YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Senin, 12 September 2011

Gereja, Perpustakaan dan Minat Baca

Dalam perspektif kristen, gereja bukan hanya berarti bangunan tempat umat Kristen beribadah. Gereja adalah persekutuan yang telah dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang (I Petrus 2:9-10). Jadi gereja tidak semata-mata persekutuan biasa yang dibentuk, dipimpin oleh sekelompok orang. Gereja adalah persekutuan milik Allah yang diberi mandat oleh Allah untuk menebarkan syalom di tengah-tengah sejarah dunia. Ada aspek vertikal/transendental yang penting digarisbawahi ketika kita berbicara tentang gereja. Gereja ada oleh karena kuasa Allah. Gedung gereja dapat saja ditutup, dirusak/dibakar oleh siapapun, tetapi sebagai persekutuan milik Allah gereja tak pernah bisa dihabisi - kecuali atas kehendak Allah. Itulah sebabnya "gereja liar" tak pernah ada. Istilah itu amat menyinggung perasaan umat Kristus. Keresmian sebuah gereja sama sekali tidak pernah berada pada manusia, atau kuasa apapun, apalagi pada sebuah SKB; tapi pada Yesus Kristus Raja dan Kepala Gereja.

Sejarah Berdirinya Gereja BNKP Jemaat Bandung

Tahun 1960-an, orang Nias yang ada di Bandung boleh dikatakan hanya beberapa orang dan yang sudah berkeluarga ± 6 kepala keluarga.
Hal-hal yang terjadi di lingkungan orang Nias adakalanya tidak dapat diketahui karena media komunikasi tidak ada. Hal ini disebabkan belum ada suatu wadah/perkumpulan orang Nias. Orang-orang Nias yang ada di Bandung yang dikenal hanya Kel. Bapak A/I. Kus Harefa (Alm) yang tinggal di Jl. Wangsareja Bandung.
Seorang pemuda yang bernama Söchizatulö Zebua, jatuh dari kereta api di daerah Cikudapateuh dan meninggal. Karena famili dan keluarganya tidak ada maka yang dihubungi adalah keluarga Bapak A/I. Kus Harefa (Alm). Walaupun diantara mereka tidak ada hubungan famili namun sebagai orang Nias, mereka terbeban mengurus sampai penguburan.

10 Cara Memulai Bisnis yang Sukses

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.
1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.

10 Strategi Mempertinggi Kesempatan Sukses Usaha Kecil

Berbagai buku mendefinisikan manajemen strategi dengan kata-kata yang berbeda. Diantaranya, menurut Haidari Nawawi (2003), manajemen strategi merupakan perencanaan strategi yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran organisasi.

Minggu, 11 September 2011

Orang Yang Cocok Bekerja Di Gereja

Syarat apa yang harus dipenuhi seseorang agar cocok bekerja atau melayani di Gereja? Adakah sifat-sifat khusus yang disyaratkan bagi para pelayan Gereja? Mungkin sulit menetapkan suatu persyaratan yang menghasilkan kerja yang selalu baik di dalam Gereja. Beberapa orang bekerja lebih baik daripada yang lain karena mereka mempunyai naluri khusus untuk itu. Yang lain lebih baik karena mendapat pelatihan yang lebih baik, sementara lainnya lagi disebabkan pengalaman yang lebih atau memang mempunyai sifat unggul dalam pergaulan umum. Sebenarnya tidak ada kekhususan dalam keahlian, pendidikan atau mutu seseorang yang bisa dijadikan syarat untuk semua pelayan di Gereja.1*)

Organisasi dan Manajemen Gereja

Oleh: J.K.Iroth
Organisasi Gereja
     Organisasi adalah kesatuan yang memungkinkan masyarakaat mencapai suatu tujuan yang tidak dapat dicapai individu secara perorangan (Gibson, Ivancevich dan Donnelly). Organisasi Nirlaba pada prinsipnya adalah alat mencapai tujuan dari orang yang memilikinya. Organisasi Nirlaba pada hakekatnya adalah berupaya untuk ikut kontribusi dalam pengembangan dan pembangunan masyarakat (Brian Trump dan Allan Johnson).
      Baik Organisasi Bisnis maupun Organisasi Nirlaba ada, untuk mencapai tujuan dari orang yang ada di dalamnya. Tidak ada organisasi yang tanpa tujuan. Semua organisasi mempunyai tujuan. Demikian juga dengan gereja sebagai organisasi mempunyai tujuan. Susabda mengatakan, bahwa gereja adalah persekutuan orang-orang yang mencari Allah, diselamatkan dan dipersiapkan Allah untuk menjadi teman-teman sekerja-Nya dalam mengerjakan misi Allah di muka bumi ini. Gereja bukan hanya sekedar kumpulan dari orang-orang (ekklesia: Kisah Rasul 19:32,39,40) (Yakub B. Susabda).
 

JANGAN MENGHAKIMI !!

Apakah ada kegiatan yang lebih menyenangkan daripada membicarakan tentang kesalahan orang lain? Seharusnya tidak begini, terutama untuk orang-orang Kristen, tapi sepertinya hal ini sudah dianggap sebagai bentuk hiburan yang wajar. Memang tidak mengejutkan lagi jika kita menonton acara di TV dimana orang-orang saling menjatuhkan, membicarakan keburukan orang lain di belakang, atau bahkan langsung di hadapan wajah mereka. Itu tampak lucu di TV, tapi sama sekali tidak lucu di kehidupan nyata, apalagi jika Anda adalah orang yang menjadi objek pembicaraan.