai terbiasa hidup sendiri di pulau tersebut. 

Suatu hari ia berburu di sebuah hutan yang ada di pulau tersebut, mencoba mencari hewan buruan yang sekiranya dapat dimakan.

Setelah lelah seharian berburu, ia kembali ke pondok yang telah dihuninya selama beberapa waktu. 

Tapi alangkah terkejutnya ketika ia mendapati gubuknya telah terbakar habis, rata dengan tanah, yang tersisa hanyalah api dan asap pekat yang membubung tinggi. 

Apa yang telah diusahakannya selama terdampar dan tinggal di pulau tersebut habis tak bersisa. Dalam hatinya ia mulai marah dan putus asa.

"Ya Tuhan, mengapa Engkau timpakan ini semua padaku!", jeritnya sambil menyalahkan Tuhan atas musibah tersebut. 

Malam itu ia lewatkan dengan tidur di alam terbuka, dekat gubuk yang terbakar tersebut.
Hari berikutnya ia terbangun dari tidurnya oleh suara kapal yang perlahan mendekat pulau tersebut. 

Perahu tersebut menurunkan sebuah sekoci yang segera merapat ke pulau terpencil tersebut. Tampaknya mereka tahu bahwa ada orang di pulau?

"Bagaimana kau tahu di sini ada orang yang perlu pertolongan?", tanyanya pada penumpang sekoci tersebut.
"Kami melihat tanda asap yang engkau nyalakan", jawabnya.

Renungan :
Sangat mudah kita berputus harapan dan menyalahkan Tuhan atas semua hal buruk yang menimpa kita. Padahal sesungguhnya Tuhan bekerja dan memberi jalan terbaik, meskipun tampak menyakitkan dan menyedihkan. Ingatlah, suatu ketika engkau tertimpa hal buruk, mungkin menjadi tanda bahwa Tuhan sekali lagi akan menunjukkan kasih dan sayangnya.

Kamis, 03 Desember 2015

3 Penghalang DOA yang tidak Anda sadari.

 

Pengajaran tentang doa yang sesungguhnya adalah semua doa pasti di dengar oleh Tuhan. Kalau doa tidak di dengar, berarti Anda berdoa kepada patung. Doa adalah komunikasi dengan Allah dan doa adalah kesukaan bagi Tuhan. Semua doa pasti di jawab Tuhan. Tidak ada doa yang tidak di jawab Tuhan. Inilah dasar doa. Jika, dasarnya saja Anda tidak percaya, bagaimana mungkin bisa terjadi? Banyak orang yang berpikir bahwa “ mengapa doa saya tidak di jawab Tuhan?”. 

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan di firmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku. Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: “ Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masuh menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh”. ( Habakuk 2:1-3)
Tuhan selalu tepat waktu. Meskipun terkesan lambat, namun Dia tidak pernah terlambat. Dalam Habakuk dijelaskan bahwa walaupun  Anda belum menerimanya, tetaplah bersukacita seolah-olah Anda sudah menerimanya. Anda dapat melukiskan jawaban doa itu pada loh hati Anda bahwa Anda sudah menerimanya.

Bagaimana seharusnya berdoa kepada Tuhan ?
Matius 6:7 : Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyak kata-kata doanya akan dikabulkan.

Tuhan menginginkan doa yang tidak bertele-tele (tidak basa-basi). Bukan berarti tidak boleh doa yang lama atau panjang, tetapi yang Tuhan inginkan ketulusan hati Anda dalam berdoa dan tujuan doa itu.  
"Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”. (Yakobus 4:1-3)
Kesalahan yang banyak orang lakukan adalah berdoa hanya untuk kepuasan hawa nafsunya. Jadi tidak heran, bila banyak orang yang sudah berdoa dengan sangat indahnya bahkan dengan sangat panjangnya, tidak menerima jawaban doa. Sesungguhnya doa yang di dengar Tuhan adalah tujuannya. Inilah yang tidak disadari oleh banyak orang. Jika tujuannya untuk sebuah kebaikan, bahkan untuk membantu sesama dan memberitakan injil, pasti Tuhan jawab. Percayalah. Dan mengapa Anda juga belum menerima jawaban doa karena tidak berdoa. Tidak berdoa tidak ada berkat.Jadi, kiranya Tuhan menaruhkan roh yang suka berdoa dalam hati Anda. Karena Yesus pun Anak Allah tetap berdoa kepada Bapa di Surga. 

Ada 3 penghalang doa yaitu :