YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Jumat, 09 September 2011

SETIA DALAM PERKARA KECIL


 Oleh: Pdt. Drs. Pieter Lase, M.Div
             Gembala Sidang GPIG Jemaat Bait'El 
             GORONTALO (SULAWESI)

          Bila kita ditanya, apakah saudara senang  melakukan perkara-perkara kecil atau senang melakukan perkara-perkara besar? Maka pasti kebanyakan orang menjawab: Maunya perkara yang besar. Kenapa? Karena melakukan perkara yang besar lebih bergengsi, membuat  lebih terkenal, lebih menguntungkan dan bahkan lebih dihargai.
Bagaimana jawaban Alkitab terhadap hal diatas? Ternyata Alkitab berkata lain dimana Tuhan mengukur bukan dalam perkara besar tetapi perkara kecil. Sekalipun kita seringkali ingin mengerjakan perkara-perkara besar, punya memiliki jabatan pelayanan yang tinggi, dipercaya hal yang hebat-hebat, tetapi jangan lupa Tuhan menilai kita mulai dengan perkara-perkara kecil.

Budaya Nias di Tengah Perkembangan Zaman



Budaya merupakan nilai-nilai luhur peninggalan leluhur yang telah bertahan selama berabad-abad menjadi aturan-aturan, norma-norma atau adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat dan generasi berikutnya secara turun-temurun. Tentu saja begitu juga dengan Budaya Nias, bahwa budaya yang dimiliki saat ini merupakan nilai-nilai yang diturunkan oleh nenek moyang, yang telah menjadi falsafah, cara berpikir, tujuan dan cita-cita yang dimiliki, dipilih dan dipelihara. Semuanya itu memang nyata dan telah terukir dalam sejarah. Yang menjadi pertanyaannya ialah seberapa besar relevansi budaya itu terhadap keberadaan zaman sekarang ini?

Rabu, 07 September 2011

Struktur Kalimat Bahasa Nias


Para pendatang di Pulau Nias sering mendapat kesulitan ketika mencoba belajar Li Niha. Cara paling umum yang mereka tempuh untuk belajar Li Niha adalah menanyakan arti kata-kata Li Niha satu per satu dan menghafalnya. Lalu berbekalkan kata-kata lepas itu, mereka mulai ‘memperlihatkan’ kemampuannya berbahasa Nias.
Jadi, dengan mengetahui bahwa: saya = ya’odo, engkau = ya’ugö, pergi = möi, ke = ba, sekolah = sekola, tidak = lö / lö’ö, baik = sökhi, kelakuan = amuata, mereka memunculkan sebuah struktur kalimat Li Niha ala anak kecil yang baru belajar berkata-kata, sebagai berikut:
Ya’odo möi ba sekola – (maksudnya: Saya pergi ke sekolah)
Lö sökhi amuata ya’ugö - (maksudnya: Kelakuanmu tidak baik).


Sejarah Pekabaran Injil di Pulau Nias

I.      Pendahuluan


Pekabaran Injil di Nias dimulai dengan satu nama yang seolah-olah terukir indah dengan tinta mas dalam lembaran sejarah gereja di Pulau Nias. Nama itu ialah ERNST LUDWIG DENNINGER, salah seorang lulusan Bassel Missions  Seminarie. Ia diutus oleh RMG (Rheinische Missions Gesselschaft) dan tiba di Pelabuhan Gunung Sitoli Nias pada hari Rabu, tanggal 27 September 1865, jam 09.00 pagi. Hingga sekarang tanggal kedatangannya inilah yang dianggap sebagai permulaan datangnya Berita Injil di Nias, dan selalu diperingati setiap tahun, minimal sekali dalam lima tahun.

Memang ada informasi lain, bahwa Pekabaran Injil di Nias telah dimulai pada tahun 1822/1823 oleh dua orang pastor dari Gereja Roma Katolik, yang diutus oleh Mission Estrangers de Paris yaitu Pastor Pere Wallon dan Pastor Pele Barart, tetapi ternyata pekerjaan mereka tidak berhasil. Setelah mereka tiga hari tinggal di Lasara–Gunung Sitoli, seorang diantaranya meninggal dunia, demikian pula yang lainnya juga meninggal dunia tiga bulan kemudian. Sebab itu Pendeta–Evangelis ERNST LUDWIG DENNINGER–lah yang diakui dan diterima sebagai Rasul Pertama di tengah-tengah Suku Nias.

Selasa, 06 September 2011

PANDUAN UNTUK PEMIMPIN PUJIAN, SINGER DAN PEMAIN MUSIK

A. MENGAPA SEORANG SONG LEADER HARUS SEORANG WORSHIP LEADER
Seorang Song Leader bukan hanya sekedar seorang Pemimpin nyanyi-nyanyian dalam sebuah Kebaktian atau Ibadah, tetapi lebih dari itu seorang Pemimpin Nyanyi-nyanyian harus seorang PENYEMBAH dan PEMUJI / WORSHIP LEADER (WL).

Seorang Worship Leader bukan hanya seorang Pemimpin nyanyian yang trampil dan memiliki suara yang bagus, tetapi harus menjadi PENYEMBAH – PENYEMBAH yang dipanggil dan diurapi oleh Allah untuk melayani dalam rumah Tuhan / Gereja.

STRATEGI PELAYANAN UNTUK PEMUDA GEREJA

Gereja yang tertarik untuk memulai pelayanan pemuda sebaiknya perlu   mengikuti beberapa langkah sederhana berikut ini. Tiap-tiap langkah  adalah penting dan perlu ditanggapi dengan bijaksana.

1.       Berdoa bagi kerinduan melayani anak muda dan mencari tahu motifnya.
Jika alasan memulai pelayanan muda-mudi adalah hanya untuk menyaingi gereja lain, maka itu adalah motif yang salah. Jangan berharap Tuhan akan memberkati program gereja yang tidak dibungkus dalam doa.

HAL-HAL YANG PERLU DIMILIKI PELAYAN GEREJA


1.   Punya kepercayaan penuh kepada Kristus
Orang yang belum percaya kepada Kristus susah untuk melayani; tetapi orang yang percaya sungguh-sungguh kepada Kristus yang  telah mengalami pertobatan maka pelayanan baginya suatu kebutuhan.  Mereka-mereka yang memberi diri melayani dengan penuh ketulusan maka  Tuhan akan memakai mereka sebagai alat bagiNya, bahkan mereka bisa melakukan perkara-perkara besar seperti perkataan Tuhan Yesus di dalam  Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguh barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan  juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.