YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

Doa Pagiku

Tuhan..
Dalam keteduhan pagi.. ku menghadap hadiratMu
Betapa ku haus merasakan jamahanMu..

Tuhan..
Basuhlah hati ini dg darahMu & ampunilah segala kesalahanku
Agar ku layak memuji dan menyembahMu pd hari ini..

Tuhan..
Nyatakan kemuliaanMu bagi jemaatMu, jg bagi hamba2Mu
di BNKP Bandung Timur.. pulihkanlah..
Curahkan roh pertobatan dan hati yg takut akan Engkau..

Terimakasih Tuhan Yesus... Amin.. 

#doapagiku.by.eben.lase

Rabu, 05 Juni 2013

PUISI : "NEGERI YANG DI TUJU"

 
Saat ku melewati padang gurun tandus
Tiang awan-MU, meneduhkan terikku
Tiang api-MU, menghangatkan bekuku
Dari bukit batu, KAU alirkan mata air untukku

Sungguh besar dan ajaib ENGKAU
Dahsyat s'gala perbuatan-MU
Di lembah kekelaman, KAU menyertaiku
Dengan gada dan tongkat-MU, KAU menjagaku

PUISI: :::::DIRIMU SLALU KU NANTI:::::

AKU ingin slalu memberi...
Walau kau tak peduli...
Dan kau tak pernah sadari...
Dirimu slalu ku nanti...


Sejak terbitnya mentari...
Sampai terbenamnya kembali..
KU slalu setia menanti...
Karna bagi-KU kau sangat berarti...

Kala rembulan muncul dimalam hari...
Dan bintang bertaburan berseri-seri...
Lihatlah AKU slalu menanti...
Datanglah agar kau tau betapa dirimu begitu berarti...

Jika kau lelah dan jenuh akan hidup ini...
Panggilah AKU, AKU ada di dekatmu....kau tak sendiri !!
Kemanapun dirimu , AKU slalu sertai...
Karna AKU datang untuk memberi...

Kedamaian di hati, masa depan yang pasti....

Jumat, 24 Agustus 2012

Puisi: Ketika Tuhan Berbicara


Aku berlari…
Langkah ini kubawa menuju jalan yang tak pasti
Harapanku tlah sirna, dan impian malah berbalik menghujamku
Membunuh sisi terdalam dari lubuk hatiku
Meninggalkan bekas luka yang tak tahu kapan kan bisa pulih
Aku bertanya…
Tuhan, dimana Kau saat semuanya terasa sakit
Namun hanya hening, diam, tiada suara apapun yang terdengar
“Kenapa, apa salahku? Dimanakah Kau berada,” pekikku dalam batin
Aku membutuhkanMu…..

Aku diam...
Tiada lagi kekuatan yang kumiliki untuk melawan keadaan
Tangisan menjadi kawan setia yang mengiringi hari-hari tanpa asa
Bagiku, duniaku tlah runtuh, dan tak ada lagi tempat yang tersisa untukku
Gelap dan kosong, kala kupejamkan mataku.

Dalam ketidakberdayaan, kuhempaskan jiwaku dalam keputusasaan
Terasa begitu sunyi dan sepi, hanya terdengar suara hujan dan desir angin
Namun tetesan air hujan seakan terasa membasahi tanah hatiku yang tandus
Dalam hening, kudengar suaraNya, berbisik melalui suara alam
“Jangan takut, kemanapun kau pergi, Aku akan selalu menyertaimu”


By : Kn14

Minggu, 19 Agustus 2012

Puisi: Sore Ini Dengan Kau


sore ini, dengan Kau yang di sampingku
hembusan angin kembali mengacak rambutku
aroma tanah yang basah karena gerimis menyelinap dalam hidungku
aku merasa sejuk dan nyaman
ini masa yang menenangkan

sore ini, dengan Kau yang merangkulku
mataku menyeruak awan putih yang tipis
langit keemasan dengan matahari yang malu-malu bersembunyi
sinar yang lembut membuat rona pada pipiku
ini waktu yang melegakan

sore ini, kemboja merah muda mekar di pekarangan
daun yang hijau tua mengisi batang yang coklat dan kuat
Kau memetik satu kamboja dan menyelipkannya di rambutku
ini saat  yang menyenangkan

nanti, bila aku tidak dapat menemukan sore dengan angin yang mengacak rambutku
atau sore dengan matahari yang malu-malu
aku akan mengingat, bahwa sore yang sejuk itu ada
nanti, bila kamboja merah muda sudah layu
bahkan daun hijau tua tidak lagi melilit batang kecoklatan
aku akan mengingat, warna kesayangan di sore yang tak terlupakan

nanti, nanti…
bila sore yang teduh sudah tidak ada
maukah Kau tetap bersama-Ku?
kalau-kalau seperti tidak ada lagi yang menyukakanku
maukah Kau tetap erat menggenggam dan merangkulku?
seperti ini, dengan atau tanpa sore hari
dengan Kau, itu lebih dari cukup untukku


By: http://fos-community.com

Puisi: SAAT SEMUA PINTU TERTUTUP


Telah lama aku menangis
Meminta-Mu membukakan satu pintu untukku
Pintu yang dapat kumasuki ‘tuk berjaya
Menyatakan Kau-lah Tuhanku

Tetapi ‘ku tak sanggup menggerakkan hati-Mu
Saat Kau menutup pintu tak ada yang dapat membukanya
Sekalipun aku meraung-raung dan menangis tak henti
Serta berkata, ‘Bukankah Kau, Tuhanku?’

Sekarang aku kelu
Airmata kering menjadi isak tertahan
Seperti pengemis yang mengais pengasihan Tuhan-ku
Berharap Ia tak menolak aku

Dalam diam hatiku menjerit
Tuhan janganlah Kau lupakan aku
Tak Kau lihatkah aku telah lama menunggu di sini?
Janganlah Tuhanku membuang aku

Pintu-pintu yang ingin kulalui masih tertutup
Tuhanku, aku sudah tak mengharapkannya lagi
Namun jika Tuhanku tutup pintu hati Tuhan
Bagaimana aku menyangkali cinta ini?

Sumber: http://creativege.wordpress.com

Senin, 09 Juli 2012

Puisi: SELALU BERSAMAKU

Karya: Ardelia Hasty Willingli Gea  (HASTI  GEA)
Sekolah Minggu "KASIH" BNKP Bandung Timur
Bandung, 6 Juli 2012

Disaat ku sedih, Kau ada...
Disaat ku gundah, Kau ada... 
Disaat ku resah, Kau ada... 
Disaat ku gelisah, Kau ada...
Disaat ku bahagia, Kau pun ada...
KAUlah Tuhan yang selalu ada saat ku butuhkan...

Tuhan yang Maha Tahu...
Tuhan yang Maha Adil...
Tuhan yang Maha Kuasa...
Tiada yang mustahil bagiMU
DIA akan selalu bersamaku... dimanapun ku berada

KAUlah Juruslamatku..
KAUlah penebus dosaku..
KAUlah yang memimpin hidupku..
KAUlah jalan kebenaran..
KAUlah yang selalu ada di dalam hatiku.. 
Dan KAU Tuhan yang tak pernah meninggalkanku

Kamis, 05 Juli 2012

Puisi: BERANI MATI SEBELUM MATI


Aku adalah bangsawan Surgawi..
Untuk apa aku membangun kerajaanku dan bukan kerajaan Sorga?
Oh..dunia sedang mempesonaku, menarikku…
Tetapi dunia ini akan hilang lenyap…..
Aku tak mau…jika keinginanku menjauhkanku dari-Mu..
Hancurkan keinginanku, karena ini semua milik-Mu..
Matikan aku..walau masih banyak yang kuingini..
Demi kehendak-Mu dan panggilan-Mu..
Lebih baik aku hidup sebagai alat-Mu..
Buat aku tidak mencintai lagi dunia ini..
Buat mataku hanya menatap wajah-Mu..
Sekali lagi dan sekali lagi..Kau cukup bagiku..
Yesus cukup bagiku, hingga aku akan selalu bersukacita..
Ambil diriku hanya untuk-Mu saja..
Mengabdikan nafasku untuk kemasyuran nama-Mu di bumi..
Aku tak mau menginginkan apapun..
Aku tak berani menginginkan kesenangan dunia…
Memang berat melepas semua kesenangan dan keinginanku..
Tetapi ajarku tuk percaya..
Kau sanggup..Kau baik..Kau sempurna..Kau terindah..
Kau memberi yang terbaik sebab Kau yang paling mengenal hatiku…
Terima kasih Tuanku..
Hari ini Kau telah membuka mata hatiku..
Belajarlah hai, jiwaku..merendahlah..serahkan hatimu…
Seperti Yesuspun telah menyerahkan hak-Nya sebagai Tuhan..
Aku ingin hidup bebas, terbang..lepas…
Tidak memegang apapun di bumi ini..
Akan kupikul salibku itu..sampai kebangkitanku tiba..
Kebangunan..kemuliaan…
Mulutku membisu…lidahku kelu…
Tetapi hatiku tahu…Hatiku menangkap sesuatu dari-Mu..
Jiwaku haus akan-Mu…berilah aku makan dari rumah-Mu
Agar aku kuat kembali…

Sumber: http://eviemehita.blogspot.com