YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Kamis, 05 Juli 2012

KEBANGUNAN ROHANI (REVIVAL)

Oleh Dr. W.A. Criswell
Diterjemahkan Made Sutomo, M.A.
 
Mazmur 85:2


Pada kesempatan ini saya akan menyimpulkan presentasi saya tentang cerita kebangunan rohani dengan istilah dan pengertian kebangunan rohani masa kini.  Firman Tuhan dalam kitab Mazmur 85:6 mengatakan demikian: “Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami, dan melanjutkan murkamu turun temurun?
Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa fakta tentang apa yang terjadi bila kebangunan rohani terjadi.  Secara khusus kita akan melihat dampaknya terhadap bangsa, kota, rumah tangga dan jiwa yang terhilang.
 
1. Kebangunan Rohani Menyelamatkan Suatu Bangsa
Dampak pertama dari kebangunan rohani yang akan kita lihat adalah bahwa kebangunan rohani dapat menyelamatkan suatu bangsa.  Kita akan melihat cerita ini dalam sejarah bangsa Israel, khususnya dalam pemerintahan Manase.  Manase adalah raja Israel, untuk suku Yehuda, selama 55 tahun, dan karena pelanggaran-pelanggaran yang ia lakukan sungguh melampaui batas, maka Allah berkata, “Aku akan mengeluarkan bangsa tersebut dari hadapanKu.”
Manase digantikan oleh Amon, anaknya, dan Amon bahkan lebih jahat dibandingkan dengan ayahnya.  Ia membuat moral bangsa Israel sangat merosot dan rusak.  Amon sendiri akhirnya dibunuh oleh budaknya di tempatnya sendiri.
Selanjutnya, setelah Amon mati, maka ia digantikan oleh anaknya yang bernama Yosia, yang ketika masih berumur delapan tahun.  Jadi, Yosia naik tahta ketika ia dalam umur yang masih muda, dan juga  ketika keadaan bangsa Yehuda sangat merosot dan rusak. 
Selama delapan tahun dalam pemerintahannya, ketika ia berumur 15 tahun, Yosia secara luar biasa bertobat.  Ia sungguh-sungguh mencari Tuhan dan Tuhan memandangnya dari sorga serta menjawab doa Yosia, Raja yang muda itu.
Dengan meneliti seluruh Bait Allah, membuka pintu Bait Allah untuk pertama kalinya dalam satu generasi, membersihkan reruntuhan dan debu-debu, akhirnya mereka menemukan Kitab Suci Allah.
Kitab itu kemudian dibacakan di depan Yosia, dan rakyat berketetapan hati mengambil keputusan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka dan datang kepada Allah.  Sebagai hasilnya, kebangunan rohani terjadi di masa pemerintahan Yosia.  Dalam kebangunan rohani itu, Daniel, Mesakh, Sadrakh dan Abednego diselamatkan dari kehancuran.
Seandainya raja yang meneruskan Yosia sama seperti dia, hal itu akan menyelamatkan Israel hingga Hari Tuhan, karena kebangunan rohani benar-benar menyelamatak satu bangsa. Dalam cerita kebangunan rohani atau Goncangan Besar (Great Awakening), Charles Wesley, dengan karunia musiknya, dengan lagu-lagu rohaninya dipakai oleh Tuhan untuk menggugah jiwa-jiwa pendengarnya, dan John Wesley, dengan firman Tuhan yang disampaikan, telah membawa Inggris kepada satu hari bertobatan dengan mencari wajah Allah, yang mengakibatkan Inggirs luput dari Revolusi Peranci yang berdarah itu.
Seandainya kebangunan rohani yang dipimpin oleh Joh Wesley tidak terjadi, maka banjir darah yang terjadi di seluruh negara Perancis akan terjadi juga di seluruh Inggris.  Akan tetapi, sementara orang-orang Perancis saling membunuh satu sama lain, dan dalam satu hari ada ribuan orang yang mati dengan kepalanya dipenggal, sebaliknya Inggris mengalami kebangunan rohani di bawah pimpinan kedua bersaudara dari hamba Tuhan, John Wesley dan Charles Wesley serta George Whitefield.
Satu kebangunan rohani akan menyelamatkan satu bangsa.  Kerusuhan yang sama dan penumpahan darah yang sama yang terjadi di Perancis akan juga menyifatkan konflik-konflik ras dan persoalan-persoalan ekonomi yang menimpa Amerika.  Amerika tidak kebal terhadap semua hukuman Allah yang kita temukan dalam sejarah bangsa-bangsa lain.
Tetapi kebanguan rohani besar di bawah pelayanan John Wesley juga dapat menyelamatkan Amerika.  O, kiranya mata kita sendiri bisa melihat itu pada masa hidup kita, bahwa sejumlah orang akan bertobat dan berpaling kepada Allah!   Jadi, dari contoh-contoh tadi kita bisa melihat bahwa kebanguan telah menyelamatkan bangsa.
 
2. Kebangunan Rohani Menyelamatkan Kota.
Sebagaimana kebangunan rohani bisa menyelamatkan satu bangsa, maka ia juga dapat menyelamatkan satu kota.  Seperti Yunus, di utus oleh Allah untuk pergi ke Niniwe, ke pusat kerajaan purba dari Asyur dan ia berkata, “Empat puluh hari lagi, maka Ninewe akan ditunggangbalikan” (Yunus 3:4).
Dan ketika kata-kata itu didengar oleh raja, maka ia pun menanggalkan jubah kebesarannya dan dengan mengenakan kain kabung ia duduk di abu.  Selanjutnya seluruh orang-orang pentingnya dan seluruh penduduk kota juga menanggalkan baju mereka dan ikut mengenakan kain kabung dan sambil duduk di debu mereka mengaku dosa-dosa mereka. 
Saya membayangkan bahwa pada saat itu Allah yang melihat keadaan mereka dari sorga mungkin berkata, “Lihatlah, lihatlah, raja menundukkan wajahnya di antara lututnya, ia berdoa dan mohon pengampunan.” Dan bahkan secara luar biasa keledai-keledai dan binatang-binatang lainnya pun dikenakan pakaian kabung.  Melihat itu akhirnya Allah berkata, “Aku akan menyelamatkan kota Nineweh.”  Jadi, kebangunan rohani benar-benar menyelamatkan kota.

3. Kebangunan Rohani Menyelamatkan Keluarga

Teknik Berlatih Paduan Suara

Dalam dunia tarik suara kita mengenal jenis-jenis kelompok vokal seperti Duet, Trio, Kwartet, Ansambel, Paduan Suara dll. Paduan Suara sering kita saksikan pada acara-acara rutin gereja bahkan yang bersifat tahunan misalnya : Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi), Perayaan Paskah/Natal.
.
Pembinaan Paduan Suara pada umumnya bersifat temporer, artinya hanya dibentuk jika ada event yang membutuhkan dan menyewa pelatih dari luar dengan biaya yang relatif mahal. Padahal bila kita memahami trik/teknik latihan Paduan Suara sebenarnya tidak terlalu sulit dan bisa kita kerjakan sendiri. Yang penting kita bisa membuat program latihan yang baik, tentunya dengan sarana/tempat latihan yang representatif. KLASIFIKASI PADUAN SUARA
.
Penulis megklasifikasikan Paduan Suara menjadi 3 (tiga) level, yaitu:
.
Level – 1 (Penguasaan Materi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
.
Tips :
- Nyanyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur.
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Tekankan anggota untuk menghafal syairnya.
.
Level – 2 (Interprestasi)
.
Kriteria : Anggota Paduan Suara mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interprestasi lagu yang diinginkan oleh komponis maupun aranger lagu tersebut.
.
Tips :
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamik pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamik disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melody.
- Latih Artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalnya pengucapan konsonan “r”, “s”, “ng”, serta vokal a, i, u, e, o, sehingga terdengar perbedaannya.
- Perhatikan Intonasi (penekanan) suku kata yang sesuai dengan Birama lagu.
- Perhatikan Frasering (pengkalimatan) agar sesuai dengan kalimat yang benar. Ini dapat dicapai jika dilaksanakan dengan teknik pernafasan yang baik.
- Lakukan pemanasan (vokalisi) yang cukup sebelum pelaksanaan latihan dimulai agar diperoleh Timbre (warna suara) yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri.

Level – 3 (Ekspresi)
.

Apa Kata Alkitab tentang TATO?

 
Perjanjian Lama memerintahkan orang-orang Israel, “Janganlah kamu menggoresi tubuhmu karena orang mati dan janganlah merajah tanda-tanda pada kulitmu; Akulah TUHAN” (Imamat 19:28). Jadi walaupun orang Kristen pada zaman sekarang tidak berada di bawah hukum Perjanjian Lama (Roma 10:4; Galatia 3:23-25; Efesus 2:15), kenyataan adanya larangan mengenai tato seharusnya menimbulkan pertanyaan bagi kita. Perjanjian Baru tidak berbicara apa-apa mengenai boleh tidaknya orang Kristen ditato.

Dalam hubungannya dengan tato dan merajah tubuh, ujian yang paling baik adalah apakah kita dapat dengan jujur, dengan hati nurani yang tulus, minta Tuhan memberkati dan menggunakan hal tsb untuk rencanaNya yang indah. “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Alkitab tidak melarang tato atau rajah tubuh, namun juga tidak memberikan alasan untuk kita percaya bahwa Allah menghendaki kita mendapatkan tato atau merajah badan kita.

Isu lain yang perlu dipertimbangkan adalah soal sopan santun. Alkitab memerintahkan kita untuk berpakaian dengan sopan (1 Timotius 2:9). Salah satu aspek dari kesopan-santunan adalah memastikan bahwa bagian tubuh yang harus ditutupi oleh pakaian ditutup dengan pantas. Namun demikian, makna dasar dari sopan santu adalah tidak menarik perhatian. Orang yang berpakaian dengan sopan berpakaian sedemikian rupa sehingga tidak menarik perhatian orang terhadap diri mereka. Tato dan rajah tubuh jelas menarik perhatian. Dalam pengertian ini, tato dan rajah tubuh tidak sopan.

Prinsip Alkitabiah yang penting dalam isu-isu yang tidak secara khusus dibicarakan adalah kalau ada keragu-raguan apakah itu menyenangkan Tuhan atau tidak, lebih baik jangan lakukan. “Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa” (Roma 14:23). Kita perlu mengingat bahwa tubuh kita, sebagaimana jiwa kita, telah ditebus dan merupakan milik Allah. Sekalipun 1 Korintus 6:19-20 tidak secara khusus diterapkan pada tato dan merajah badan, ayat-ayat ini memberikan sebuah prinsip kepada kita. “Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:19-20). Kebenaran yang agung ini seharusnya mempengaruhi apa dan bagaimana kita memperlakukan tubuh kita. Kalau tubuh kita adalah milik Tuhan, kita perlu mendapatkan “izin” yang jelas sebelum “menandainya” dengan tato dan rajah.

Sumber: http://www.gotquestions.org

Lirik: Aku Percaya


Tiada yang seperti engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup menjawab
Semua seru doaku

Tiada yang seperti engkau
Begitu mengasihiku
Kau Tuhan sanggup merawat
Seluruh kehidupanku

Reff:

Aku percaya, Tuhanku ajaib
Kau turun tangan memulihkanku
Aku percaya, Tuhanku dahsyat
Kau turun tangan memberkatiku
(Kau turun tangan menyembuhkanku).

Lirik: Allah Roh Kudus

Allah roh kudus penuhi kami
Kurindu Kau selalu dalam hidupku

Allah roh kudus ubah hatiku

Celikkanku, jamahlah kurindu hadiratMu


Reff:


Kusembah kudus

ku...dus, kuduslah Tuhan

Dan kusanjung kau mulia

mulia bagiMu Tuhan.



English Version:


Holy spirit God Come and fill this place

For I long to know you more in a deeper way

Holy spirit God come change my heart

Open my eyes, open my ears I want to know you more

And I cry holy, holy, holy is the Lord

And I exalt you glory, glory, glory to the Lord.

Lirik: Arti KehadiranMU

JalanMu tak terselami
Oleh setiap hati kami

Namun satu hal ku percaya

Ada rencana yang indah


Tiada terduga kasihMu

Heran dan besar bagiku

Arti kehadiranMu s'lalu

Nyata di dalam hidupku


Reff:


PenyertaanMu sempurna

RancanganMu penuh damai

Aman dan sejahtera walau di tengah badai

Ingin ku s'lalu bersama

Rasakan keindahan

Arti kehadiranMu Tuhan.

Lirik: Ajarku Berdiam

Ajarku berdiam dekat di hatiMu
Di saat ku berpaling temukan cintaMu
Di sana Kau menanti tuk bawaku lagi
Bersekutu dalam damai yang sejati

Ooh, Ku damba hadirMu
Ooh, inilah rinduku

Reff:

Hidupku hanyalah untukMu
Segenap hatiku kagum kan kebaikanMu
Nafasku menc'ritakan kasihMu
Ajarku berdiam dekat di hatiMu.