YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

Andrew Murray, Diubah dan Mengubah Orang Melalui Doa

Bila orang kerap menganggap doa sebagai kekonyolan, tidak demikian halnya dengan Andrew Murray. Semua bermula saat ia mendengarkan William C. Bruns berkhotbah di Aberdeen, Skotlandia. Burns adalah pengkhotbah yang sudah banyak berperan terhadap kegerakan rohani yang melanda Kilsyth, Skotlandia, pada 1839. Meski saat itu Anrew masih berumur 10 tahun, ia menangkap pengajaran Burns, terutama mengenai doa mengubah manusia dan memberikan manusia harapan yang baru. Bertahun-tahun kemudian, Andrew memutuskan untuk masuk ke sekolah teologia setelah menyelesaikan pendidikan formalnya. Ia belajar di University of Utrecht dan kebetulan di sana sedang terjadi gerakan Het Reveil. Suatu kebangunan rohani penentang rasionalisme. Sedikit banyak, hal ini sangat berpengaruh pada diri serta perkembangan rohani Andrew.

Setelah menyelesaikan studinya, Andrew diutus gereja Reformasi Belanda untuk melakukan pelayanan di Cape Town, Afreika Selatan. Di sanalah ia bertemu Emma Rutherford yang kemudian dinikahinya. Dari pernikahan itu ia memiliki empat anak lelaki dan empat anak perempuan.

Pada 1879 mendadak Andrew sakit tenggorokan yang membuatnya tidak bisa berbicara. Dua tahun kemudian ia pergi berobat ke Betshan, rumah pengobatan milik W.E. Boardman yang ada di London. Di sini semua pasien disembukan bukan dengan iman dan bukan dengan obat-obatan seperti sebagaimana lazimnya. Ternyata di sana sakit tenggorokannya sembuh total, sehingga ia bisa kembali berkhotbah dan mengajar. Semua pengalaman tersebut makin menguatkan pemahamannya bahwa doa adalah kunci perubahan. Andrew kemudian banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan pelayanan kejemaatan. Namun ia juga mengajar dan menulis banyak buku yang bertema doa, kekudusan hidup, pendidikan terhadap anak-anak, dan pelayanan doa syafaat.

Lelaki yang dikenal sebagai pendoa ini meninggal dunia pada 18 Januari 1917. Meski telah tiada, pengajaran doanya mengubah hidup banyak orang. Salah satunya Jessi Penn-Lewis, tokoh penting dalam kebangunan rohani yang melanda Wales 1904-1905.

Sabtu, 15 Agustus 2015

Kesaksian : MEMAAFKAN CARA ABRAHAM LINCOLN


Saat Abraham Lincoln (1809-1865) masih pengacara muda, ia sering berkonsultasi dengan pengacara lain tentang kasusnya.

Suatu hari, ia duduk di ruang tunggu untuk menjumpai seorang pengacara senior. Tapi ketika tiba waktunya, pengacara itu hanya melihat Lincoln sekilas dan berteriak, “Apa yang dia lakukan di sini? Singkirkan dia! Aku tidak akan berurusan dengan seekor monyet kaku!”
Lincoln berpura-pura tidak mendengar, walaupun dia tahu kalau hinaan itu disengaja. Biarpun malu, dia tetap bersikap tenang. Kemudian ketika pengadilan berlangsung, Lincoln diabaikan. Namun pengacara yang telah menghina Lincoln dengan begitu kejamnya, ternyata bisa membela kliennya dengan brillian. Penanganannya atas kasus itu membuat Lincoln terpesona. Katanya dalam hati, “Nalarnya sangat bagus. Argumennya tepat dan sangat lengkap. Begitu tertata serta benar-benar dipersiapkan! Aku akan pulang dan lebih giat belajar hukum lagi.”

Waktu berlalu…
Lincoln menjadi presiden Amerika Serikat pada bulan Maret 1861. Di antara kritikus utamanya, terdapat Edwin M. Stanton, pengacara yang pernah menghinanya dan melukai hatinya begitu dalam. Namun Lincoln mengangkatnya di posisi penting sebagai Sekretaris Perang. Ia tidak pernah lupa bahwa Stanton adalah pengacara berotak cerdas, yang amat dibutuhkan negaranya.

Saat Lincoln meninggal, Stanton berkata, “Dia (Lincoln) merupakan mutiara milik peradaban.”
“Hanya seseorang yang berkarakter dan mau memaafkan seperti Lincoln, dapat bangkit & berhasil di atas penghinaan! Maka, jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain menentukan cara kita bertindak. Pilih untuk tetap berbuat baik dan belajarlah memaafkan. Jadikan “sampah” sebagai 'pupuk' atau 'bahan bakar' untuk maju—baik di lingkungan keluarga, kerja, atau tempat tinggal kita.”

(Sumber: J. King)


Roma 12:17-21
12:17 Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
12:21 Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Kamis, 05 Februari 2015

Kesaksian : Pengalaman di Surga oleh Pdm Erhan Ernanta

Berikut ini adalah khotbah dan kesaksian seorang hamba Tuhan yang baru-baru ini mengalami pengangkatan roh ke neraka dan surga. Nama hamba Tuhan ini adalah Pdm. Erhan Ernanta. Pdm Erhan Ernanta meninggal selama 2,5 jam lalu bangkit lagi pada tanggal 14 Agustus 2010. Dia akan menceritakan kesaksiannya tentang Sorga yang telah ia lihat dan alami sendiri.

Berikut ini kesaksian dan khotbahnya:

Yes. 44:21 berkata, “Ingatlah semuanya ini, hai Yakub, sebab engkaulah hamba-Ku, hai Israel. Aku telah membentuk engkau, engkau adalah hamba-Ku; hai Israel, engkau tidak Kulupakan.”

Sebesar apapun badai dalam hidup Anda, jangan pernah berpikir untuk mundur. Sehebat apapun persoalan Anda, janganlah menyerah. Sebab Dia adalah Allah yang tidak melupakan Anda bahkan Dia akan memegang tangan Anda (Yes 41:10).

Apapun keadaan kita dan masalah yang kita hadapi, termasuk masalah rumah tangga, keuangan, kesehatan, pelayanan, atau apapun saja, Anda tidak perlu takut, sebab Dia adalah Allah yang tidak terbatas kuasanya. Dia sanggup melakukan mukjizat buat Anda. Di surga ada Tuhan yang sanggup melakukan perkara besar buat Anda.

Baru-baru ini saya mengalami pengalaman yang akan mengubah total kehidupan saya. Ceritanya begini:

Setahun yang lalu saye dideteksi dengan penyakit jantung. Ada kelemahan di jantung saya sehingga saya bergantung kepada obat-obatan dan harus berolah raga secara rutin.

Tiga atau empat bulan yang lalu, berat badan saya turun drastis sekitar 8 kg. Saya cek di laboratorium, hasilnya gula darah saya sangat tinggi. Lalu saya ke dokter dan diberi obat, dan gula saya mulai turun.

Pada tanggal 14 agustus 2010, kira-kira jam 11 siang, saya megnalami peristiwa yang luar biasa, yang dinamakan dengan Near Death Experience (pengalaman menjelang kematian). Saat itu jantung saya berdebar dengan keras. Sekonyong-konyong saya menjadi lemas dan keluar keringat dingin. Saya berbaring di pinggir tempat tidur. Saya memanggil istri saya, “Cepat tolong aku! Cepat bawa aku ke rumah sakit!”

Saya panggil istri dan anak saya dan berkata supaya mereka berdoa. Tiba-tiba saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Saya berkata kepada istri saya bahwa saya ini mau mati dan saya takut sekali. Anak saya berteriak, “Jangan mati papi….!!!”

Tiba-tiba saya tidak sadar diri dan roh saya dibawa naik tinggi sekali dan pergi ke sebuah tempat yang sangat panas sekali. Tempat itu berbatuan dan terjal. Di kanan kiri ada pepohonan tetapi kering semua. Tidak ada daun dan buah. Saya melihat seorang wanita di sebelah kiri saya dan itu adalah adik istri saya yang meninggal beberapa tahun yang lalu. Lalu muncul pria di sebelah kiri, dan dia adalah almarhum mertua saya. Di sebelah kanan saya muncul lagi seorang pria dan itu adalah papa saya. Semua orang yang saya sebutkan itu tidak mengenal Kristus.

Saya sempat berpikir, mengapa kok saya dijemput mereka?

Lalu saya diajak berjalan terus dan jalan itu semakin menyempit. Di sebelah kanan dan kiri yang ada hanyalah kegelapan. Saya melihat ke bawah dan pemandangan di bawah sungguh mengerikan. Di sana ada lautan manusia. Mereka saling membunuh dengan pedang, tombak, dsb. Darah muncrat kemana-mana. Ada juga binatang-binatang buas yang saling membunuh dengan manusia.

Saya ketakutan dan berseru, “Tolong aku Tuhan Yesus…aku dalam bahaya!”

Tanah di tempat saya bertelut itu bergetar tiga kali. Pada getaran yang ketiga itu sangat keras dan saya bangkit berdiri. Kali ini saya melihat fenomena yang amat ajaib. Saya melihat sinar yang sangat menakjubkan. Saya melihat di sebelah kiri saya ada pepohonan yang tinggi dan ada banyak buah. Saya belum pernah melihat pohon seperti ini. Lalu saya menengok ke bawah dan sejauh saya memandang semuanya berwarna kuning transparan. Saya tahu itulah emas. Saya tahu bahwa saya berada di surga. Saya berjalan di lantai emas itu. Lantas di kejauhan sana saya melihat ada pintu gerbang yang sangat indah.

Pintu itu terbuka lebar. Pertama kali yang saya dengar adalah pujian dan penyembahan yang sangat indah. Bahkan pujian itu masuk ke dalam roh saya.

Di sana ada banyak rumah yang tak terhitung jumlahnya. Tiba-tiba saja saya berada di depan sebuah rumah. Di sana ada takhta putih. Di tengah takhta itu ada seorang Pria yang berjubah putih dengan membawa tongkat. Saya menatap wajah-Nya. Tiba-tiba saya jatuh tersungkur, sebab dari wajah-Nya terpancar sinar yang sangat kuat. Untuk kedua kalinya saya mencoba melihat wajah-Nya dan lagi-lagi saya jatuh tersungkur. Sampai saya mencoba yang ketiga kalinya dan saya tetap jatuh tersungkur.

Saya terdiam sejenak. Tiba-tiba paha kiri saya ditepuk dengan tongkat tiga kali. Saya mengerti bahwa saya disuruh melihat wajah-Nya. Lalu saya mendongak dan saya bisa melihat wajah Tuhan Yesus dengan jelas sekali. Wajah itu begitu memukau dan mempesona. Saya merasa sangat aman, tenteram, dan damai ketika memandang wajah-Nya. Wajah itu penuh kelembutan dan kasih sayang. Lalu saya berkata, “Aku tidak mau ke dunia. Aku mau di sini saja. Di dunia banyak persoalan dan penderitaan. Biarkan aku di sini saja. “

Tuhan berkata, “Di dunia memang banyak persoalan. Tetapi kamu harus kembali ke dunia.”

Aku berkata, “Tidak mau. Aku mau di sini saja.”

Sabtu, 12 Juli 2014

Saya Bangga Mengenal Yesus



Meskipun tak memiliki harta di dunia, namun dapat mengenal dan merasakan cinta Tuhan Yesus merupakan anugerah terindah yang pernah dirasakan oleh Rasiman (62). Sungguh, semua itu tak mampu dibandingkan dengan yang lain. Karena cinta Yesus telah mengubahkan hidupnya menjadi lebih berarti. Inilah kisah perjuangannya dalam mengenal Sang Juruselamat. 

31 Desember 1949 silam, tepatnya di Kebumen, Jawa Tengah saya lahir ke dunia ini dari keluarga yang belum mengenal Yesus. Keluarga saya sangat meyakini ajaran kejawen (Jawa). Jika ada hal-hal aneh yang terjadi dalam hidup kami, biasanya kami berkonsultasi pada dukun (orang pintar). Hal itu berlaku sejak saya kecil hingga dewasa.

Keadaan pas-pasan orangtua saya, membuat saya hanya dapat menikmati pendidikan sampai kelas 6 SD. Setamat sekolah saya harus bekerja. Mulanya bekerja pada paman, membantu beliau berdagang kelontong. Namun semangat muda yang sangat menggelora, membuat saya tergoda untuk merantau ke Jakarta seperti yang dilakukan beberapa teman saya.

Di Jakarta, saya tidak mempunyai kerabat atau saudara. Yang ada hanya keluarga teman sekampung. Mengawali perjuangan di Jakarta, saya menginap di rumah seorang teman sekaligus membantu keluarganya berdagang. Namun, karena berbagai banyak hal, akhirnya saya memutuskan bekerja sebagai kuli bangunan dan tinggal di bedeng (rumah sementara yang disediakan mandor bangunan di area bangunan).

Bekerja sebagai tukang bangunan kala itu, membuat penghasilan saya jauh lebih baik. Hal ini membuat saya berani menikahi seorang wanita dari kampung halaman, dan membina rumah tangga bersamanya. Setelah kami menikah, kami menyewa sebuah rumah kontrakan.

Senin, 31 Maret 2014

KESAKSIAN : DARI PENGIKUT SETAN MENJADI PENGIKUT TUHAN

Flora adalah seorang gadis pendiam yang mendaftar di sekolah lanjutan Advent di Manado Indonesia bagian timur. Flora tidak banyak bicara dengan teman-temannya sesama siswa bahkan dengan guru-gurunya. Jadi tidak ada orang yang banyak tahu tentang dia. Mereka duga dia datang dari keluarga non-Advent, dan karena banyak siswa yang datang dari keluarga non-Advent, jadi tak ada orang terlalu banyak memikirkannya.

Flora membaur di dalam kelas-kelas dan kegiatan-kegiatan sekolah, tetapi tampaknya dia tidak bergairah mengenai agama.

Penyataan yang Mengagetkan

Setelah beberapa bulan sekolah berjalan diadakanlah Pekan Doa 10 hari. Pendeta yang memimpin Pekan Doa itu menggunakan waktu berjam-jam untuk memberi nasihat dan bimbingan rohani kepada para siswa. Pada suatu hari pendeta itu melihat nama Flora tertera di dalam daftar para siswa yang ingin menemuinya. Setelah dia tiba, dia memberikan banyak pertanyaan tentang apa yang diajarkan Alkitab dan gereja. Esoknya dia datang lagi dan memberikan pertanyaan yang lebih banyak. Kemudian pada hari Jumat dia datang lagi ke kantor, kali ini dengan penyataan yang mengejutkan, "Saya datang ke sekolah ini bukan untuk memperoleh pendidikan Kristen, " katanya memulai. "Saya dikirim ke sini untuk membagikan kepercayaan saya kepada para siswa dan berupaya untuk mempertobatkan mereka kepada agama saya."


Rabu, 12 Februari 2014

SUATU KESAKSIAN PELAYANAN YANG MENYENTUH HATI “ DAVID LIVINGSTONE “



Livingstone kembali ke Inggris Raya pada masa cutinya yang pertama setelah 16 tahun berada di pedalaman Afrika. Dia diminta untuk berbicara di Universitas Glasgow. Barangkali dia akan menolak jika saja dia tahu apa yang sedang menantikan dia.Sudah menjadi kebiasaan para mahasiswa pada masa itu untuk mengganggu pembicara-pembicara yang datang,dan mereka sudah betul-betul siap untuk pembicara ini juga. Mereka membawa ketapel, terompet mainan, giring-giring, dan alat pembuat keributan lainnya yang dapat ditemukan.

Livingstone berjalan menuju podium dengan langkah seorang laki-laki yang telah berjalan 11000 mil. Lengan kirinya tergantung dengan lemah disisi tubuhnya, karena hampir saja terkoyak dari tubuhnya oleh serangan seekor singa besar. Kulit wajahnya coklat gelap akibat 16 tahun berada di bawah matahari Afrika. Wajah itu berkerut penuh garis-garis yang tidak terhitung jumlahnya karena demam Afrika yang merusak dan menguruskan tubuhnya. Dia telah diserang oleh orang-orang biadab dan oleh orang-orang Turki yang menjalankan perdagangan budak yg kejam. Telinganya setengah tuli akibat demam rematik dan dia setengah buta akibat cabang pohon yang menampar matanya di hutan.

Para mahasiswa terbelalak, dan mereka sungguh tahu bahwa di hadapan mereka adalah sebuah kehidupan yang dalam arti sesungguh nya benar-benar habis terbakar bagi Allah. Tidak ada giring-giring yang dibunyikan, tidak ada kaki yang bergeser.Keheningan menyelimuti aula besar itu dan mereka mendengarkan dalam kebisuan pada saat Livingstone mengisahkan perjalanannya dan tentang kebutuhan-kebutuhan yang sangat luar biasa dari populasi Afrika yang besar.

"Saya akan memberitahukan kepadamu, suatu hal yang menopang saya di tengah-tengah semua kerja keras, penderitaan, dan kesepian yang sangat besar.Yaitu sebuah janji, janji dari seorang pria yang bermartabat paling luhur; yaitu janji ini : “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.” (Matius 28:20) Inilah rahasia komitmen dari Livingstone. Sebuah ayat yang sangat sederhana, tidak membutuhkan pemahaman Alkitabiah yang rumit. Masalahnya sederhana saja: apakah kita percaya? Livingstone percaya dan menemukan kekuatan yang tidak ada habis-habisnya dalam janji tersebut.

Senin, 15 Juli 2013

KESAKSIAN AKIANE: "Melukis wajah Tuhan Yesus pada umur 8 tahun"

Istilah "Anak Prodigy" memiliki arti: "anak yang memiliki kemampuan sama dengan orang dewasa yang terlatih pada umur yang masih sangat muda, yaitu di bawah 13 tahun"

Salah satu anak yang diberkati Tuhan dengan talenta luar biasa dalam seni gambar dan puisi ini salah satunya adalah Akiane Kramarik di mana dia belajar menggambar sendiri pada umur 4 tahun, belajar melukis sendiri pada umur 6 tahun dan telah menghasilkan lukisan dengan kualitas luar biasa pada umur 7 tahun. Dan yang lebih luar biasa, dia mengenal Tuhan Yesus tidak dari siapapun tetapi Tuhan yang menemui dia sejak 3 tahun dan mengajarinya menggambar dan melukis hingga mamanya yang ateis pun percaya kepada Tuhan.

Kamis, 13 Juni 2013

Kesaksian : BILLY GRAHAM BERTOBAT



Gadis-gadis mengelu-elukan bintang bola basket dan “baseball” yang muda itu di SMA Sharon di dekat Charlotte, Negara Bagian North Carolina – USA. Pada suatu hari pemuda itu berharap menjadi seorang pemain baseball utama di perkumpulan-perkumpulan baseball yang besar. Jika tidak demikian, ia berpikir mungkin ia akan menjadi seorang petani sepeti ayahnya.

Billy berusia 17 tahun pada saat seorang bekas petinju bayaran yang telah berubah menjadi penginjil datang ke kota Charlote. Mordecai Ham, seorang penginjil yang berapi-api dan suka menunjuk orang-orang yang berdosa secara langsung.

Minggu, 26 Mei 2013

PENGLIHATAN NERAKA

OLEH : EMMANUEL AGYARKO




Emmanuel Agyarko adalah seorang remaja dari Kumasi di Ghana. Dia mulai melihat penglihatan-penglihatan ketika dia masih seorang kanak-kanak tetapi hanya sesekali. Tetapi, sekitar tahun 2009 menjadi meningkat, dan Tuhan telah menunjukkan kepadanya banyak penglihatan-penglihatan sejak tahun 2009. Dia telah ke Surga dan Neraka pada peristiwa yang tak terhitung.

Sabtu, 09 Februari 2013

Kesaksian Pertobatan Orang Sufi dari Algeria


AlgeriaSheikh Wazzani adalah seorang Sufi Muslim dari Afrika Utara. Dia membagikan kesaksiannya bagaimana dia berjumpa dengan Sang Penyelamat. Seorang hamba Tuhan di Algeria Selatan lalu menuliskan kesaksian tersebut. Saat kesaksian ini ditulis, Sheikh Wazzani sudah tua dan telah buta karena usia tuanya. Inilah kesaksian yang diucapkan oleh Sheikh Wazzani:

Sebuah Kitab dan Orang dari Negeri Asing

Saya, Sheikh Wazzani, melihat seorang pria sedang membaca buku ketika saya berjalan melewati satu tempat. Lalu saya bertanya, "Apa yang sedang Anda baca?" Pria itu balik bertanya pada saya "Apakah Anda ingin membacanya?" Lalu saya mengambil buku itu dan membaca sebanyak 12 bab. Buku itu adalah Kitab Injil. Pria itu kembali bertanya pada saya, "Apakah bagus?" "Ya," jawab saya.
Dia mengambil buku itu dari saya, dan berkata, "Saya membutuhkan buku ini; Saya tidak bisa memberikannya kepada Anda; Saya harus pergi karena saya berasal dari negeri asing". Saya mengembalikan bukunya dan juga memberikan sedikit uang padanya. Wajahnya bercahaya, dan dia mengucapkan terimakasih. "Saya orang Arab, dan buku itu tidak ada di negara kami ini." kata saya. "Anda akan menemukannya," jawabnya sambil berlalu.

Kesaksian pertobatan Indah, gadis Sunda


Nama saya Indah. Saya seorang Sunda. Saya kenal kekristenan ketika di sekolah dasar. saya sering menghina tentang Kristen terutama soal makanan yang disebut haram dalam agama saya dulu (Islam), tetapi sekarang makanan itu halal untuk saya. Yang haram adalah perbuatan kita bila berbuat dosa. Keluarga saya hampir semua menyandang gelar haji, tetapi sejak kecil saya hampir tentang agama dan menekuninya.

Kamis, 31 Januari 2013

Kesaksian: Ilmu hitam membawa Maida bertemu kasih Yesus

Maida Supriyatno, anak keempat dari tujuh bersaudara. Ia dilahirkan di Kalten Solo Jawa Tengah. Maida dilahirkan dari keluarga yang mempunyai latar belakang agama islam. Dari kecil ia membenci agama Kristen apalagi yang namanya Yesus.

Sejak SD ia sudah mempelajari ilmu hitam. Ia dapat memguasai ilmu pellet, ilmu santet, ilmu kontak, ilmu menghilang dan guna-guna. Awalnya hanya coba-coba, tetapi karena ingin membuktikan keampuhan ilmu-ilmu yang sudah ia dapat, maka ia mulai mencari masalah dengan orang lain.

Maida sering mengajak orang lain duel dengannya. Dan terbukti ia dapat memenangkannya. Ia menjadi semakin sombong setelah itu. Ia mulai mencoba ilmu peletnya kepada wanita yang akhirnya membuat wanita itu mengejar-ngejar Maida. Semua keinginannya dapat ia penuhi dengan ilmunya itu.

Suatu hari, ia pernah ingin mengerjai salah satu dari temannya yang beragam Kristen, tetapi entah mengapa ilmunya tidak dapat mengenai temannya itu. Lalu ia mulai bertanya ilmu apa yang temannya gunakan. Ternyata temannya berkata ia mempunyai Yesus.

Kesaksian : Seorang rahib Buddha dibawa ke Surga & neraka

Kesaksian dari Athet Pyan Shinthaw Paulu - Mantan Rahib Buddha di Myanmar

Kalimat Pembuka
Kesaksian yang luar biasa dari seorang Rahib Budha di Myanmar ( Burma) yang hidup kembali menjadi seorang yang diubahkan. Kisah berikut adalah terjemahan bebas dari kesaksian yang direkam dari seorang yang hidupnya diubahkan. Ini bukan sebuah wawancara atau biografi, tapi kisah yang dituturkan oleh orang tersebut sendiri.

Reaksi tiap-tiap orang berbeda-beda ketika mendengar kisah ini. Ada yang mendapatkan semangat, ada yang ragu, beberapa bahkan mengejek dan mentertawakan, bahkan ada beberapa dengan penuh kegusaran dan marah karena mereka yakin bahwa kisah ini adalah 'ocehan' dari orang yang sudah gila atau suatu penipuan yang cermat.

Ada umat Kristen yang menentang karena kejadian yang radikal dan ajaib ini tidak cocok untuk mereka, mengesankan seolah-olah Allah yang maha kuasa itu lemah. Pada awalnya kami mengetahui kisah ini dari beberapa pemimpin gereja yang berbagi pengalaman dengan kami.

Para pemimpin itu sudah meneliti kisah ini dan tidak menemukan kisah ini sebagai suatu kebohongan. Dengan pemikiran ini kami memutuskan untuk berani melangkah mengabarkan kisah ini. Kami lakukan ini bukan untuk mencari uang atau untuk mempromosikan diri. Kami hanya ingin kisah ini diketahui dan membuat orang Kristen yang percaya menilainya secara Alkitabiah.

Jika Tuhan menginginkan bagian dari kisah ini untuk KemuliaanNya atau untuk membangun UmatNya, maka kami berdoa agar Roh Kudus bekerja di dalam hati setiap pembaca. Beberapa orang menceritakan pada kami bahwa mereka berfikir bahwa Rahib itu tidak benar-benar mati tetapi hanya ada dalam ketidaksadaran (mati suri), dan hal-hal yang dia lihat dan dengar adalah bagian dari halusinasi orang yang kena demam. Apapun yang anda pikirkan, faktanya tetap bahwa kejadian ini secara drastis telah menjadikan orang ini hidupnya berubah 180 derajat sesudah kejadian di bawah ini.

Dia tanpa rasa takut, dengan berani mengisahkan pengalamannya, dengan resiko besar, termasuk dipenjara. Dia juga dicaci maki oleh saudara-saudaranya, teman-teman, rekan-rekannya dan diancam dibunuh karena menolak untuk mengkompromikan kisahnya. Apa yang memotivasi orang ini untuk berisiko? Percaya atau tidak, kisah ini layak untuk didengarkan dan dipertimbangkan.

Dalam masyarakat barat yang sinis, banyak orang mendambakan bukti yang kuat untuk hal-hal tersebut. Bukti yang berani dihadapkan di pengadilan. Dapatkah kita yakin tanpa ragu bahwa semua ini betul-betul terjadi? Tidak, kita tidak dapat. Tetapi kami tetap merasa berkewajiban untuk mengabarkan kisah orang ini dengan kata-katanya sendiri di mana pembaca dapat menilainya sendiri.


Latar Belakang
Halo, nama saya Athet Pyan Shinthaw Paulu. Saya dari negara Myanmar. Saya ingin berbagi dengan anda kesaksian saya ini tentang apa yang terjadi pada saya, tetapi sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit latar belakang saya sejak saya kecil. Saya dilahirkan tahun 1958 di kota Bogale, di daerah delta Irrawaddy Myanmar selatan (dahulu Burma). Orang tua saya penganut agama Budha yang beriman (taat) seperti kebanyakan orang di Myanmar, memanggil saya si Thitphin (yg artinya pohon). Kehidupan di mana saya bertumbuh sangat sederhana.

Pada umur 13 tahun saya keluar sekolah dan mulai bekerja di perahu nelayan. Kami menangkap ikan juga udang di beberapa sungai besar dan kecil di daerah Irrawaddy. Pada umur 16 saya jadi pemimpin perahu. Saat itu saya tinggal di utara pulau Mainmahlagyon (Mainmahlagyon artinya pulau wanita cantik), di bagian utara Bogale dimana saya dilahirkan. Tempat ini kira kira 100 mil barat daya Yangoon (Rangoon) ibu kota negara kami.

Selasa, 27 November 2012

Kesaksian: Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Bertobat

Saya Lukas Bundiyanto, anak pertama dari lima bersaudara. Kehidupan saya yang hancur berantakan di Bali. Sebenarnya saya minggat ke Bali karena papa saya marah setelah mengetahui saya suka ke tempat pelacuran di Magelang.

Kebiasaan ini saya ulangi lagi ketika saya sudah bekerja di Bali dan tidak hidup bersama dengan pasangan gay saya itu lagi. Jadi di Bali selain menjalani hubungan sesama jenis, saya juga beberapa kali pergi ke tempat pelacuran wanita. Semua jenis dosa sudah saya lakukan. Dari free-sex sampai nge-drugs. Hidup saya benar-benar hancur.

Awal mengenal kehidupan gay

Sabtu, 14 Juli 2012

Kesaksian: Neraka itu nyata, Saya pernah disana!

oleh Jennifer Perez

Kesaksiaan seorang gadis 15 tahun yang dibesarkan dari keluarga kristen , kemudian membelakangi dalam perjalanan hidup.. menemukan dirinya overdosis, sekarat, dikirim ke Neraka. Sangat beruntung, diberikan kesempatan kedua dan missi untuk kembali ke dunia memperingatkan yang hilang, pengkhianat dan yang hangat-hangat kuku, dengan peringatan penting.

( Di transkrip dari Audio)
Allah memberkatimu saudara dan saudari, saya mau kamu membuka Alkitab dari Ayub 2 : 28

"Kemudian dari pada itu akan terjadi bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi teruna-terunamu akan mendapat penglihatan"


Nama saya Jennifer Perez, berumur 15 tahun. Berat untuk orang muda seperti saya yang datang dan mengenal kesalahan saya. Tetapi dengan bantuan , Roh Kudus, akan membantu saya dan memberi kekuatan yang saya perlu. Pertama saya mau sampaikan bahwa semua ini untuk hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus. Saya tidak mau katakan suatu doktrin atau buat doktrin apapun yang baru, saya hanya mau ceritakan apa yang telah saya lihat, dengar dan telah rasakan.

Saya mau ceritakan sedikit tentang keluarga saya. Orang tua saya orang Kristen, mereka selalu ajarkan saya contoh yang baik, dan jalan Tuhan. Saya menjadi seorang Kristen 3 tahun yang lalu, ketika saya terima Yesus dengan seorang saudara Nicky Cruze. 2 Tahun saya dijalan Tuhan. Tetapi ketika saya mulai di Sekolah Tinggi, saya meninggalkan jalan Tuhan. Saya menentang orang tua saya dan terjerumus ke dalam narkoba. Teman-teman sayalah yang mengajarkannya.

Saya berpikir saya telah menjadi Kristen, dan agar supaya teman-teman meneladani dan menjadi Kristen. Ternyata, merekalah yang membawah saya keluar. Saya menentang orang tua saya, dan mereka mengira itu hanya kebiasaan anak yang beranjak dewasa. Tetapi sebetulnya, narkobalah pelakunya. Iblis masuk ke dalam saya. Pada saat saya menentang mereka. Mereka sangat ketat terhadap saya, tidak pernah dibiarkan pergi kemanapun, bahkan tidak membolehkan saya tidur di rumah teman. secara diam-diam saya akan melakukan sesuatu. Saya bolos sekolah. Saya bahkan tidak pergi ke sekolah, Saya sedang berada diambang kehancuran, tetapi Tuhan mengangkat saya keluar dari semuanya itu. Seperti yang saya katakan, Saya telah menjadi seorang Kristen.

Kesaksian saya mulai pada 2 Mei 1997. Saya punya teman dan teman-teman biasa, tidak lebih. Saya berpikir saya mengenalnya, tetapi kenyataannya, tidak. Malam itu, dia menelepon saya dan mengajak keluar . Orang tua saya tidak berada dirumah. Mereka berada diperkumpulan doa, seperti setiap Jumat. Saya katakan pada mereka bahwa saya sakit. Saya marah karena mereka tidak mengijinkan saya keluar walaupun saya katakan saya pergi dengan teman lain. Sewaktu mereka pergi, teman saya menelepon. Dia katakan, “Kenapa kau tidak keluar seperti yang lainnya?" Saya berpikir sebentar, "Saya tidak mau melawan orang tua saya, tapi mungkin, secara tersembunyi, orang tua saya tidak pernah akan tahu", dan itulah yang saya buat.

Jumat, 15 Juni 2012

Sebuah Kesaksian - Kebaikan Tuhan


Oleh Sandy Suharjono

Shaloom !…
Sudah lama sekali Sandy ingin menulis mengenai hal ini. Satu kisah nyata mengenai kebaikan Tuhan kepada keluarga Sandy. Kiranya tulisan ini dapat menjadi satu kesaksian untuk menguatkan iman teman-teman yang terkasih. Dan saya tahu saya menulis ini karena Tuhan dan Roh Kudus menyetujuinya.

Saya pernah menganggap diri Saya adalah orang yang paling menyedihkan di dunia, kalau melihat jalan hidup saya sendiri. Semenjak kecil, saya mengikuti orang tua saya, sudah beberapa kali saya mengalami kejatuhan demi kejatuhan, kebangkrutan demi kebangkrutan. Bisa saya hitung dengan tangan saat ini sudah tiga kali kami mengalami kejatuhan tersebut.
Keluarga kami tadinya adalah keluarga Budhist, yang terikat dengan banyak kuasa-kuasa kegelapan. Kami sudah pergi kemana-mana, hampir semua paranormal terbaik kami kenal. Kami istilahnya sudah memegang kepercayaan kepada tujuh berhala, tujuh wihara, dan tujuh dukun ! (Pokoke terikat deh !), dan saya sudah tidak dapat menghitung, sudah berapa kali keluarga kami datang ke Gunung Kawi (bahkan menurut cerita mami, dari umur satu tahun saya sudah dibawa ke sana).

Kami mencari mereka seperti mencari dokter yang manjur, dokter yang memberikan berkat ! Kami buta bahwasanya berkat itu datang dari Surga dan dari Tuhan. Nyata-nyatanya berkat mereka itu berhasil baik, ayah saya berhasil dalam pekerjaannya sebagai kontraktor. Kami diberikan proyek ratusan juta rupiah, mobil banyak, kebutuhan sangat mencukupi. Tapi walaupun hidup seperti itu, hidup kami hampa sekali. Gelap tanpa terang.
Sesudah kami hidup di puncak, masalah demi masalah mulai menggerogoti, dari keluarga, keuangan, oh, macam-macam. Iblis yang sudah memberikan semuanya itu, datang kembali untuk mengambil semuanya (mereka adalah roh-roh teritorial dan belalang pelahap). Kami jatuh bangkrut ! Hilang semuanya !
Dari itu kita bangkit lagi, cari lagi dukun dan paranormal, tempat ziarah yang lebih top ! Yang lalu kurang berhasil. Eh, dasar Iblis itu pintar, dikasih lagi berkat, lalu habis lagi dengan cara-cara dunia (ingat, kesenangan dunia yang diberikan oleh iblis itu hanya nikmat sesaat, sehabis itu mereka akan menggerogoti pikiran tubuh dan jiwa kita). Saya memang pada waktu itu sudah aktif di gereja (sejak kecil juga ke gereja, tetapi kalo disuruh pegang shio, yach pegang juga). Saya mulai merasakan hal yang sangat aneh dalam rumah dan keluarga. Bencana demi bencana, dan jangan lupa kalau kita berhubungan dengan okultisme, maka ada roh guna-guna yang ingin mengguncang keluarga. Bahkan saya pernah sendiri, ketika berdoa, saya melihat bayangan putih mendekati saya dengan cepatnya, masuk dalam pikiran saya, seorang wanita, dan dia itu setan yang mengganggu saya. Oh, rumah dan toko dulu kami itu ditanami berbagai macam jimat dan kertas-kertas mantera. Sungguh tidak enak, rasa-rasanya banyak kekuatan yang mengganggu diri keluarga kami.


Selasa, 05 Juni 2012

Kesaksian: TUHAN TELAH MEMBUKA MATAKU

 
-->
Oleh : Kartini A. I.

Kesaksian ini ditulis dengan harapan apa yang saya alami, kiranya bisa menjadi berkat baik bagi mereka yang telah percaya maupun yang belum percaya.

Sebelum saya percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat, saya adalah seorang Muslimah, berlatar belakang dari keluarga Muslim dan dibesarkan di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Sukabumi Jawa Barat. Dari apa yang saya yakini dan pelajari selama itu, saya tumbuh menjadi seorang Muslimah yang fanatik dan anti-Kristen, dan menjebak bahkan mendebat orang Kristen paling hobi.

Berteriak-teriak di depan gereja dengan bilang: "Maria, dipanggil Yesus cuek saja" pun pernah saya lakukan. Karena saya merasa bahwa apa yang saya yakini waktu itu, adalah paling benar dan diridhoi Allah SWT, sesuai dengan Qs. Ali Imran 19 yang berbunyi: Innaddinna indallaahil Islam (Sesungguhnya agama (yang diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam)

Di luar Islam semuanya saya anggap sesat, apa lagi orang Kristen, kafir, karena Allahnya ada tiga : Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus. Tapi alhamdullilah saya tidak pernah sampai membunuh orang Kristen.

Dan mengapa saya bisa percaya kepada Isa Almasih sebagai Tuhan dan Juruselamat ? Walaupun saya bangga dengan apa yang saya yakini dulu, tapi kalau bicara tentang hari penghakiman, itu paling takut dan paling ngeri karena saya tidak tahu pasti, kalau saya mati mendapat rahmnat Allah (masuk surga) atau laknat Allah (masuk neraka), karena saya manusia biasa yang tidak pernah luput dari kesalahan dosa.

Dari Sukabumi saya hijrah ke Bandung untuk belajar ketrampilan. Di kota kembang ini saya tinggal di pondokan atau kost. Teman-teman saya kebanyakan orang Kristen dan kebiasaan saya yang dulu tidak pernah berubah, menjebak dan mendebat orang Kristen masih sering saya lakukan dan saya tetap benci pada orang Kristen.


Jumat, 25 Mei 2012

Kesaksian: INDAH PADA WAKTUNYA (oleh: Juliman Zebua)

--> --> -->
Tuhan Maha Tahu dan juga adalah Maha Pemberi. Pemberian-Nya adalah jauh lebih indah dan berkesan bahkan lebih berharga dari apa yang pernah kita bayangkan atau harapkan sebelumnya.

Aku ingin sekali menceritakan kesaksian hidupku yang begitu sangat aku hargai yang telah Tuhan berikan kepadaku.
Dulu orangtua (ayah dari ayahku) adalah keturunan BALUGU yang berada. Tapi, karena tidak bisa diteruskan dengan baik, maka harta dan warisan yang ditinggalkan akhirnya habis dan tinggallah sisa dari semua itu yang kini kami keturunan mereka yang sekarang terus dipertahankan. 
Ayahku pun menikah dan dengan utang di tanah (Jujuran Gede). Tapi, karena kasih Tuhan, semua utang bisa terlunasi seiring dengan lahirnya kami, tiga bersaudara (Cewek-Cowok-Cowok). Tapi, ujian berat datang saat kami masih sedang beranjak besar masuk sekolah. Almarhum ayahku tidak lagi mau bekerja dan bahkan menghabiskan waktu di kedai tuak. 
Kejadian ini memang tak jarang didapatkan di Nias, bahkan sampai sekarang masih ada kedapatan ayah-ayah yang begitu.
Begitu sangat menderita keluarga terlebih Ibulah yang menanggung semua. Tapi, adalah masih beruntung anak-anak yang memiliki ibu yang baik, bijak, beriman dan punya semangat kerja buat anak-anaknya. Tapi, kalo ternyata tidak. Maka, bisa saya katakan itulah yang paling parah. Dan itu ada dan sering terjadi. Syukur sekarang sudah berkurang. Ibu yang mengambil keputusan untuk bunuh diri dengan berbagai cara dulu sering terjadi. Ibu yang tidak menerima perlakuan suami dan tidak sabar mengahadapi ujian yang tak pernah ia harapkan dan dia duga sama sekali sebelum berkeluarga mengakhirinya sendiri dengan kejam.

Minggu, 20 Mei 2012

Kesaksian: Satu Jalan Dalam Penantian

-->
Sumber Kesaksian : Hery Soetrisno

CBNI  -  Nama saya Hery Soetrisno dan istri saya Yeni Aprilia. Kami menikah  tahun  1982.  Waktu  itu  hidup saya masih pas-pasan tidak seperti saya ada sekarang  ini.  Dalam  perjalanan  hidup ini saya tidak pernah mengharapkan  menjadi orang yang kaya atau orang yang sukses. Pengharapan saya Cuma satu, saya ingin mempunyai anak.

Inilah  yang  menjadi  pergumulan  Hery  yang terutama dalam pernikahannya. Dalam  masa  penantian  anak  yang  dirindukan,  Hery  dan  istrinya telah berkonsultasi  pada banyak dokter, namun mereka tidak mendapat jawaban yang pasti.  Ketidakpastian  ini  jugalah  yang kemudian menyeret Hery melakukan banyak perbuatan yang salah.

Setelah  waktu  berlalu  sampai 5 tahun, saya menjadi bingung dan frustasi. Mau  pergi  ke  dokter  yang mana lagi?, semua sudah saya coba. Ada seorang teman  yang menyarankan saya pergi ke orang pintar, saya pergi kesana. Saya disarankan  pergi  ke  gunung  ini, saya pergi ke gunung itu, disarankan ke paranormal,  saya pergi ke paranormal. Apapun yang teman-teman saya katakan atau  apapun  informasi yang saya dengar maka saya akan pergi ke tempat itu dengan satu tujuan, ingin mempunyai anak.

Akhirnya saya diberitahu teman tentang seorang dukun yang pintar. Saya lalu berangkat   malam-malam   bersama  istri.  Saat  saya  bertemu,  dukun itu mengatakan  bahwa saya akan mempunyai anak dengan syarat saya harus mencari kelinci  malam  itu  juga karena dukun itu akan memberikan mantera-mantera. Malam itu juga saya mencari kelinci, saya memilih yang besar tubuhnya, yang matanya  besar.  Setelah  dimanterai  dukun  itu  menyuruh agar kelinci itu  disembelih di rumah dan dibuat sate tapi tanpa bumbu apa-apa. Sampai di rumah, kelinci itu saya sembelih, saya buat sate dan makan berdua dengan  istri.  Tapi  ternyata  saya  makan satu hari dua hari tidak habis. Sampai  rasanya  mual-mual  bahkan  sampai  muntah-muntah. Tapi karena saya rindu  punya  anak, saya paksakan memakannya sampai habis. Setelah itu saya tunggu satu bulan, dua bulan sampai tiga bulan ternyata tidak ada hasilnya. Saya tetap tidak bisa punya anak. Saya tetap harus mencari siapa orang yang bisa  menolong saya walau segala jalan telah saya coba. Waktu terakhir saya  tidak  punya  anak,  saya menjadi bingung. Rasanya semua jalan sudah buntu. Namun akhirnya saya punya pikiran untuk kembali kepada Tuhan.

Pergumulan Hery juga merupakan pergumulan Yeni Aprilia, istrinya. Bagaimana  ya?,  saya  sudah  merasa  putus  asa sekali. Hanya saja saya bilang kepada suami,  kita cari jalan keluar yang benar. Mungkin kita tidak bisa berharap kepada dokter saja.


Jumat, 18 Mei 2012

Kesaksian: Buku Kosong

-->Nama saya Ikhsan Jauhari (24 tahun), kalau dalam bahasa Arabnya Ikhsan itu artinya anak yang baik. Saya di didik di lingkungan Islam, akan tetapi ketika saya menduduki bangku SMP saya bersekolah di sekolah Kristen swasta bernama Immanuel (di Medan). Di Medan, sekolah yang paling bagus adalah sekolah Kristen. kebetulan dulu ibu saya juga bersekolah di sekolah kristen tapi Katolik (Santo Yusuf). Selama bersekolah di Immanuel saya sering ke Gereja hanya untuk kebaktian dalam artian bagian dari pelajaran agama di sekolah (karena kita harus minta tanda tangan pedentanya sebagai bukti kita menghadiri kebaktian tersebut). Selama 3 tahun saya banyak bergaul dengan sesama murid baik yang Kristen maupun yang non Kristen (ada Budha dan Islam). Hampir sebagian isi Alkitab saya kuasai (nilai agama yang saya peroleh di SMP juga bisa di bilang lumayan bagus).
Masuk SMA saya sekeluarga pindah ke Bandung. Kehidupan saya normal normal saja. Saya mempunya pacar yang sekarang menjadi ibud ari seorang anak saya. Pacar saya itu beragama Katolik (Roma). Suatu malam saya bermimpi saya sedang berada di tanah lapang sedang menggali untuk mendapatkan sesuatu. Setelah saya dapatkan ternyata itu adalah sebuah buku kuno. Di cover buku tersebut terdapat tulisan 'Aku adalah ALLAH, Akulah TUHAN, ...' Satu lagi saya lupa karena memakai bahasa yang tidak saya kenal tapi kedua arti pertama itu seperti nya saya langsung tau bahwa artinya seperti itu. Ketika saya buka isi buku itu semua halamannya kosong tidak tertulisi satu huruf maupun satu angka pun. Kemudian di halaman ke 20an saya mendapatkan tulisan tulisan seperti huruf Yunani. Saya tidak begitu tahu artinya kemudian saya terus membalik balikkan buku itu... sampai pada halaman terakhir saya mendapatkan sekumpulan gambar gambar tentang penyiksaan, pembunuhan dan sebagainya (semua hal yang sadis dan kejam ada di halaman terakhir itu). Saya terbangun dan tidak mengerti apakah artinya mimpi saya itu...

Pada pertengahan 1999 saya mengikuti sebuah misa paskah di Katedral bersama teman saya yang Katolik. Pada waktu perjamuan kudus, ketika saya menerima potongan roti dan anggur dari tangan Romo saya merasa sesuatu hinggap ke diri saya (karena saya merasakan semua bulu yang ada di tubuh saya berdiri), tak di sangka air mata saya pun ikut mengalir. Saya pulang ke rumah seperti biasa (saya tidak memberitahukan hal ini ke orang tua saya, karena pada waktu itu ayah saya menjadi wakil ketua PAN - Partai Amanat Nasional - Jabar). Setelah itu saya bertanya ke beberapa sumber yang dapat di percaya (dari segala denominasi kristen yang ada di Indonesia), dan semua jawaban yang saya daptkan sama terhadap mimpi saya itu...

Inilah arti mimpi itu...