YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Kamis, 17 Agustus 2017

DIRGAHAYU HUT REPUBLIK INDONESIA KE-72




Dengan Semangat Kemerdekaan, mari kita membangun bangsa dan negara Indonesia tercinta ini dengan semangat KERJA BERSAMA.

Dengan kebersamaan, kita memperkokoh Bhineka Tunggal Ika, berdasar Pancasila dan UUD 1945 tanpa membeda-bedakan suku, bahasa, agama dan daerah. 

BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH !!

NKRI HARGA MATI !!!

SUAM-SUAM ROHANI

Baca Wahyu 3:14-22
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. (Wahyu 3:16)

Firman Tuhan kepada jemaat di Laodikia mengingatkan kondisi rohani mereka yang tidak dingin dan tidak panas (ay. 15). Keadaan suam-suam kuku itu seperti makanan yang menjadi basi, dan Tuhan akan memuntahkan mereka dari mulut-Nya (ay. 16), artinya mereka tidak dapat menyatu dengan Tuhan. 

Jemaat di Laodikia merasa hidup mereka sudah cukup dengan kekayaan yang berhasil mereka kumpulkan, namun di mata Tuhan, mereka miskin dan buta rohani (ay. 17). Tuhan menasihatkan agar mereka membeli emas murni, iman sejati dari Tuhan; dan pakaian putih yaitu kekudusan yang dianugerahkan Tuhan; serta minyak untuk melumas mata mereka agar celik dalam melihat kebenaran (ay. 18). Itulah kekayaan rohani yang dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. 

Berbahagialah jika Tuhan menegur kita yang dalam kondisi suam-suam rohani, karena Dia mengasihi, dan mau agar kita hidup baru dalam pertobatan (ay. 19). Tuhan seringkali mengetuk pintu hati kita agar selalu mendengar firman-Nya, dan membuka pintu hati serta mengundang Tuhan untuk masuk di hati kita (ay. 20), sehingga kita di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita, artinya kita menyatu dengan Tuhan. 

Iman dan kesucian adalah anugerah Tuhan, yang perlu kita jaga, agar tidak menjadi suam-suam kuku sehingga kita dimuntahkan oleh Tuhan. Panaskan iman kita dengan sering bersekutu bersama saudara seiman, yang membuat kerohanian kita selalu menyala. Juga iman perlu didinginkan dengan bersaat teduh di hadapan Tuhan, berdoa dan merenungkan firman Tuhan; sehingga hati kita dingin merespons keinginan daging dan berbagai cobaan. —JAP

PELIHARALAH IMAN AGAR TIDAK MENJADI SUAM-SUAM.
IMAN YANG TERPELIHARA DAPAT BERTAHAN SELAMANYA.

DIA BERSUKACITA

Baca Zefanya 3:9-20
[Tuhan] bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai. (Zefanya 3:17)

Seorang ibu menggendong sambil menyuapi anaknya yang masih bayi. Tiba-tiba tangan si anak menyenggol piring makanan hingga tumpah mengotori lantai. Belum selesai si ibu membersihkan tumpahan makanan, si anak mengompol membasahi baju ibunya. Banyak faktor yang dapat membuat si ibu merasa kesal, tetapi ia terus merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Bagi si ibu, anaknya adalah kebahagiaannya. 

Menurut Anda, bagaimana Allah memandang kita, anak-anak-Nya? Apakah setiap saat Dia memandang kita dengan perasaan marah, benci, dan kecewa oleh sebab dosa yang tiada henti-hentinya terjadi di dunia ini? Memang Allah sangat membenci dosa, tetapi Dia selalu mengasihi kita. “Ia bergirang karena engkau dengan sukacita… Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai” (ay. 17). Sungguh merupakan suatu kenyataan indah, tetapi sulit untuk dipahami bahwa Allah yang Mahakuasa bergirang atas kita. Bayangkan Dia tersenyum setiap kali memandang Anda dan saya! 

Saat kita menyadari bahwa orangtua kita sangat menyayangi kita, tentulah kita berterima kasih dan berusaha untuk membahagiakan mereka. Demikian pula dalam hubungan antara kita dan Allah. Kita adalah anak-anak kesayangan-Nya. Mengetahui bahwa Allah begitu mengasihi kita bukan berarti kita dapat berlaku kurang pantas dan hidup bebas dalam dosa. Sebagai wujud rasa syukur telah menjadi anak-anak kesayangan-Nya, hendaknya kita selalu hidup dalam kekudusan dan kasih, seperti yang dikehendaki-Nya. —LIN

KASIH DAN SUKACITA ALLAH ATAS KITA KIRANYA MEMOTIVASI KITA
UNTUK HIDUP MENYENANGKAN HATI-NYA

HATI YANG DIUBAHKAN

Baca Ezra 1:1-11
Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu … (Ezra 1:1)

September 1922 tentara Turki menguasai Smirna. Terjadi pembantaian keji atas ribuan orang. Kota dibakar. Para pelarian terdesak ke pantai. Maut siap mengintai. Asa Kent Jenning—seorang pria bersahaja yang sedang mendirikan pos pertolongan pertama bagi wanita hamil—segera bertindak. Dengan bantuan personil marinir Amerika, diaturnya evakuasi. Selama 7 hari mereka menyelamatkan seperempat juta jiwa dari penjagalan nyawa. Atas keberaniannya itu, Jenning berkata, “Saya merasa seperti tangan Tuhan berada di pundakku.” Tuhanlah yang menggerakkan hatinya. 

Setelah 70 tahun berada di pembuangan, umat Tuhan mendengar kabar yang tak pernah disangka. Penguasa baru dari kerajaan Persia, Koresh, mengijinkan mereka kembali ke Yerusalem dan membangun kembali Bait Suci yang telah runtuh. Aneh. Sukar dipercaya, tapi nyata. “TUHAN menggerakkan hati Koresh” (ay. 1). Dukungan dan bala bantuan mengalir. Mereka yang berangkat dalam peristiwa yang dikenal sebagai Keluaran Baru itu pun hatinya “digerakkan Allah” (ay. 5). 

Banyak perubahan dalam hidup ini bergantung pada hati manusia. Oleh karenanya tak jarang terasa mustahil. Kekerasan hati pasangan. Kenakalan anak. Kecanduan obat. Hubungan pribadi yang sudah rusak. Pemerintahan yang bobrok. Namun, bagi Tuhan tiada yang mustahil. Dia sanggup menggerakkan hati siapa pun untuk berubah atau memprakarsai suatu perubahan. Mengapa berhenti berharap pada-Nya? Jika hati telah dijamah-Nya, yang tak terbayangkan pun bisa terjadi. —PAD

SIAPA PUN PASTI AKAN BERUBAH JIKA TUHAN
TELAH MEMBUAT HATINYA TERJAMAH

Minggu, 23 Juli 2017

Perbedaan MELAYANI TUHAN dan MELAYANI PEKERJAAN TUHAN

Shaloom saudara-saudara yang dikasihi Tuhan..

Kali ini saya ingin kita sama-sama belajar tentang Perbedaan yang mendasar antara MELAYANI TUHAN dan MELAYANI PEKERJAAN TUHAN.
Banyak dari orang Kristen selama ini salah kaprah dalam melayani Tuhan.
Banyak dari mereka mengira dengan melayani pekerjaan Tuhan, mereka sudah melayani Tuhan. Padahal sebenarnya ada perbedaan yang medasar antara melayani Tuhan dan melayani pekerjaan Tuhan. Mari kita belajar bersama tentang perbedaan tersebut dan semoga setelah ini saudara dapat mengerti betul akan perbedaan tersebut dan mau belajar untuk mulai melayani Tuhan terlebih dahulu.

Dalam Matius 7:21-23 berkata:
21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.     
 
22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?         
23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

Saya sangat concern sekali dengan ayat diatas ini, karena pada awalnya saya sering bertanya kepada Tuhan apa arti dari ayat ini?? Mengapa orang-orang yang sudah melakukan pekerjaan Tuhan seperti bernubuat, mengusir setan, dan mengadakan banyak mujizat dalam nama Tuhan akan tetapi dalam ayat selanjutnya Tuhan mengatakan "Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”


Lalu.. apa maksudnya dari ayat diatas??
Sebelumnya saya ingin bercerita kalau saya suka membaca biografi dari orang-orang yang besar dan sukses. Belakangan ini ada buku dari CEO Trans Company yg bercerita tentang kisah hidupnya dari bawah yang belum punya apa-apa sehingga saat ini sudah memegang banyak Perusahaan besar berskala nasional.
Lalu apa hubungannya dengan hal ini??


Disini saya mau menjelaskan bahwa disaat saya selesai membaca buku biografi dari orang tersebut, saya menjadi banyak tahu mengenai orang tersebut. Saya tau beliau berasal darimana, saya tau usaha apa yg pertama kali beliau jalankan, saya tau bagaimana beliau bangkit dari keterpurukkan, dll. Setelah membaca buku itu banyak hal yang membuat saya menjadi mengenal sosok beliau tersebut.


Akan tetapi beliau tidak mengenal saya, dan sayapun tidak mengenal beliau secara pribadi karena memang saya tidak pernah bertemu atau berkenalan dengan beliau.

Ini sama halnya dengan disaat kita membaca Firman akan tetapi kita tidak bersekutu dengan DIA (dengan menyembah-Nya, dengan berdoa, mendengarkan-Nya, melakukan kehendak_Nya, taat dan berbicara dengan_Nya).

Sangat baik disaat kita membaca Firman karena dapat membuat kita jadi semakin mengenal DIA, akan tetapi terlebih dari itu kita harus bisa mengenal DIA secara pribadi supaya DIA juga mengenal kita, bagaimana karakter kita, bagaimana kehidupan kita, juga setiap persoalan-persoalan kita.
Dengan begitu kita dan Tuhan dapat mengenal satu sama lain, DIA mengenal kita dan kitapun semakin mengenal akan DIA.
Mungkin ada timbul pertanyaan.. Bukankah seharusnya Tuhan sudah mengenal kita bahkan sejak kita ada di rahim orang tua kita??
Yupp, jawabannya betull.
Akan tetapi yang saya maksudkan disini adalah mengenal DIA sebagai Juruselamat Pribadi anda yang seutuhnya.


Begitu juga seperti jika saya mempunyai hubungan baik dengan CEO Trans tersebut, saya dapat mengenal beliau jauh melebihi apa yg sudah saya baca tentang beliau dalam bukunya.
Disaat kita mempunyai personal relationship dengan Tuhan, maka kita kan mengetahui betul akan sifat-sifat-Nya Tuhan jauh melebihi dari apa yang dapat kita baca dari Alkitab.
Banyak hal yang Tuhan akan bukakan rahasia-rahasia yang selama ini tersembunyi, banyak hal yang akan diberikan ke kita sebagai anak_Nya yang dikasihi, DIA akan buka selubung" kita sehingga kita semakin mengerti mana yang baik, berkenan dan sempurna.

Melanjuti dari maksud ayat diatas..


Sebelum kita lebih jauh melayani pekerjaan Tuhan (usher di ibadah gereja atau persekutuan, singer, WL, pemusik, audio, multimedia, khotbah di gereja ataupun melayani dalam komsel, dll)


Ada baiknya kita terlebih dahulu dapat melayani Tuhan secara pribadi (Menyembah-Nya secara pribadi, berdoa sendiri, merenungkan Firman-Nya, bicara dengan DIA, mendengarkan-Nya serta taat terhadap perintah-Nya)

Banyak orang kristen yang salah kaprah akan hal ini, banyak dari mereka yang berpikir jika sudah melayani di gereja ataupun melayani di persekutuan" jemaat itu menandakan mereka sudah melayani Tuhan.

Tepatnya mereka hanya baru melayani pekerjaan Tuhan akan tetapi belum melayani Tuhan secara pribadi.

Dan sering saya jumpai orang kristen yang melayani pekerjaan Tuhan sejujurnya bukan untuk Tuhan akan tetapi untuk dilihat oleh orang lain, untuk menunjukkan kekudusannya dibanding yang lain, untuk dapat diterima dalam satu komunitas dan lain sebagainya.

Maka dari itu tidak heran seringkali kita jumpai anak-anak Tuhan yang sudah terlibat dalam pelayanan sekian lama tetapi sifatnya masih tidak berubah (masih melawan orang tua, dalam bisnis masih suka tipu sana sini, korupsi, masih terjebak dalam free seks, narkoba, dan lain sebagainya) tetap tidak menghasilkan buah, tidak dapat menjadi terang dalam keluarga, dalam lingkungannya, atau yang menyedihkan malah menjadi batu sandungan bagi orang sekitarnya. 


Hal-hal seperti itulah yang melandaskan ayat-ayat diatas.

Disaat saudara dapat mengenal Tuhan secara pribadi dan mulai untuk menundukkan diri saudara dihadapan-Nya serta taat atas perintah-Nya, itu yang membuat Tuhan berkenan atas saudara.


Terus berjuang dalam setiap proses kehidupan dan selalu setia dengan-Nya.
Seorang Pastor dari Redding California Ps. Bill Johnson mengatakan dalam salah satu quotenya:
"Katakan apa yang DIA katakan dan lakukan apa yang DIA lakukan"


Setelah membaca artikel ini, saya sangat berharap saudara dapat mulai membuka hati saudara dan mulai hidup lebih intim lagi dengan Tuhan dan mempunyai personal Relationship yang kuat dengan Tuhan Yesus sehingga APAPUN yang DIA minta saudara lakukan, maka dengan senang hati saudara dapat melakukannya.


Tuhan Yesus Memberkati.


By. Rudolf Markus

Selasa, 04 Juli 2017

3 Sikap Hidup Orang Kristen di Akhir Zaman



“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7)


Hari-hari ini Kekristenan selalu menjadi sorotan dimana- mana. Ada yang mendapat sorotan yang baik ada pula yang mendapat sorotan yang kurang baik. Alkitab menuliskan kehidupan Kita bagaikan surat terbuka yang dapat dibaca semua orang, karna itu tiap orang percaya sepatutnya selalu mengawasi kehidupannya agar tidak menjadi batu sandungan sebaliknya harus menjadi berkat.


Di akhir zaman ini, Petrus menuliskan bahwa setidaknya 3 sikap ini sepatutnya dimiliki oleh tiap orang percaya: 


1. Mampu menguasai diri.
Hari-hari akhir ini ada banyak hal, ada banyak kejadian yang dapat memancing kita untuk berbuat dosa.

Banyak orang mudah untuk marah, mudah terpancing melakukan hal-hal yang jahat bahkan tidak jarang ada orang yang rela untuk membunuh ataupun mengakhiri hidupnya dengan mudahnya tanpa berpikiran panjang. Jika kita mau selidiki, mengapa semua itu bisa terjadi? . Maka mungkin salah satu jawaban yang bisa temukan adalah karna satu perkara yaitu “tidak mampu menguasai diri”.


2. Jadilah Tenang
Tenang adalah kebutuhan semua orang. Tanpa ketenangan orang tidak akan mampu menjalani hidup ini dengan baik, sebaliknya ketika kita mampu untuk tenang maka kita dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu dengan baik.

Alkitab sendiri mengatakan dalam Yesaya 30:15b “...dalam Tinggal TENANG dan percaya terletak kekuatanmu”, hal ini berarti bahwa ketika kita belajar untuk tenang maka ada kekuatan yang kita peroleh dari Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan, persoalan hidup yang terjadi dalam hidup ini tentunya bersama dengan Tuhan. Sama seperti Daud yang mengatakan bahwa “hanya dekat Allah saja aku tenang” (Maz. 62:1).


3. Suka berdoa. 
Doa itu bukanlah perkara yang mudah, sebab sejatinya doa itu adalah bagaimana kita membangun hubungan dengan Tuhan. Karna itu jangan pernah berpikir bahwa berdoa itu hanya sebatas susunan kata-kata saja. 


Oleh sebab itu diakhir zaman ini, hal yang tidak kalah penting untuk selalu dibangun adalah bagaimana kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap waktu, sebab kita tidak tahu kapan akhir zaman itu akan tiba, namun jika kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita maka akhir zaman itu seharusnya tidak menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang selalu berjaga-jaga dalam menjalani kehidupan ini.

3 Roh ini Bekerja di Akhir Zaman



Tahukah anda bahwa hidup di ahkir zaman sungguh merupakan sebuah peperangan rohani yang besar? Iblis tahu bahwa waktunya sudah semakin dekat sehingga pasti mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin menjatuhkan setiap orang percaya.

Perlengkapan Senjata Allah

Alkitab dengan jelas memberitahukan kita untuk kita selalu menggunakan semua perlengkapan senjata Allah (Efesus 6). Jika anda teliti membacanya akan menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui seperti berikut

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, ~Ef 6:10-18

Alkitab dengan jelas memberitahu bahwa kita harus kuat dalam Dia dan kuasaNya, bukan kekuatan kita! Sebelum masuk dalam peperangan rohani, kita perlu kuat dulu. Ayat di atas juga memberikan 2 kategori perlengkapan senjata Allah, yaitu senjata untuk bertahan dan senjata untuk mengadakan perlawanan. Senjata untuk bertahan kita gunakan karena Iblis selalu menyerang kita kapan pun ia tahu kita membuka celah. Pedang Roh atau Firman merupakan senjata untuk kita mengadakan perlawanan, seperti saat Yesus dicobai di padang gurun. Namun, yang tidak kalah penting ialah anda harus tahu siapa musuh anda. Ayat di atas memberikan keterangan yang sangat jelas mengenai musuh kita, yaitu tipu muslihat iblis. Musuh kita bukan iblis lagi, karena ia telah dikalahkan oleh kematian Tuhan Yesus. Strateginya sekarang ialah menggunakan tipu daya.

Berikut adalah 3 roh yang bekerja di akhir zaman lewat tipu muslihatnya