YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUARGA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Maret 2013

5 Cara Mendidik Anak Supaya Patuh

Bukan dengan menghukum atau cara kekerasan.




Anak yang patuh bukanlah dibentuk dengan cara kekerasan atau hukuman. Kepatuhan pada anak justru bisa dimunculkan dari kesadaran dalam diri anak tersebut. Orangtua sebaiknya mendidik kepatuhan anak dengan cara yang membuatnya menyadari bahwa kepatuhan adalah nilai positif.

Sayangnya  hal itu tidaklah tidaklah mudah. Semua harus melewati proses yang membutuhkan kesabaran dan usaha ekstra, dan tentunya hal ini bukanlah hal yang tidak mungkin. 

Berikut adalah cara untuk melatih dan membuat anak supaya menjadi lebih patuh:

1. Konsisten

Untuk melatih anak supaya lebih patuh Anda harus konsisten dalam menentukan peraturan. Bila hari ini Anda melarangnya bermain di jalanan, maka minggu depan peraturan ini harus tetap dijalankan, karena anak selalu mencari celah untuk bisa melanggar aturan yang dibuat orangtuanya.


Minggu, 03 Februari 2013

10 HAL TABU DALAM MENDIDIK ANAK

Apa yang akan terjadi jika anak dibesarkan dalam kondisi yang dipenuhi dengan kekerasan? Tentu, ia akan mengadopsi cara-cara yang sering ia lihat ke dalam kehidupannya kelak. Meski tak selalu, lingkungan memang sangat berpengaruh terhadap kehidupan anak selanjutnya, termasuk bagaimana orang tua mendidik mereka. 

Anak yang dibesarkan dalam situasi keluarga yang nyaman tentu berbeda dengan anak yang selalu diberi hukuman fisik oleh orang tuanya. Sayangnya, tak sedikit orang tua yang tidak tahu bagaimana cara memberikan lingkungan yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan. 


Nah, berikut ini adalah 10 hal yang harus dihindari dalam mendidik anak:

1. Terlalu lemah
Misalnya, selalu memenuhi semua permintaan anak. Anak tidak diajar untuk mengenal hak dan kewajiban. Akibatnya, anak menjadi terlalu penuntut, impulsif (gampang melakukan tindakan tanpa perhitungan), egois, dan tidak memperhatikan kepentingan orang lain.



Sabtu, 02 Februari 2013

IBADAH KELUARGA: KELUARGA MENJANGKAU KE ATAS

Oleh Willie dan Aliene Oliver

Pendahuluan

Ibadah keluarga telah menjadi ritual spiritual yang mapan atau disiplin dalam rumah tangga Kristen selama beberapa generasi. Lebih dari sekedar ritual, ibadah keluarga dapat memberikan landasan yang kokoh untuk menghubungkan keluarga kepada Tuhan, menciptakan ikatan keluarga yang langgeng, dan meninggalkan suatu warisan rohani.

Hidup kita saat ini ditantang oleh banyak kekuatan yang menarik keluarga-keluarga kita -- kekuatan ini sekuat angin tornado yang meninggalkan banyak kehancuran keluarga atau hidup mereka penuh dengan puing-puing. Kekuatan ini tidak datang kepada kita tanpa dapat dijelaskan atau sebagai suatu kejutan. Dari awal sejarah bumi, Setan telah melancarkan serangan pada lembaga-lembaga utama Allah --Kkeluarga dan Hari Sabat.

Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Efesus 6:12.

Apa saja serangan terhadap keluarga Allah sekarang ini?

Kemungkinan jawaban dari hadirin: 
o    Obat-obatan terlarang dan alkohol
o    Program televisi dan internet yang dipertanyakan
o    Hubungan gelap di luar nikah
o    Seks di luar nikah
o    Perceraian
o    Kesibukan
o    Makan berlebihan, dll.

Baca Efesus 6:13. Sebagai umat Allah, kita harus memutuskan apakah kita akan tersapu oleh angin atau membangun suatu tempat berlindung bagi keluarga kita dan mengarahkan keluarga kita ke arah yang benar menuju tempat perlindungan. Ibadah keluarga berfungsi sebagai tempat berlindung yang kuat, bagaikan baju besi bagi keluarga kita.

Berdoa dan membaca Alkitab termasuk dalam baju besi itu: berkomunikasi dengan Allah, berbicara dan mendengarkan-Nya melalui doa dan mempelajari Alkitab. Ibadah keluarga menyediakan suatu cara terstruktur bagi keluarga-keluarga untuk mempelajari firman Allah, berdoa atau berkomunikasi dengan Allah, dan memiliki persekutuan bersama. Setiap keluarga Kristen memiliki baju besi ini yang tersedia bagi mereka.

Memulai Ibadah Keluarga Sejak Dini


Mengatasi Anak Malas Belajar

Malas belajar biasa terjadi pada setiap orang yang sedang dalam tahap menuntut ilmu formal di sekolah, terutama anak-anak dan remaja. Sebenarnya yang terjadi bukan malas belajar melainkan diri anak itu merasa belum menemukan manfaat dari proses belajar materi disekolah. Coba jika disuruh belajar bermain video game atau playstation, pasti semangat kan? berarti bukan malas belajar, jika dikatakan seorang anak malas belajar itu artinya dia benar-benar tidak mau belajar apapun.

Perhatikan anak-anak anda? benarkan dia lebih suka memilih “belajar” video game daripada belajar matematika? hal ini terjadi karena anak anda belum menemukan keasikan dan serunya belajar matematika, yang dia dapat nikmati adalah belajar game online, video game dan playstation sehingga dia sangat ingin terus belajar dari hal-hal itu. Coba bayangkan jika anak anda sudah menemukan keasikan dalam belajar pelajaran sekolah, pasti ketagihan untuk terus belajar.


Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak


Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.


Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.



Mendidik Anak yang Berakhlak Baik

Ayat bacaan: Mazmur 119:9
===================
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

 

mendidik anakAnak yang berbakti kepada orang tua, jauh dari kejahatan, tahu sopan santun, hidup jujur sejak kecil, serius dalam bekerja dan takut akan Tuhan. Siapa yang tidak ingin mempunyai anak dengan karakter seperti ini? Semua orang tua, siapapun mereka tentu mendambakan anak yang bisa menjadi teladan bagi orang lain. Itulah sebabnya meski orang tuanya mungkin hanya lulusan sekolah tingkat rendah, mereka akan berusaha sedaya upaya mereka untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin. Kalau perlu harta benda, sawah atau hewan ternak pun dijual demi masa depan anaknya. Ironisnya ada banyak orang tua yang berpikir bahwa sekolah setinggi mungkin adalah satu-satunya jawaban agar anaknya bisa menjadi orang sukses. Kekayaan secara materi seringkali dijadikan satu-satunya tujuan yang dianggap bisa membawa kebahagiaan. Dan yang juga tidak kalah ironis, ada banyak orang tua yang berpikir bahwa mereka tetap bisa berlaku seenaknya dan dalam waktu yang sama berharap anaknya bisa menjadi anak yang baik. Apa sebenarnya yang bisa membuat seorang anak tumbuh menjadi teladan dalam tingkah lakunya yang bersih?


Senin, 23 April 2012

Prinsip untuk meningkatkan GAIRAH SEMANGAT BELAJAR

1. Belajar adalah kasih karunia

Bakat, kecerdasan, kesempatan kecil yang telah kita pelajari adalah bahwa kita allowa dewa hadiah. belajar kami memiliki banyak teman, lebih banyak pengetahuan dan wawasan, ada harapan masa depan yang cemerlang, semua cinta adalah dewa bagi kita bahwa tidak semua orang bisa sebagai rahmat, kita harus bersyukur. sebuah nikmat yang ekstrim keterlaluan jika diterima dengan enggan menolak.


Selasa, 03 April 2012

JIKA ANAK

--> 
Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk
Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi
Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu
Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah