YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Tampilkan postingan dengan label APA KATA ALKITAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label APA KATA ALKITAB. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

WASPADA AJARAN SESAT DALAM "KEKRISTENAN"



Dalam fikiran kita, kita sering berpikir bahwa ajaran sesat adalah kelompok pemuja Setan, mempersembahkan binatang dan mengambil bagian dalam upacara pemujaan yang aneh, jahat dan sadis. Dalam kenyataannya kebanyakan ajaran sesat kelihatan tidak ada salahnya. Definisi keKristenan mengenai ajaran sesat adalah KELOMPOK RELIGI YANG MENYANGKAL SATU ATAU LEBIH DASAR-DASAR KEBENARAN ALKITAB. Atau dalam istilah yang lebih sederhana, ajaran sesat adalah kelompok yang mengajarkan sesuatu yang akan membuat orang tidak dapat diselamatkan jika dia percaya pada pengajaran itu. Dalam soal agama, ajaran sesat adalah KELOMPOK YANG MENGKLAIM SEBAGAI KRISTEN NAMUN MENOLAK KEBENARAN DASAR DARI KEKRISTENAN YANG ALKITABIAH.



Dua pengajaran yang paling umum dari ajaran sesat adalah bahwa YESUS BUKAN ALLAH dan bahwa KESELAMATAN BUKAN HANYA BERDASARKAN IMAN. Penyangkalan terhadap keillahian Kristus mengakibatkan kematian Kristus tidak cukup untuk membayar hutang dosa kita. Penyangkalan terhadap keselamatan berdasarkan iman semata-mata mengakibatkan keselamatan dicapai melalui perbuatan kita – sesuatu yang secara tegas dan konsisten ditolak oleh Alkitab. Dua contoh ajaran sesat yang paling ternama adalah Saksi Yehowa dan Mormon. Kedua kelompok ini mengaku Kristen, namun keduanya menyangkali kedua doktrin dasar yang disebutkan di atas. Saksi Yehowa dan Mormon percaya pada banyak hal yang sesuai dengan dan/atau yang mirip dengan apa yang diajarkan Alkitab. Namun karena mereka menolak keillahian Kristus dan keselamatan hanya berdasarkan iman membuat mereka memenuhi kriteria ajaran sesat. Banyak penganut Saksi Yehowa, Mormon dan ajaran-ajaran sesat lainnya adalah “orang-orang baik” yang dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan dan dengan tulus percaya bahwa mereka memiliki kebenaran. Harapan dan doa kita adalah banyak orang yang terlibat dalam ajaran-ajaran sesat “Kristiani” akan dapat melihat kebenaran dan ditarik pada kebenaran keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Sejarah Gereja telah mencatat berbagai macam bentuk ajaran sesat yang hadir dan mencoba mempengaruhi kehidupan gereja, misalnya pada abad permulaan muncul ajaran sesat seperti Gnostisisme, Docetisme, Montanisme, Mistisisme dan lain sebagainya. Pada masa sekarang ini, ternyata ajaran-ajaran tersebut tetap eksis namun dengan tampilan luar yang sama sekali baru. Akibatnya, jika tidak waspada maka kita akan terjebak dan masuk ke dalamnya.

Kamis, 25 April 2013

Haruskah orang Kristen mencari kekuasaan politik, atau haruskah kita hanya memusatkan perhatian pada penginjilan?

Politician giving speech. Illustration copyrighted by T.J.C. and Films for Christ.Pertanyaan ini menyesatkan karena membawa pikiran kita pada gambaran negatip pemerintah dan politik dan juga menyatakan secara tidak langsung bahwa kebebasan melakukan penginjilan adalah sesuatu yang aman dan tidak dapat diganggu gugat. Bagian pertama pertanyaan itu mestinya, "haruskah orang Kristen melibatkan dirinya dengan sisi kelam dari politik? Atau "haruskah orang Kristen masuk praktek dunia moderen politikus dimana terdapat hal yang tidak etis dan tidak berdasarkan kitab suci?" jawabannya tentu tidak. 

Jika seandainya pertanyaan itu tentang keterlibatan dan keikutsertaan dalam politik secara umum, jawabannya bisa berbeda. Orang Kristen harus berusaha ikut serta dan terwakili dalam politik dalam kegiatan mereka menginjili dunia. Tanpa keikutsertaan dan representasi mereka, tidak ada jaminan bahwa kebebasan melakukan pekabaran Injil akan tetap berjalan aman. Dapatkah kita mempertahankan kebebasan dasar yang kita nikmati sementara kita berdiri terpisah dari proses politik? Kecenderungan politik dan sosial generasi terakhir harus memberikan peringatan bahwa kebebasan dan kemerdekaan memerlukan kepedulian dan perhatian—kihususnya dari masyarakat Kristen. 


Rabu, 27 Maret 2013

Apa pandangan keKristenan terhadap merokok? Apakah merokok itu dosa?


Alkitab tidak pernah secara langsung menyinggung tentang merokok. Namun demikian ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan pada merokok. Pertama, Alkitab memerintahkan kita untuk tidak membiarkan tubuh kita “diperhamba” oleh apapun. 1 Korintus 6:12 menyatakan, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.” Tidak dapat disangkal merokok dapat menyebabkan kecanduan yang kuat. Dalam pasal yang sama, belakangan kita diberitahukan bahwa, “ Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, —dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Tidak dapat disangkal merokok sangat merusak kesehatan. Merokok telah dibuktikan merusak paru-paru dan juga sering merusak jantung.

Sabtu, 09 Februari 2013

Apa Kata Alkitab tentang JUDI?

Judi dapat didefinisikan sebagai “mempertaruhkan uang dalam usaha untuk melipatgandakan uang tsb untuk sesuatu yang kemungkinannya kecil.” Alkitab tidak secara khusus mencela perjudian, pertaruhan atau lotto. Namun Alkitab memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari cinta uang (1 Timotius 6:10; Ibrani 13:5). Alkitab juga menasehati kita untuk menjauhkan diri dari usaha “mendapat kekayaan dengan cepat” (Amsal 13:11; 23:5; Pengkhotbah 5:10). Judi jelas sekali berfokus pada cinta uang dan menggoda orang dengan janji untuk mendapatkan kekayaan secara cepat dan mudah.


Minggu, 03 Februari 2013

Apa Kata Alkitab tentang MEMBUNGAKAN UANG?

Ada beberapa bagian Alkitab yang berbicara tentang "membungakan uang"
  1. Larangan membungakan uang kepada sesama umat Tuan, orang miskin (Kel. 22:25, saudara yang jatuh miskin baik orang asing maupun pendatang, supaya mereka dapat hidup di antara umat Tuhan, perlakuan itu terjadi karena didorong oleh hidup takut akan Allah (Im. 25:35-37).
  2. Dalam hal tertentu diijinkan memungut bunga uang. Umat dilarang mengambil riba dari saudaranya baik berupa uang, bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan; tapi dari orang asing itu diijinkan (Ul. 23:19-20).

Apa kata Alkitab tentang MEMAAFKAN ?

Oleh : Rick Warren
 
Sangatlah penting untuk kita memaafkan orang yang telah melukai kita. Terlalu banyak orang Kristen yang gagal menggenapi rencana Allah dalam hidup mereka karena mereka menumpuk luka-luka lama. Dan terlalu banyak Jemaat yang menderita karena hal ini. Dalam artikel ini, saya akan bagikan tiga langkah  supaya  kita bisa memaafkan mereka yang telah melukai kita.
  1. Melepaskan hak untuk menuntut balas

    Anda harus memulai dengan melepaskan orang yang telah melukai Anda dari tuntutan kemarahan . Ini tidak adil, begitukah menurut ? Anda benar. Pengampunan bukanlah hal yang adil. Sungguh tidak adil ketika Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan juga tidak adil ketika Anda harus mengampuni orang lain. Allah tidak memberi kita hal yang layak kita terima. Dia memberi kita hal yang sangat kita butuhkan.

Sabtu, 14 Juli 2012

Apa Kata Alkitab tentang "ABORSI"?

Alkitab tidak pernah secara khusus berbicara mengenai soal aborsi. Namun demikian, ada banyak ajaran Alkitab yang membuat jelas apa pandangan Allah mengenai aborsi. Yeremia 1:5 memberitahu kita bahwa Allah mengenal kita sebelum Dia membentuk kita dalam kandungan. Mazmur 139:13-16 berbicara mengenai peran aktif Allah dalam menciptakan dan membentuk kita dalam rahim. Keluaran 21:22-25 memberikan hukuman yang sama kepada orang yang mengakibatkan kematian seorang bayi yang masih dalam kandungan dengan orang yang membunuh. Hal ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi dalam kandungan sebagai manusia sama seperti orang dewasa. Bagi orang Kristen aborsi bukan hanya sekedar soal hak perempuan untuk memilih. Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27; 9:6).

Argumen pertama yang selalu diangkat untuk menentang posisi orang Kristen dalam hal aborsi adalah, “Bagaimana dengan kasus pemerkosaan dan/atau hubungan seks antar saudara. Betapapun mengerikannya hamil sebagai akibat pemerkosaan atau hubungan seks antar saudara, apakah membunuh sang bayi adalah jawabannya? Dua kesalahan tidak menghasilkan kebenaran. Anak yang lahir sebagai hasil pemerkosaan atau hubungan seks antar saudara dapat saja diberikan untik diadopsi oleh keluarga yang tidak mampu memperoleh anak – atau anak tsb dapat dibesarkan oleh ibunya. Sekali lagi sang bayi tidak seharusnya dihukum karena perbuatan jahat ayahnya.

Sabtu, 07 Juli 2012

Apa Kata Alkitab tentang "YESUS KRISTUS"?


Siapakah Yesus Kristus? Berbeda dengan pertanyaan, “Apakah ada Allah?” jarang orang mempertanyakan apakah Yesus Kristus ada. Pada umumnya Yesus dipandang sebagai seseorang yang hidup di bumi di Israel 2000 tahun yang lampau. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus didiskusikan. Hampir setiap agama besar mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, atau guru yang baik atau seorang manusia yang saleh. Masalahnya Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.

C.S. Lewis dalam bukunya Mere Christianity menulis: “Saya berusaha mencegah orang dari mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: “Saya siap untuk menerima Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.” Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan. Seorang manusia biasa dan mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus tidak mungkin merupakan seorang pengajar moral yang agung. Kalau orang itu bukan orang gila – yang setara dengan orang yang mengatakan bahwa dia adalah telur rebus – atau dia adalah si Iblis dari neraka. Engkau harus menentukan pilihanmu. Apakah orang ini adalah Anak Allah, atau orang gila atau lebih parah…. Engkau bisa menutup telinga dan menganggap Dia orang bodoh, engkau bisa meludahi Dia dan membunuh Dia sebagai iblis, atau engkau bisa tersungkur di kakiNya dan menyebut Dia Tuhan dan Allah. Tapi jangan mencari alasan yang tidak-tidak dengan mengatakan bahwa Dia hanyalah seorang pengajar yang agung. Dia tidak memberikan opsi itu kepada kita. Dia tidak bermaksud untuk melakukan itu.

Kamis, 05 Juli 2012

Apa Kata Alkitab tentang TATO?

 
Perjanjian Lama memerintahkan orang-orang Israel, “Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN” (Imamat 19:28). Jadi walaupun orang Kristen pada zaman sekarang tidak berada di bawah hukum Perjanjian Lama (Roma 10:4; Galatia 3:23-25; Efesus 2:15), kenyataan adanya larangan mengenai tato seharusnya menimbulkan pertanyaan bagi kita. Perjanjian Baru tidak berbicara apa-apa mengenai boleh tidaknya orang Kristen ditato.

Dalam hubungannya dengan tato dan merajah tubuh, ujian yang paling baik adalah apakah kita dapat dengan jujur, dengan hati nurani yang tulus, minta Tuhan memberkati dan menggunakan hal tsb untuk rencanaNya yang indah. “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Alkitab tidak melarang tato atau rajah tubuh, namun juga tidak memberikan alasan untuk kita percaya bahwa Allah menghendaki kita mendapatkan tato atau merajah badan kita.

Isu lain yang perlu dipertimbangkan adalah soal sopan santun. Alkitab memerintahkan kita untuk berpakaian dengan sopan (1 Timotius 2:9). Salah satu aspek dari kesopan-santunan adalah memastikan bahwa bagian tubuh yang harus ditutupi oleh pakaian ditutup dengan pantas. Namun demikian, makna dasar dari sopan santu adalah tidak menarik perhatian. Orang yang berpakaian dengan sopan berpakaian sedemikian rupa sehingga tidak menarik perhatian orang terhadap diri mereka. Tato dan rajah tubuh jelas menarik perhatian. Dalam pengertian ini, tato dan rajah tubuh tidak sopan.

Prinsip Alkitabiah yang penting dalam isu-isu yang tidak secara khusus dibicarakan adalah kalau ada keragu-raguan apakah itu menyenangkan Tuhan atau tidak, lebih baik jangan lakukan. “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23). Kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan merupakan milik Allah. Sekalipun 1 Korintus 6:19-20 tidak secara khusus diterapkan pada tato dan merajah badan, ayat-ayat ini memberikan sebuah prinsip kepada kita. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Kebenaran yang agung ini seharusnya mempengaruhi apa dan bagaimana kita memperlakukan tubuh kita. Kalau tubuh kita adalah milik Tuhan, kita perlu mendapatkan “izin” yang jelas sebelum “menandainya” dengan tato dan rajah.

Sumber: http://www.gotquestions.org

Sabtu, 23 Juni 2012

Apa Kata Alkitab tentang "Kedatangan Kristus yang Kedua Kalinya"?

Kedatangan Kristus yang Kedua Kalinya adalah pengharapan dari orang-orang percaya bahwa Tuhan mengontrol segala sesuatunya dan setia pada janji-janji dan nubuatan dalam FirmanNya. Pada kedatanganNya yang pertama, Yesus Kristus datang ke dunia ini sebagai seorang bayi di palungan di Betlehem, sebagaimana dinubuatkan. Yesus memenuhi banyak nubuat mengenai Mesias dalam kelahiran, hidup, pelayanan, kematian dan kebangkitanNya. Namun ada beberapa nubuat mengenai Mesias yang Yesus belum genapi. Kedatangan Kristus Kedua Kali akan merupakan kembalinya Kristus untuk memenuhi semua nubuat yang masih tersisa ini. Pada kedatanganNya yang pertama kali, Yesus datang dalam keadaan yang sangat sederhana. Pada kedatanganNya yang kedua kalinya, Yesus akan datang dengan bala tentara Surga mengiringi Dia.

Para nabi Perjanjian Lama tidak membedakan kedua kedatangan ini. Hal ini dapat dilihat pada ayat-ayat seperti Yesaya 7:14; 9:6-7 dan Zakharia 14:4. Akibat dari nubuat yang sepertinya berbicara mengenai dua individu banyak sarjana Yahudi yang percaya bahwa akan ada Mesias yang menderita dan Mesias yang menang. Apa yang mereka tidak pahami adalah bahwa Mesias yang sama akan memenuhi kedua peranan ini. Yesus menggenapi peran dari hamba yang menderita (Yesaya 53) pada kedatanganNya yang pertama. Yesus akan menggenapi peran sebagai Pembebas dan Raja Israel pada kedatanganNya yang kedua. Zakharia 12:10 dan Wahyu 1:7 menggambarkan Kedatangan yang Kedua Kali, mengenang kembali saat Yesus ditikam. Israel, dan seluruh dunia, akan meratap karena tidak menerima Mesias saat Dia datang untuk pertama kalinya.

Apa kata Alkitab tentang PEPERANGAN ROHANI?

Ada dua kesalahan utama dalam soal peperangan rohani: penekanan yang berlebihan dan ketidakpedulian. Sebagian orang menyalahkan setiap dosa, konflik, dan persoalan pada Iblis yang perlu ditengking. Yang lainnya sama sekali tidak memperdulikan dunia rohani dan bahwa Alkitab menginstruksikan bahwa peperangan kita adalah kuasa-kuasa rohani. Kunci dari peperangan rohani yang berhasil adalah menemukan keseimbangan yang Alkitabiah. Kadang kala Yesus mengusir setan keluar dari diri orang-orang, kadang pula Dia menyembuhkan orang tanpa menyebut tentang setan. Rasul Paulus menasehatkan orang-orang Kristen untuk berperang melawan dosa di dalam diri mereka (Roma 6) dan berperang melawan si jahat (Efesus 6:10-18).

Efesus 6:10-12 mengatakan, “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Ayat ini mengajar kita beberapa kebenaran penting: (1) Kita hanya bisa menjadi kuat dengan kekuatan dari Tuhan, (2) Adalah perlengkapan senjata Tuhan yang melindungi kita, (3) Peperangan kita adalah melawan kuasa-kuasa kejahatan dalam dunia ini.

(1) Contoh yang bagus sekali mengenai hal ini adalah Mikhael, sang penghulu malaikat dalam Yudas ayat 9. Mikhael, kemungkinan adalah malaikat yang paling perkasa dibanding semua malaikat Tuhan lainnya, tidak menegur Iblis dengan kuasanya sendiri, namun mengatakan, “Kiranya Tuhan menghardik engkau!" Wahyu 12:7-8 mencatat bahwa pada akhir zaman Mikhael akan mengalahkan Iblis. Walaupun demikian, saat menghadapi konflik dengan Iblis, Mikhael menghardik Iblis dalam nama dan otoritas Tuhan, bukan dari dirinya sendiri. Hanya melalui hubungan kita dengan Yesus Kristus kita sebagai orang Kristen memiliki otoritas terhadap Iblis dan pengikut-pengikutnya. Hanya dalam nama Yesus kita memiliki kuasa untuk menengking Iblis.

(2) Efesus 6:13-18 memberi kita gambaran mengenai senjata rohani yang Tuhan berikan kepada kita. Kita dipanggil untuk berdiri teguh dengan (a) ikat pinggang kebenaran, (b) berbajuzirahkan keadilan, (c) Injil damai sejahtera, (d) perisai iman, (e) ketopong keselamatan, (f) pedang roh, dan (g) berdoa dalam Roh. Apa arti senjata-senjata rohani ini dalam peperangan rohani? Kita perlu menyatakan kebenaran untuk melawan tipu muslihat Iblis. Kita bisa tenang karena kita dinyatakan benar oleh karena pengorbanan Kristus bagi kita. Kita perlu memberitakan Injil betapapun besarnya hambatan yang kita alami. Kita tidak boleh goyah dalam iman kita sekeras apapun kita diserang. Pertahanan kita yang paling utama adalah jaminan bahwa kita sudah diselamatkan dan tidak ada kuasa apapun yang dapat mengambil itu dari kita. Senjata serang kita adalah Firman Tuhan, bukan pendapat atau perasaan kita sendiri. Kita perlu mengikuti teladan Yesus yang mengenali bahwa ada kemenangan rohani yang hanya dapat dicapai melalui doa.

Rabu, 30 Mei 2012

Apa Kata Alkitab Tentang “HOROSKOP & FENGSHUI”


Pengantar
Ketika kita membicarakan mengenai horoskop, fengshui, dan tenung maka kita mulai dengan beberapa hal yang selama ini kuat ada dalam ingatan kita.
Apa ramalan hidup saya minggu ini? Berulangkali pertanyaan ini menggoda pikiran manusia sehingga horoskop mingguan selalu menjadi sajian yang ada dalam tabloid dan majalah populer di mana-mana.
Belum lagi guratan tangan yang seringkali dijadikan sarana untuk mengetahui baga
imana perjodohan, rejeki dan hidup seseorang di masa depan.
Orang sering ingin tahu apa yang menjadi masa depannya, sehingga horoskop kerap kali menjadi lahapan yang dicari orang di hampir semua tabloid yang memuatnya, atau ramalan garis tangan, kartu tarot dan bola kristal yang belakangan ini sering diprak tikkan di pusat-pusat perbelanjaan.
Sementara itu, hidup kita juga penuh dengan ketergantungan pada tatanan letak dan angka-angka atau guratan hidup yang disebut fengshui
.
Orang alergi dengan angka-angka tertentu, antara lain 4 dan 13, atau senang dengan angka keberuntungan seperti angka 8. Orang juga mengelakkan rumah tusuk sate, bentuk rumah yang pintu-pintu nya berderet lurus dari depan ke belakang, dan lain sebagainya.
Ada juga yang mengatakan bahwa gigi gingsul pada orang tertentu bisa mengakibat
kan ia berat jodoh.
Seringkali orang pindah rumah harus diatur jam masuk rumahnya yang baru supaya tidak mendatangkan bahaya atau kesialan pada orang itu.
Atau harus memakai jenis batu tertentu supaya jiwanya tenang, tubuhnya tidak “panas” sehingga mendapatkan rejeki dan jodoh atau cita-cita dengan lebih mudah.
Kita lihat betapa beragamnya ramalan yang dikemas dalam bentuk supra modern. Dari yang ada di tabloid dan majalah sampai yang disiarkan oleh media TV. Pada dasarnya dalam ketidak tahuan dan perubahan hidup yang sering membuat orang tidak nyaman, merasa kecil dan takut, serta keingin tahuan yang besar akan kepastian hidup ini, membuat banyak orang menyandarkan diri pada bentuk-bentuk seperti di atas.
Ramalan dan Fengshui
Mari kita mulai dengan apa yang kita golongkan dengan ramalan dan tenung. Bentuk-bentuk yang seringkali muncul baik dalam wujud horoskop, membaca garis tangan ataupun fengshui.
Yang dimaksud ramalan dan fengshui adalah berbagai kegiatan atau praktik gaib yang mencoba mengetahui sebelumnya atau dari jauh suatu peristiwa yang tidak dapat dilihat dengan cara biasa.
Ramalan biasanya dilakukan dalam bentuk menafsirkan mimpi, mengambil kesim
pulan dari posisi matahari, bulan dan bintang pada rasi dan satu sama lainnya. Ramalan juga dilakukan dengan melihat garis tangan, kartu bridge (tarot) atau memakai bola kristal dan melihatnya lewat air dalam mangkuk, dll. Ramalan juga tidak jarang dilakukan dengan memakai medium dan mengundang arwah orang meninggal.
Sementara fengshui, lebih muncul sebagai apa yang kita katakan takhyul atas pengaruh dari tata letak (baik bangunan, posisi gigi, angka yang membawa keberun
tungan dan kesialan, angka waktu dan bulan kelahiran serta pengaruhnya terhadap orang tersebut,dll.)
Fengshui biasanya menyarankan bagaimana kita berkompromi dan menangkal mengenai hal-hal di atas untuk mendapat perlindungan yang baik. Misalnya : memakai batu-batuan tertentu, mengubah letak pintu, mengganti angka yang kita anggap membawa ketidak beruntungan, sebaliknya menggunakan angka keberuntungan, menghitung saat dan jam baik masuk rumah berdasarkan hari, jam dan shio orang tersebut, dan lain sebagainya.
Apa kata Alkitab?

Jumat, 25 Mei 2012

Apa Kata Alkitab tentang "M A L A S"?

Malas merupakan suatu kata sifat yang unik. Dalam arti: kata “malas” bisa dipasangkan dengan semua jenis kerja.
Contoh: Malas bekerja, malas menulis, malas bangun pagi, malas membaca dst…
Coba bedakan dengan kata sifat yang lain “jelek” -à tidak bisa dipasangkan dengan semua kata kerja.
Hal itu, memberi gambaran bahwa: kata “malas” telah merasuk ke semua aspek kehidupan. Karena, kata “malas” ini berkonotasi negative, aspek kehidupan yang sudah terkontaminasi kata “malas” ini bisa dipastikan juga akan negative.
Buku kamus merumuskan malas sebagai “tidak mau bekerja atau melakukan sesuatu; segan.”
Sedikit me-review renungan minggu yang lalu, yaitu tentang “The Spirit of Bushido” yaitu:
  1. Gi
= Keputusan yang benar, yang diambil dari sikap yang benar, berdasarkan kebenaran
  1. Yu
= Berani dan bersikap ksatria
  1. Jim
= Murah hati, mencintai dan bersikap baik terhadap sesama
  1. Re
= Bersikap santun dan bertindak benar
  1. Makoto
= Bersikap tulus, setulus-tulusnya. Bersikap sungguh, sesungguh-sungguhnya
  1. Melio
= Menjaga kehormatan, martabat dan kemuliaan
  1. Chugo
= Mengabdi dan loyal

7 (tujuh) prinsip tersebut, kalau sudah kerasukan kata “malas” dijamin tidak akan jalan. Dalam segala aktivitas apapun, agar kita memperoleh hasil optimal maka pertama-tama yang harus disingkirkan adalah: M.A.L.A.S. Benar gak teman-teman?
Tidak ada satu pun orang yang tidak menarik dan tidak sukses! Yang ada hanya orang yang tidak mengembangkan diri secara maksimal (John Robert Powers).
Ada beberapa wujud kemalasan dalam kehidupan manusia:
Pertama, malas mengurus diri sendiri; seseorang yang tidak memiliki keinginan untuk serius dengan dirinya sendiri. Dia malas untuk belajar atau bekerja, dia malas untuk menjaga apa yang dia makan dan minum, dia malas untuk menjaga kesehatan dirinya, dsb.
Kedua, malas rohani; seseorang yang tidak mempunyai keinginan untuk memperhatikan dan giat dalam kehidupan rohaninya. Padahal, dia menyadari bahwa melakukan hal-hal rohani itu adalah baik, misalnya: beribadah ke gereja, setia berdoa dan membaca Alkitab.

Apa kata Alkitab tentang malas?
a. “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak” Amsal 6:6
Malas menjadikan manusia “seperti tidak bernilai” bahkan kalah dengan semut. Ketika melihat orang-orang yang malas, Amsal meminta kita belajar dari semut. Mengapa Amsal melakukan ini? Supaya orang malas malu dan kembali rajin. Semut yang kecil begitu rajin padahal tidak ada yang menyuruh, sedangkan manusia-yang diciptakan segambar dengan Allah, malah malas-malasan.
Melihat ini, masakan kita tidak malu dan terus memelihara kemalasan kita? Hendaknya kita memperhatikan Firman Tuhan ini dan menggunakan setiap kemampuan dan kesempatan yang Dia berikan dengan benar.
b. “Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak” Amsal 18:9
Kemalasan adalah unsur perusak dalam hidup sehari-hari. Karena kemalasan banyak jiwa yang telah hilang, kota-kota diamuk api, banyak rumah tangga jadi retak. Kemalasan telah menghambat gelandangan untuk mempunyai hidup yang lebih terhormat, dan menghambat pencuri-pencuri untuk jujur.
c. “Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar.” Amsal 19:15
d. “Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja.” Amsal 21:25
Malas berbahaya karena à Malas dapat ‘membunuh’ diri kita sendiri (Ams. 21:25). Kemalasan menimbulkan kerugian bagi diri sendiri. Kemalasan dapat juga mematikan/ mengerdilkan kemampuan dan potensi yang sebenarnya ada dalam diri kita. Hidup kitapun menjadi tidak berguna. Kemalasan rohani juga akan mengakibatkan kita tidak lagi dekat dengan Tuhan.

e. “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Efesus 5:14

Kemalasan menyebabkan cara hidup negatif, yaitu hidup yang terhenti dan tidak efektif yang kesemuanya itu Rohani kita menjadi gersang. Kemalasan rohani bukan saja dosa terhadap Allah, tapi juga dosa terhadap diri sendiri.
Kemalasan rohani apa yang menjangkiti kita saat ini? Ketika kita dijangkiti kemalasan, maka kita harus segera memperbaiki diri.

4 (Empat) Spiritual Check Up sehubungan dengan Kemalasan Rohani, adalah sebagai berikut:

Apa Kata Alkitab tentang "HAJARAN ALLAH"?

Hajaran dari Tuhan adalah fakta yang sering diabaikan dalam hidup orang-orang percaya. Kita sering mengeluh mengenai keadaan kita tanpa menyadari bahwa itu adalah konsekwensi dari dosa kita sendiri, dan adalah bagian dari hajaran yang penuh kasih dan kemurahan dari Allah untuk dosa itu. Ketidakpedulian yang berpusat pada diri sendiri ini dapat mengakibatkan terbentuknya kebiasaan berdosa dalam kehidupan orang percaya yang bahkan akan membutuhkan hajaran yang lebih berat.

Hajaran tidak boleh disamakan dengan hukuman yang tanpa perasaan. Hajaran Allah adalah respon kasih-Nya kepada kita, dan kerinduan-Nya agar kita semua suci. “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi” (Amsal 3:11-12). Allah menggunakan ujian, pencobaan, dan berbagai kesulitan untuk mempertobatkan kita kembali kepada-Nya. Hasil dari hajaran ini adalah iman yang lebih kokoh dan hubungan yang diperbaharui dengan Allah (Yakobus 1:2-4), termasuk hancurnya cengkeraman dosa itu dalam hidup Anda.

Minggu, 20 Mei 2012

Apa Kata Alkitab tentang TANDA-TANDA AKHIR ZAMAN?

Matius 24:5-8 memberi kita beberapa petunjuk penting sehingga kita dapat memahami mendekatnya akhir zaman. “Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.” Bertambahnya mesias-mesias palsu, bertambahnya peperangan, bertambahnya kelaparan, penyakit dan bencana-bencana alam – semua ini adalah “tanda-tanda” akhir zaman. Bahkan dalam ayat-ayat ini kita diberikan peringatan. Jangan sampai kita ditipu (Matius 24L4), karena peristiwa-peristiwa ini hanyalah permulaan dari sakit melahirkan (Matius 24:8), kesudahannya masih akan datang (Matius 24:6).

Banyak penafsir yang menunjuk pada setiap gempa bumi, setiap pergolakan politik, dan setiap serangan terhadap Israel sebagai tanda bahwa akhir zaman segera tiba. Walaupun peristiwa-peristiwa ini adalah tanda-tanda bahwa akhir zaman sementara mendekat, hal ini tidak berarti bahwa akhir zaman sudah tiba. Rasul Paulus mengingatkan bahwa “di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1). Hari-hari terakhir dilukiskan sebagai “masa yang sukar” karena meningkatnya kejahatan manusia dan orang-orang yang secara aktif “menolak kebenaran” (2 Timotius 3:1-9; lihat pula 2 Tesalonika 2:3).

Selasa, 15 Mei 2012

Apa Kata Alkitab tentang KEBANGKITAN YESUS?

Meskipun Alkitab tidak berusaha ”membuktikan” bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati, Alkitab memberikan bukti-bukti konklusif bahwa Yesus benar-benar bangkit. Kebangkitan Kristus dicatat dalam Matius 29:1-20; Markus 16:1-20; Lukas 24:1-53 dan Yohanes 20:1-21:25. Yesus yang bangkit juga nampak dalam kitab Kisah Rasul (Kisah Rasul 1:1-11). Dari bagian-bagian Alkitab ini Anda dapat memperoleh beberapa ”bukti” dari kebangkitan Kristus. Perhatikan saja perubahan dramatis dari para murid. Dari orang yang ketakutan dan bersembunyi dalam rumah, mereka beubah menjadi kelompok yang berani dan memberitakan Injil di seluruh dunia. Bagaimana mungkin Anda menjelaskan perubahan sedramatis ini kalau bukan Kristus yang sudah bangkit memperlihatkan diri kepada mereka?

Coba lihat kehidupan dari Rasul Paulus. Apa yang mengubah dia dari penganiaya gereja menjadi rasul bagi gereja? Hal itu terjadi ketika Kristus yang bangkit memperlihatkan diri kepadaNya di jalan menuju ke Damsyik (Kisah Rasul 9:1-6). ”Bukti” lain yang meyakinkan adalah kubur yang kosong. Jikalau Kristus tidak dibangkitkan, di mana tubuhNya? Para murid dan orang-orang lainnya melihat kubur di mana Kristus dikuburkan. Ketika mereka kembali lagi, tubuhNya tidak lagi di sana. Malaikat-malaikat menyatakan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagaimana dijanjikanNya (Matius 28:5-7). Bukti lain dari kebangkitan adalah banyaknya orang yang melihat Yesus yang bangkit (Matius 28:5,9, 16-17; Markus 16:9; Lukas 24:13-35; Yohanes 20:19, 24, 26-29; 21:1-14; Kisah Rasul 1:6-8; 1 Korintus 15:5-7).

Ayat kunci mengenai kebangkitan Kristus adalah 1 Korintus 15. Dalam pasal ini, rasul Paulus menjelaskan mengapa penting untuk mengerti dan percaya pada kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus penting karena alasan-alasan berikut ini: 

Senin, 14 Mei 2012

Apa Kata Alkitab tentang HOMOSEKSUAL?

Alkitab secara konsisten memberitahu kita bahwa perbuatan homoseksualitas adalah dosa (Kejadian 19:1-13; Imamat 18:22; Roma 1:26-27; 1 Korintus 6:9). Roma 1:26-27 secara khusus mengajarkan bahwa homoseksualitas adalah akibat dari penyangkalan dan penolakan terhadap Allah. Ketika seseorang terus di dalam dosa dan ketidakpercayaan, Alkitab mengatakan bahwa Allah “menyerahkan mereka” kepada hawa nafsu dan menjadi lebih jahat dan berdosa untuk menunjukkan kepada mereka kesia-siaan dari hidup yang terpisah dari Allah. 1 Korintus 6:9 mengatakan bahwa “pelaku-pelaku” homoseksualitas tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Allah tidak menciptakan seseorang dengan keinginan homoseks. Alkitab memberitahu kita bahwa seseorang menjadi homoseks karena dosa (Roma 1:24-27) dan pada akhirnya karena pilihan mereka sendiri. Seseorang mungkin dilahirkan dengan kecenderungan terhadap homoseksualitas, sama seperti orang dapat dilahirkan dengan kecenderungan kepada kekerasan dan dosa-dosa lainnya. Ini bukan merupakan dalih untuk hidup dalam dosa dengan mengikuti keinginan dosa mereka. Kalau seseorang lahir dengan kecenderungan untuk marah, apakah itu berarti ketika dia marah-marah lalu dianggap benar? Tentu tidak. Demikian pula dengan homoseksualitas.

Rabu, 09 Mei 2012

Apa kata Alkitab tentang MALAIKAT?

 
Malaikat adalah makhluk-makhluk rohani yang berkepribadian, memiliki akal budi, emosi dan kehendak. Hal ini berlaku baik untuk malaikat yang baik maupun yang jahat. Malaikat memiliki akal budi (Matius 8:29; 2 Korintus 11:3; 1 Petrus 1:12), menyatakan emosi (Lukas 2:13; Yakobus 2:19; Wahyu 12:17), dan menunjukkan bahwa mereka memiliki kehendak (Lukas 8:28-31; 2 Timotius 2:26; Yudas 6). Malaikat adalah makhluk-makhluk rohani (Ibrani 1:14) yang tidak memiliki tubuh jasmani. Namun demikian, sekalipun mereka tidak memiliki tubuh, hal ini tidak mengubah mereka sebagai pribadi-pribadi (sama halnya dengan Allah).

Pengetahuan yang dimiliki oleh para malaikat terbatas adanya karena mereka adalah ciptaan. Ini berarti bahwa mereka tidak mengetahui segala yang diperbuat Allah (Matius 24:36). Namun nampaknya mereka memiliki pengetahuan yang lebih besar dari yang dimiliki oleh manusia. Hal ini mungkin disebabkan oleh tiga hal. (1) Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tingkatannya lebih tinggi dalam alam ini dibandingkan dengan manusia. Karena itu secara alamiah mereka memiliki pengetahuan yang lebih besar. (2) Malaikat mempelajari Alkitab dan dunia ini dengan lebih menyeluruh dibandingkan manusia dan dengan demikian mendapat lebih banyak pengetahuan (Yakobus 2:19; Wahyu 12:12). (3) Malaikat mendapat pengetahuan melalui mengamati kegiatan-kegiatan manusia. Berbeda dengan manusia, malaikat tidak perlu mempelajari masa lalu; mereka mengalaminya. Karena itu, mereka tahu bagaimana orang-orang lain bertindak dan bereaksi dalam berbagai situasi dan dapat dengan tingkat ketepatan yang tinggi meramalkan bagaimana kita akan bertindak dalam situasi yang sama.

Apa kata Alkitab tentang PUASA?

Alkitab tidak memerintahkan orang-orang Kristen untuk berpuasa. Puasa bukanlah sesuatu yang dituntut atau diminta Allah dari orang-orang Kristen. Pada saat yang sama, Alkitab memperkenalkan puasa sebagai sesuatu yang baik, berguna dan perlu dilakukan. Kitab Kisah Rasul mencatat tentang orang-orang percaya yang berpuasa sebelum mereka mengambil keputusan-keputusan penting (Kisah Rasul 13:4; 14:23). Doa dan puasa sering dihubungkan bersama (Lukas 2:37; 5:33). Terlalu sering fokus dari puasa adalah tidak makan. Seharusnya tujuan dari puasa adalah melepaskan mata kita dari hal-hal duniawi dan berpusat pada Tuhan. Puasa adalah cara untuk mendemonstrasikan kepada Tuhan, dan kepada diri sendiri, bahwa Anda serius dalam hubungan Anda dengan Tuhan. Puasa menolong Anda untuk memperoleh perspektif baru dan memperbaharui ketergantungan pada Tuhan.

Kamis, 03 Mei 2012

Apa kata Alkitab tentang PERLUKAH ORANG KRISTEN BEROLAHRAGA ?

Pertanyaan: Perlukah orang Kristen berolahraga? Apa kata Alkitab mengenai kesehatan?

Jawaban: 1 Timotius 4:8 memberitahu kita, “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.” Perhatikan bahwa ayat ini tidak mengatakan bahwa olahraga tidak ada gunanya. Ayat ini mengatakan bahwa olahraga berguna, namun mengungkapkan prioritas yang benar dengan mengatakan bahwa ibadah memiliki nilai yang lebih besar. Rasul Paulus juga menyebut tentang latihan badani dalam ilustrasi mengenai kebenaran rohani. 1 Korintus 9:24-27, “ Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” 2 Timotius 2:5: “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.” 2 Timotius 4:7: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.”