YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Kamis, 29 September 2016

JANGAN MAU TERPROVOKASI

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." 
Matius 11:28

Allah Bapa kita adalah Bapa yang penuh kasih. Dia selalu "membuka tanganNya" menerima dan memeluk kita. Dia tidak pernah menolak orang yang datang kepadaNya, yang datang bersekutu, memuji dan menyembah Dia, dimanapun dan kapanpun.

Mari arahkan hati dan pikiran kita hanya kepada Tuhan, jangan biarkan "panah" intimidasi atau provokasi dari iblis menjauhkan kita dari kasih karuniaNya. Jangan biarkan "masa lalu" mengintimidasi dan merampas damai sejahtera dari Tuhan dalam hati kita. Saat kapan hal itu terjadi?? Kita terkena intimidasi & provokasi pd saat kita membuka telinga dan hati kita terhadap bisikan iblis dan PERKATAAN2 NEGATIF. Ketika kita memohon ampunan Tuhan atas dosa & kesalahan kita, dan meminta darah Yesus menyucikan kita, maka itu sudah cukup melayakkan kita untuk masuk hadirat Tuhan. 

Berikanlah diri kita terus menerus dibaharui Roh Kudus, dan renungkan & pegang teguh firman Tuhan, sehingga kita tidak mudah tergoncangkan, terintimidasi & terprovokasi oleh iblis. JANGAN MAU TERPROVOKASI.

Tuhan Yesus memberkati.. SEMANGAT !

HIDUP KUDUS ADALAH KEHARUSAN

"Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku." 
 Imamat 20:26

Di dunia yang penuh dosa ini, Allah memerintahkan para pengikut-Nya untuk hidup kudus (Imamat 11:45). Membedakan mana yang najis dan yang kudus adalah tugas yang penting. HIDUP KUDUS ADALAH KEHARUSAN (Imamat 20:26), karena tanpa kekudusan, kita tak akan "MELIHAT ALLAH" artinya tidak akan masuk sorga (Ibrani 12:14).

Membedakan yg kudus dengan yg najis membutuhkan KEPEKAAAN secara rohani. Apakah kita Kudus dalam PERKATAAN, PIKIRAN dan PERBUATAN? Roh Kudus-lah yang akan memberikan hikmat, bacalah Firman Tuhan dan banyak berdoa.

Contoh sederhana, entah PEKA atau tidak kita kadang MENAJISKAN hati kita dgn PERKATAAN KOTOR di media Facebook dan menjadi batu sandungan. Mungkin orang lain tdk tahu motivasi kita, mungkin kita memakai akun palsu TAPI TUHAN PASTI TAHU. Contoh lain, Apakah MEROKOK itu kudus atau tidak kudus? Secara hurufiah tdk ada dlm alkitab, tapi tubuh kita yg adalah BAIT ALLAH telah dinajiskan oleh 49 jenis racun dalam asap rokok. BUTUH KEPEKAAN DALAM SEGALA ASPEK KEHIDUPAN.

"TAK ADA KEBAHAGIAAN SEJATI YANG TERPISAH DARI KEKUDUSAN DAN TAK ADA KEKUDUSAN YANG TERPISAH DARI KRISTUS."

Mari kita berusaha...

Have a nice weekend. Jesus Bless Us.

SEMANGAT. Yaahowu !

DIA MENGENAL NAMA SAYA

"Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar." (Yohanes 10:3)

Kita semua ingin dikenal -- terutama dikenal oleh Allah. Sebuah lagu ciptaan Tommy Walker yang berjudul He Knows My Name (Dia Mengenal Nama Saya), mengingatkan kita bahwa Allah mengetahui setiap pemikiran kita, melihat setiap air mata yang menetes, dan mendengarkan pada saat kita berseru. Dalam Injil Yohanes dikatakan, "Domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya .... Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku" (Yohanes 10:3,14). 

Bagi Pribadi yang menciptakan langit dan bumi, mengenal miliaran orang bukanlah masalah. Allah sangat mengasihi Anda (Yohanes 3:16), Dia memikirkan Anda sepanjang waktu (Mazmur 139: 17,18), dan Dia mengenal nama Anda (Yohanes 10:3)

TAK ADA ORANG KRISTIANI YANG NAMANYA TIDAK DIKENAL ALLAH.

SELAMAT BERIBADAH. YAAHOWU.

Tuhan Yesus nemberkati.

KERJA KERAS

"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)
Beberapa penuntun kita dalam DUNIA KERJA, mari kita simak:
1. Apa pun tugas kita, kita bekerja bagi kemuliaan Allah (Kolose 3:23). Dalam hal ini, tak ada pekerjaan yang lebih baik dari yang lain. Masing-masing pekerjaan itu hasilnya harus menghormati Allah. 

2. Cara kerja kita dapat menarik simpati mereka yang belum mengikut Kristus (1Tesalonika 4:11,12). Seorang atasan tak perlu memberi tahu seorang pekerja kristiani untuk memanfaatkan waktu dengan baik atau untuk bekerja keras. 

3. Pekerjaan adalah sebuah cara untuk memenuhi tujuan ganda kita: mengasihi Allah dan sesama. Menunjukkan kasih kepada rekan kerja adalah cara yang baik untuk menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah. (Matius 22:37-40). 

4. Kita harus bekerja bagi mereka yang bergantung kepada kita. Orang yang tidak menjaga kelangsungan hidup keluarganya layak dicela (1Timotius 5:8). 

"YANG TERPENTING BUKANLAH BERAPA LAMA ANDA BEKERJA, MELAINKAN APA YANG ANDA LAKUKAN SELAMA INI."

Selamat Beraktifitas.

Tuhan Yesus mengasihi Anda.

GERUTU DAN OBATNYA


"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong." (1Korintus 13:4)

Seorang pria yang mengalami gangguan jiwa selalu menjabat tangan pendetanya setiap kali kebaktian usai. Namun, ia kerap melontarkan komentar kritis demikian: Khotbah Anda terlalu panjang. Khotbah Anda membosankan. Anda terlalu banyak membicarakan diri sendiri. Karena merasa tertekan, sang pendeta menyampaikan hal ini kepada seorang diaken, yang menjawab, Oh, jangan mengkhawatirkan dia. Ia hanya MENGULANG APA YANG DIDENGARNYA dari orang lain. 

MENGGERUTU adalah DOSA yang terlalu umum di antara orang-orang kristiani, dan sebagian dari mereka merupakan PENGGERUTU KRONIS. Mereka TERAMPIL dalam MENEMUKAN KESALAHAN seseorang yang secara aktif berusaha untuk melayani Tuhan. Dan pasti kita semua pernah menggerutu. 

OBAT terbaik untuk kebiasaan dosa ini adalah KASIH kristiani. Itu mudah diucapkan, namun sulit dilakukan. PERTAMA, kita harus secara sadar menginginkan apa yang terbaik dari Allah bagi setiap orang. Kasih ini sabar, ... murah hati; ia tidak cemburu .... Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain (1Korintus 13:4,5). KEDUA, ketika kita mengandalkan Tuhan, kita harus menerapkan sikap ini di dalam perbuatan. 

Di kemudian hari, pada saat Anda ingin mencari-cari kesalahan seseorang, lawanlah dorongan itu dan berusahalah melakukan kebaikan bagi orang tersebut. (Galatia 6:10). Lakukanlah hal ini dengan setia, dan pada saatnya nanti Anda akan sembuh dari sikap menggerutu.

"JANGANLAH MENCARI KESALAHAN, CARILAH OBATNYA."

Selamat berAktifitas. Tuhan memberkati.

Senin, 09 Mei 2016

MURID KRISTUS


Ada pula gereja yang menawarkan berbagai “program pemuridan” seperti kelas-kelas, seminar-seminar, kelompok-kelompok kecil pemuridan. Gereja yang demikian tentu lebih baik dari gereja yang jemaatnya hanya beribadah pada hari Minggu. Namun apabila diamati lebih seksama, ternyata “program-program pemuridan” yang demikian sangat tidak efektif dalam menghasilkan perubahan hidup dan kepemimpinan. Oleh sebab itu, apabila kita mengamati keadaan gereja dengan jujur, kita dapat melihat bahwa kualitas karakter gereja tidak terlalu berbeda dengan karakter dunia ini. Gereja rasanya masih jauh dari keserupaan dengan Kristus seperti pada gereja mula-mula.
 
Mengapa gereja masa kini seperti itu? Tentu banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Namun, salah satu faktor penyebab yang utama adalah karena adanya kekeliruan konsep pemuridan, dan juga karena metode pemuridan yang tidak efektif.

Pemuridan adalah sebuah proses dimana seorang percaya dengan contoh hidup membiarkan Kristus memakainya sebagai alat untuk melayani sejumlah orang tertentu dalam waktu tertentu, dalam perjumpaan satu demi satu (one on one), untuk mencapai keserupaan Kristus (potensi maksimalnya), demi tujuan pembangunan rumah Tuhan, serta mereproduksi dirinya sampai generasi ketiga. Tuhan memerintahkan kepada semua muridNya, bukan hanya kepada rasul-rasulNya saja, semua orang percaya/ orang kudus, dari pemimpin tertinggi sampai orang yang baru percaya (Matius 28:19-20) untuk melakukan pemuridan.

Inti pemuridan dapat disimpulkan dalam satu kata, yaitu menjadi “contoh” atau “model”.
 
Ada seorang anak kecil berusia 4 tahun, lari dari rumah karena terancam disiksa oleh orang tuanya. Namun, ia tersesat di hutan, dan setelah belasan tahun kemudian ia ditemukan telah hidup sama seperti monyet. Anak tersebut bertingkah laku seperti monyet, tidak dapat berjalan tegak, dan tidak dapat berbicara bahasa manusia.
Mengapa anak tersebut tidak hidup normal seperti manusia-manusia lainnya, padahal ia adalah manusia sejati? Penyebabnya adalah karena ia tidak terus-menerus melihat contoh manusia normal lainnya, tetapi melihat contoh dari monyet-monyet yang menerimanya di hutan.
Demikian pula begitu pentingnya peranan contoh dalam menuntun orang lain untuk mencapai potensi maksimalnya, yaitu keserupaan dengan Kristus. Jadi satu-satunya jalan untuk belajar adalah melalui contoh/ model.
Kristus berkata, “Jadikanlah sekalian bangsa muridKu ..” (Matius 28:19). Dulu ketika Kristus datang ke dunia sebagai manusia, Ia-lah yang menjadikan orang-orang menjadi muridNya/ pengikutNya (Matius 4:19, Lukas 9:23-24). Setelah Ia mati, bangkit, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Ia tetap melakukan pemuridan. Ia tetap menjadikan orang-orang muridNya, tetapi sekarang melalui tubuhNya, yaitu murid-muridNya (Matius 28:19-20). Jadi pemuridan bukanlah menjadikan orang murid kita, tetapi menjadikan orang murid Kristus.

Ada 2 hal yang ekstrim dalam pemuridan:

Makna Kenaikan Tuhan Yesus Kristus bagi orang Kristen

“Yesus Naik ke Sorga Untuk Menyediakan Tempat Bagi Orang Percaya"
Orang percaya ditempatkan bersama Kristus di alam Sorgawi karena kasih karunia dan oleh iman kita turut dalam kebangkitan dan kenaikan Kristus. “dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di Sorga” (Efesus 2:6),”lanjutnya. 
 
   Dengan kenaikan Kristus ke sorga orang percaya mendapat jaminan menjadi Warga Negara Kerajaan Sorga, sehingga pikiran dan perasaan orang percaya tertuju ke Sorga. “Karena kewargaan kita adalah di dalam Sorga,,.") dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamatdan dalam kurun waktu tertentu, Tuhan masih menempatkan kita di bumi,di tanah Toar Lumimuut ini kita masih diizinkan Tuhan untuk memiliki kehidupan duniawi dengan bekerja, tidur, tertawa, menangis, tersenyum dan yang paling penting masih diberi kesempatan untuk bernafas sob,. namun secara iman semua orang percaya sudah ditempatkan bersama-sama dengan Kristus di Sorga. “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan(Kolose 3:1-4). Karena secara iman status orang percaya sudah menjadi warga Kerajaan Sorga, maka keselamatan dan hidup yang kekal bukan lagi perkara nanti dan mudah-mudahan masuk Sorga sesuai dengan amal baktinya, melainkan sesuatu yang pasti bagi orang yang percaya,” 
 
     Kenaikan Yesus ke Sorga memastikan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk membawa semua orang percaya dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa ke suatu tanah air Sorgawi yang Tuhan Yesus sudah sediakan. Kenaikan Kristus ke Sorga meneguhkan keyakinan kita bahwa Tuhan Yesus hidup, sehingga kita tidak perlu gelisah dan tawar hati dalam menghadapi segala pergumulan hidup sebagai orang yang beriman di bumi ini. Kegelisahan hati yang membuat muka muram, iri hati, dendam, anakis, cemberut dan marah-marah, suatu tanda hati yang kosong, tiada damai sejahtera, tiada sukacita. Tapi kenaikan Yesus ke Sorga meniadakan kegelisahan hati kita, melenyapkan kemarahan, kedengkian dan kejahatan kita, sehingga orang percaya diliputi dengan sukacita yang tidak terkatakan, walaupun masih hidup di tengah-tengah dunia yang penuh dengan penderitaan.
“   Yesus Naik ke Sorga Menjamin Suatu Kepastian Kemuliaan Yang Diterima Orang Percaya,” sumber bintangpapua.com