YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Sabtu, 02 Februari 2013

Cara Jitu Menumbuhkan Semangat Belajar Pada Anak


Nah, ini adalah tema yang sering ditunggu-tunggu oleh orangtua dan juga sering banyak dikeluhkan orangtua. “Kenapa anak saya ngga senang belajar, maen aja seharian”, keluh seorang Ibu yang hadir diseminar saya. Para pembaca, percayakah Anda bahwa kehidupan sejati kita manusia adalah seorang pembelajar? Tapi kita sering memberikan perlakuan yang tidak menyenangkan saat anak belajar (secara tidak sadar) bahkan dulu kita pun mungkin diberikan stimulasi yang salah sehingga belajar itu tidak menyenangkan.


Misalnya, saat anak kita bayi dan berumur 1 tahun. Dia ingin memasukan semua barang yang dapat ia pegang ke dalam mulutnya, benar? Nah yang kebanyakan orang lakukan saat itu adalah berkata “eh… itu kotor, ngga boleh” sambil menarik barang tersebut. Sebenarnya ini adalah perilaku dasar pada saat seorang anak belajar. Kemudian saat dia mulai bisa berjalan, mulai ingin tahu lebih banyak tentang lingkungan sekitar, semakin banyak larangan yang dikeluarkan oleh orangtua ataupun pengasuh. Mungkin karena lelah menjaga anak seharian, sehingga banyak larangan yang dikeluarkan. Padahal ini adalah keinginan mereka untuk tahu (belajar) lebih banyak, mengisi database di otaknya yang masih kosong dan perlu diisi.



Mendidik Anak yang Berakhlak Baik

Ayat bacaan: Mazmur 119:9
===================
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

 

mendidik anakAnak yang berbakti kepada orang tua, jauh dari kejahatan, tahu sopan santun, hidup jujur sejak kecil, serius dalam bekerja dan takut akan Tuhan. Siapa yang tidak ingin mempunyai anak dengan karakter seperti ini? Semua orang tua, siapapun mereka tentu mendambakan anak yang bisa menjadi teladan bagi orang lain. Itulah sebabnya meski orang tuanya mungkin hanya lulusan sekolah tingkat rendah, mereka akan berusaha sedaya upaya mereka untuk menyekolahkan anak setinggi mungkin. Kalau perlu harta benda, sawah atau hewan ternak pun dijual demi masa depan anaknya. Ironisnya ada banyak orang tua yang berpikir bahwa sekolah setinggi mungkin adalah satu-satunya jawaban agar anaknya bisa menjadi orang sukses. Kekayaan secara materi seringkali dijadikan satu-satunya tujuan yang dianggap bisa membawa kebahagiaan. Dan yang juga tidak kalah ironis, ada banyak orang tua yang berpikir bahwa mereka tetap bisa berlaku seenaknya dan dalam waktu yang sama berharap anaknya bisa menjadi anak yang baik. Apa sebenarnya yang bisa membuat seorang anak tumbuh menjadi teladan dalam tingkah lakunya yang bersih?


Jumat, 01 Februari 2013

6 Trik Menanamkan Sikap Optimis Dalam Diri

Apa yang dimaksud dengan Optimis? Optimis adalah salah satu syarat kesuksesan terpenting dalam menciptakan hubungan dengan orang karena optimis memiliki peran yang besar dalam mengoptimalkan energi, membangkitkan semangat dan menumbuhkan kepercayaan dimasa depan.
   Selanjutnya bagaimana kamu bisa Menanamkan Sikap Optimis Dalam Diri, tanpa panjang lebar lagi mari kamu ikuti bagaimana kiat-kiatnya, sebagai berikut:

1. Ucapkan berulang-ulang kalimat bernada optimis dan mampu melakukan suatu perkerjaan:
  • Saya mampu melakukan….
  • Saya akan menjadi yang terbaik, terhebat, ter…….
  • Sekarang saya bisa……..
  • Saya lebih bagus dari apa yang saya kira…….
2. Ambillah pelajaran dari pengalaman dan lihat kembali kesuksesan yang pernah kamu capai, jika keraguan untuk meraih kesuksesan menggangu kamu atau benteng kegagalan mengepung kamu.

Kamis, 31 Januari 2013

Kesaksian: Ilmu hitam membawa Maida bertemu kasih Yesus

Maida Supriyatno, anak keempat dari tujuh bersaudara. Ia dilahirkan di Kalten Solo Jawa Tengah. Maida dilahirkan dari keluarga yang mempunyai latar belakang agama islam. Dari kecil ia membenci agama Kristen apalagi yang namanya Yesus.

Sejak SD ia sudah mempelajari ilmu hitam. Ia dapat memguasai ilmu pellet, ilmu santet, ilmu kontak, ilmu menghilang dan guna-guna. Awalnya hanya coba-coba, tetapi karena ingin membuktikan keampuhan ilmu-ilmu yang sudah ia dapat, maka ia mulai mencari masalah dengan orang lain.

Maida sering mengajak orang lain duel dengannya. Dan terbukti ia dapat memenangkannya. Ia menjadi semakin sombong setelah itu. Ia mulai mencoba ilmu peletnya kepada wanita yang akhirnya membuat wanita itu mengejar-ngejar Maida. Semua keinginannya dapat ia penuhi dengan ilmunya itu.

Suatu hari, ia pernah ingin mengerjai salah satu dari temannya yang beragam Kristen, tetapi entah mengapa ilmunya tidak dapat mengenai temannya itu. Lalu ia mulai bertanya ilmu apa yang temannya gunakan. Ternyata temannya berkata ia mempunyai Yesus.

Kesaksian : Seorang rahib Buddha dibawa ke Surga & neraka

Kesaksian dari Athet Pyan Shinthaw Paulu - Mantan Rahib Buddha di Myanmar

Kalimat Pembuka
Kesaksian yang luar biasa dari seorang Rahib Budha di Myanmar ( Burma) yang hidup kembali menjadi seorang yang diubahkan. Kisah berikut adalah terjemahan bebas dari kesaksian yang direkam dari seorang yang hidupnya diubahkan. Ini bukan sebuah wawancara atau biografi, tapi kisah yang dituturkan oleh orang tersebut sendiri.

Reaksi tiap-tiap orang berbeda-beda ketika mendengar kisah ini. Ada yang mendapatkan semangat, ada yang ragu, beberapa bahkan mengejek dan mentertawakan, bahkan ada beberapa dengan penuh kegusaran dan marah karena mereka yakin bahwa kisah ini adalah 'ocehan' dari orang yang sudah gila atau suatu penipuan yang cermat.

Ada umat Kristen yang menentang karena kejadian yang radikal dan ajaib ini tidak cocok untuk mereka, mengesankan seolah-olah Allah yang maha kuasa itu lemah. Pada awalnya kami mengetahui kisah ini dari beberapa pemimpin gereja yang berbagi pengalaman dengan kami.

Para pemimpin itu sudah meneliti kisah ini dan tidak menemukan kisah ini sebagai suatu kebohongan. Dengan pemikiran ini kami memutuskan untuk berani melangkah mengabarkan kisah ini. Kami lakukan ini bukan untuk mencari uang atau untuk mempromosikan diri. Kami hanya ingin kisah ini diketahui dan membuat orang Kristen yang percaya menilainya secara Alkitabiah.

Jika Tuhan menginginkan bagian dari kisah ini untuk KemuliaanNya atau untuk membangun UmatNya, maka kami berdoa agar Roh Kudus bekerja di dalam hati setiap pembaca. Beberapa orang menceritakan pada kami bahwa mereka berfikir bahwa Rahib itu tidak benar-benar mati tetapi hanya ada dalam ketidaksadaran (mati suri), dan hal-hal yang dia lihat dan dengar adalah bagian dari halusinasi orang yang kena demam. Apapun yang anda pikirkan, faktanya tetap bahwa kejadian ini secara drastis telah menjadikan orang ini hidupnya berubah 180 derajat sesudah kejadian di bawah ini.

Dia tanpa rasa takut, dengan berani mengisahkan pengalamannya, dengan resiko besar, termasuk dipenjara. Dia juga dicaci maki oleh saudara-saudaranya, teman-teman, rekan-rekannya dan diancam dibunuh karena menolak untuk mengkompromikan kisahnya. Apa yang memotivasi orang ini untuk berisiko? Percaya atau tidak, kisah ini layak untuk didengarkan dan dipertimbangkan.

Dalam masyarakat barat yang sinis, banyak orang mendambakan bukti yang kuat untuk hal-hal tersebut. Bukti yang berani dihadapkan di pengadilan. Dapatkah kita yakin tanpa ragu bahwa semua ini betul-betul terjadi? Tidak, kita tidak dapat. Tetapi kami tetap merasa berkewajiban untuk mengabarkan kisah orang ini dengan kata-katanya sendiri di mana pembaca dapat menilainya sendiri.


Latar Belakang
Halo, nama saya Athet Pyan Shinthaw Paulu. Saya dari negara Myanmar. Saya ingin berbagi dengan anda kesaksian saya ini tentang apa yang terjadi pada saya, tetapi sebelumnya saya ingin menceritakan sedikit latar belakang saya sejak saya kecil. Saya dilahirkan tahun 1958 di kota Bogale, di daerah delta Irrawaddy Myanmar selatan (dahulu Burma). Orang tua saya penganut agama Budha yang beriman (taat) seperti kebanyakan orang di Myanmar, memanggil saya si Thitphin (yg artinya pohon). Kehidupan di mana saya bertumbuh sangat sederhana.

Pada umur 13 tahun saya keluar sekolah dan mulai bekerja di perahu nelayan. Kami menangkap ikan juga udang di beberapa sungai besar dan kecil di daerah Irrawaddy. Pada umur 16 saya jadi pemimpin perahu. Saat itu saya tinggal di utara pulau Mainmahlagyon (Mainmahlagyon artinya pulau wanita cantik), di bagian utara Bogale dimana saya dilahirkan. Tempat ini kira kira 100 mil barat daya Yangoon (Rangoon) ibu kota negara kami.

Renungan Awal Tahun:Iman di tengah kesesakan

Saat ini kita tengah melangkah di tahun yang baru. Di tahun ini Bapa kita di sorga telah menyiapkan berbagai macam berkat yang akan kita terima. Namun sebelum menerima semua berkat itu, akan ada berbagai macam tantangan yang berupa awan yang gelap yang disertai dengan badai yaitu berbagai macam pencobaan dalam hidup yang akan menutupi pandangan kita terhadap berkat Tuhan yang berupa pelangi di hadapan kita.

Ketika menghadapi masalah dalam hidup, setiap orang percaya akan dihadapkan pada 2 buah pilihan,yaitu 1.Dikalahkan oleh masalah dan 2.Mengalahkan masalah oleh iman. Memang sepertinya mudah untuk kita berkata bahwa kita akan mengalahkan masalah hidup. Namun tak sedikit anak-anak Tuhan seringkali menjadi tawar hati di tengah cobaan yang melanda bahkan tak jarang ada yang sampai murtad. Memang kalau menurut logika rasanya sungguh aneh jika kita tetap dapat bertahan dengan iman kita, di tengah kesesakan yang begitu besar sungguh tak logis jika kita tersenyum dengan tenang padahal ada badai yang sungguh hebat menerpa kita dengan keadaan yang seakan-akan tidak ada lagi harapan.


Tapi mari kita lihat apa sesungguhnya arti dari iman. Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena itu tanpa iman yang teguh kita tidak akan memiliki dasar untuk tetap berharap dan percaya pada Tuhan dan kita tidak akan menerima berkat dari Tuhan yang sama sekali belum terlihat oleh kita. Janganlah kita menjadi sama seperti istri Ayub yang ketika cobaan datang dengan tiba-tiba ia langsung menjadi tawar hati dan menyuruh ayub untuk mengutuki Tuhan (Ayub 2:9)


Selasa, 29 Januari 2013

Apakah Jemaat Terberkati? Penerapan yang Penting

Oleh :  Ir. Snk. Sadoki Waruwu., M.A.

“Apakah  terberkati jemaat kalau saya khotbah?”  Inilah evaluasi saya awal tahun ini.  Saya ingin tahu, karena percuma saya khotbah tgl 27 Januari 2013 ini kalau mereka  tidak meng harapkan saya khotbah.

Kata kuncinya “TERBERKATI”, di luar itu saya tidak mau khotbah, meskipun salam tempelnya tebal (maaf, hanya bercanda).  Apakah mereka mendapat berkat nggak?   Itu  yang saya rindukan, tetapi siapa yang saya tanya? Ini dia, sahabat yang  sering dengar khotbah saya,  Bpk  Ama Evan Lase. Dasar khotbah saya,  Lukas 4:14-22.

Dan  Anda tahu, apa jawabannya  adalah menjadi  renungan saya sepanjang tahun 2013  setiap kali saya khotbah, selalu saya ingat  nasehatnya.  Terima kasih teman!

“Tolong Sahabat, berikan koreksi tentang khotbah  saya selama ini. Saya juga minggu ini berkhotbah tentang “Siapa Yesus dan aku Sebenarnya?”  kata saya pada Ama Evan Lase.  Saya  bertanya supaya khotbah saya selama 2013 ini sungguh membawa perubahan.

Jawabannya yang sangat  ‘Membuka mata saya’ hanya satu kata yang menonjol  “PENERAPAN”.
“Penerapan?!  Saya berseru” langsung saya potong pembicaraannya.

“Ya…. Penerapan,  buat apa banyak teori dan tidak bisa diterapkan.” Dia menegaskan
“Setiap kita pasti tahu siapa Yesus, Dia berkuasa, Juruslamat, Dia adalah TUHAN. “ itu tentang Yesus. Tetapi ini yang penting bagi saya, “Bagaimana menerapkan Yesus dalam hidup saya   TIAP harinya” Saya pulang gereja dan apa yang sudah saya dengar, dapat saya terapkan dalam hidup saya mulai  senin sampai sabtu, akhirnya hidupku berubah.  Selanjutnya Ia jelaskan.

“Penerapan. . . itu hal yang paling penting dalam khotbah saya tahun ini.”  kata saya dalam hati. Saya terus diam merenungkan yang barusan teman saya katakan tadi.