YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Selasa, 04 Juli 2017

3 Sikap Hidup Orang Kristen di Akhir Zaman



“Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa” (1 Petrus 4:7)


Hari-hari ini Kekristenan selalu menjadi sorotan dimana- mana. Ada yang mendapat sorotan yang baik ada pula yang mendapat sorotan yang kurang baik. Alkitab menuliskan kehidupan Kita bagaikan surat terbuka yang dapat dibaca semua orang, karna itu tiap orang percaya sepatutnya selalu mengawasi kehidupannya agar tidak menjadi batu sandungan sebaliknya harus menjadi berkat.


Di akhir zaman ini, Petrus menuliskan bahwa setidaknya 3 sikap ini sepatutnya dimiliki oleh tiap orang percaya: 


1. Mampu menguasai diri.
Hari-hari akhir ini ada banyak hal, ada banyak kejadian yang dapat memancing kita untuk berbuat dosa.

Banyak orang mudah untuk marah, mudah terpancing melakukan hal-hal yang jahat bahkan tidak jarang ada orang yang rela untuk membunuh ataupun mengakhiri hidupnya dengan mudahnya tanpa berpikiran panjang. Jika kita mau selidiki, mengapa semua itu bisa terjadi? . Maka mungkin salah satu jawaban yang bisa temukan adalah karna satu perkara yaitu “tidak mampu menguasai diri”.


2. Jadilah Tenang
Tenang adalah kebutuhan semua orang. Tanpa ketenangan orang tidak akan mampu menjalani hidup ini dengan baik, sebaliknya ketika kita mampu untuk tenang maka kita dimampukan untuk menghadapi segala sesuatu dengan baik.

Alkitab sendiri mengatakan dalam Yesaya 30:15b “...dalam Tinggal TENANG dan percaya terletak kekuatanmu”, hal ini berarti bahwa ketika kita belajar untuk tenang maka ada kekuatan yang kita peroleh dari Tuhan untuk menghadapi setiap tantangan, persoalan hidup yang terjadi dalam hidup ini tentunya bersama dengan Tuhan. Sama seperti Daud yang mengatakan bahwa “hanya dekat Allah saja aku tenang” (Maz. 62:1).


3. Suka berdoa. 
Doa itu bukanlah perkara yang mudah, sebab sejatinya doa itu adalah bagaimana kita membangun hubungan dengan Tuhan. Karna itu jangan pernah berpikir bahwa berdoa itu hanya sebatas susunan kata-kata saja. 


Oleh sebab itu diakhir zaman ini, hal yang tidak kalah penting untuk selalu dibangun adalah bagaimana kita membangun hubungan yang intim dengan Tuhan setiap waktu, sebab kita tidak tahu kapan akhir zaman itu akan tiba, namun jika kita ada di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam kita maka akhir zaman itu seharusnya tidak menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang selalu berjaga-jaga dalam menjalani kehidupan ini.

3 Roh ini Bekerja di Akhir Zaman



Tahukah anda bahwa hidup di ahkir zaman sungguh merupakan sebuah peperangan rohani yang besar? Iblis tahu bahwa waktunya sudah semakin dekat sehingga pasti mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin menjatuhkan setiap orang percaya.

Perlengkapan Senjata Allah

Alkitab dengan jelas memberitahukan kita untuk kita selalu menggunakan semua perlengkapan senjata Allah (Efesus 6). Jika anda teliti membacanya akan menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui seperti berikut

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, ~Ef 6:10-18

Alkitab dengan jelas memberitahu bahwa kita harus kuat dalam Dia dan kuasaNya, bukan kekuatan kita! Sebelum masuk dalam peperangan rohani, kita perlu kuat dulu. Ayat di atas juga memberikan 2 kategori perlengkapan senjata Allah, yaitu senjata untuk bertahan dan senjata untuk mengadakan perlawanan. Senjata untuk bertahan kita gunakan karena Iblis selalu menyerang kita kapan pun ia tahu kita membuka celah. Pedang Roh atau Firman merupakan senjata untuk kita mengadakan perlawanan, seperti saat Yesus dicobai di padang gurun. Namun, yang tidak kalah penting ialah anda harus tahu siapa musuh anda. Ayat di atas memberikan keterangan yang sangat jelas mengenai musuh kita, yaitu tipu muslihat iblis. Musuh kita bukan iblis lagi, karena ia telah dikalahkan oleh kematian Tuhan Yesus. Strateginya sekarang ialah menggunakan tipu daya.

Berikut adalah 3 roh yang bekerja di akhir zaman lewat tipu muslihatnya

Sabtu, 25 Maret 2017

Mari Lestarikan AMAEDOLA Nias

http://amaedola-peribahasanias.blogspot.co.id/
AMAEDOLA (Peribahasa NIAS)
Bagian Kekayaan Budaya Nias yang fungsinya menyampaikan pengajaran, teladan dan sindiran (yang membangun) dengan ciri pelembut sehingga tidak mudah terasa di hati.
AMAEDOLA mencerminkan Watak dan Budaya suku Nias.
Dalam AMAEDOLA "Zatua Fona" tersirat
makna sastra yang cukup mendalam & kiasan yang indah
untuk menyampaikan Komunikasi dan Mendidik.
Link to : http://amaedola-peribahasanias.blogspot.co.id/

Senin, 23 Januari 2017

PEMILIHAN MAJELIS GEREJA

3 – 5 bulan terakhir ini, saat-saat dimana Gereja BNKP sibuk menyiapkan & menentukan para pelayan / majelis yang baru, untuk kurun waktu pelayanan tahun 2017 – 2022 (masa pelayanan 5 tahun). 2000 tahun lebih yang lalu, Tuhan Yesus mulai memilih muridnya 12 orang. Dari 12 orang ini (kecuali Yudas Iskariot) telah menghasilkan milyaran pengikut Kristus di seluruh dunia saat ini. Tuhan mengutamakan kualitas mulai dari kelompok kecil. Hendaknya kita juga berpikir bahwa kualitas dlm tubuh kemajelisan lebih penting dari kuantitas/jumlah. 

Nah, apa kata Firman Tuhan tentang hal ini? Hendaknya kita jadikan Alkitab sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam memutuskan kelayakan menjadi seorang pelayan dalam gereja. Apakah kita boleh sembarang memilih Majelis? Mari kita belajar dari kitab 1 Timotius 3 : 1 – 16 mengenai syarat menjadi Majelis (penilik & diaken).

Syarat Menjadi Majelis (I Tim.3:1-16)
Haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang. – Artinya, punya Integritas pelaku firman Tuhan.
Bukan peminum (termasuk bukan peminum bir atau tuak), bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang. – Artinya, selalu menjaga pola hidup yang kudus, tidak memecah belah.
Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. – Artinya, Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?
Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. – Artinya, seorang yang dewasa rohani, memiliki iman yg teguh & pemahaman yg benar tentang Kekristenan.
Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis. – Artinya, memiliki kesaksian hidup yg baik dan benar.
Haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah. – Artinya, bisa menjaga hidupnya dari kenajisan dunia ini, termasuk tidak merokok, tdk minum minuman keras, tdk suka bergosip, dll.
Orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci.
Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat.
Isteri-isteri (majelis perempuan) hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.

Ternyata TIDAK MUDAH memilih Majelis Gereja, tidaklah asal atau sembarangan. Karena kalau salah memilih, maka pasti jadi batu sandungan, cepat atau lambat beresiko menimbulkan kekacauan, dan tidak ada perkenaan Tuhan. 

Semua gereja Tuhan saat ini pasti menetapkan syarat utama bagi pelayannya, adalah:
1. Sudah bertobat dan mengalami Lahir Baru dalam Kristus Yesus. Memiliki hubungan pribadi & ketaatan pada Tuhan. Tanpa hal ini maka sia-sia semua pelayanan yang dia lakukan karena hanya harafiah, tetapi tidak akan mengalami perkenaan dari Tuhan.

2. Sudah terbukti dan teruji sebagai murid Kristus yang taat dan tekun (dalam berdoa, baca firman, bersekutu & bersaksi) serta hidup dalam kekudusan. Tanpa kekudusan, tidak mungkin seorang Majelis berkenan pd Tuhan. Dalam melayani kita mencari perkenaan Tuhan bukan mencari perkenaan manusia.

Pada akhirnya, Jangan sampai setelah menjadi Majelis Gereja bahkan mengerjakan tugas pelayanan; kita justru ditolak oleh Tuhan dan tidak masuk dalam kerajaan sorga. Ingat Matius 7 : 21 – 23, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Selamat Melayani bagi Majelis BNKP terpilih dimanapun. Kiranya Tuhan memberi kekuatan, penghiburan dan perkenaanNya. BERSATU & TETAP SEMANGAT. Amin. (EL)

Senin, 16 Januari 2017

BERSIAPLAH kedatangan Tuhan sudah sangat dekat

Rhema peringatan Tuhan Yesus :
-- BERSIAPLAH kedatangan Tuhan sudah sangat dekat.--


"Anak-Ku, dari sekian banyak orang yang ada di dunia ini orang-orang Kristen adalah orang yang paling beruntung, sebab mereka sempat mengenal-Ku. Namun sayang, dari sekian banyak orang Kristen, kebanyakan dari mereka tidak Aku kenal. Mereka mengaku Kristen dan merasa baik-baik saja dengan jadwal seminggu sekali mereka untuk pergi ke gereja. Mereka tidak pernah membaca Firman-Ku, mereka hanya diam dalam kenyamanan berkat-berkat-Ku. Mereka sama sekali tidak pernah memikirkan Aku sebagai Mempelai Pria-nya, mereka tidak pernah ada dimana Aku ada.
Jika engkau dan Aku menjadi satu, maka tidak ada yang dapat memisahkan kita. Datanglah dan bersekutulah dengan Aku dalam keintiman, sebagaimana seorang mempelai berkasih-kasihan. Anak-Ku, Aku mengasihi-mu."

Saudaraku, Tuhan Yesus akan menjemput kita, kita harus bersabar. Perjamuan Anak Domba telah siap, Tuhan Yesus rindu menjemput mempelainya. Jadi, apakah Saudara mempelai-Nya atau umat Kristen yang tidak dikenal-Nya?

Matius 7:22-23
"Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"


Ya, IA DATANG SEGERA! Ia hidup, dan Ia datang segera! Yesus dari Nazaret, anak Daud, DIa datang untuk menjadi Raja, dan Ia hidup. Persiapkanlah jalan bagi-Nya. Umat Tuhan, bersiaplah dengan sungguh-sungguh, Ia bukan manusia yang bisa ingkar janji, Ia berkata akan kembali, bersiaplah, bersiaplah, bersiaplah!

Tuhan Yesus memberkati.

Rabu, 28 Desember 2016

Liputan Perayaan Natal BNKP Bandung Timur 2016

Terpuji nama Tuhan Yesus Kristus, karena kasih dan anugerahNya, Acara Ibadah dan Perayaan Natal BNKP Bandung Timur tahun 2016 telah dilaksanakan dengan baik. Kehadiran jemaat diperkirakan sebanyak 350 - 400 orang.

Acara ini dilaksanakan pada:
Hari      : Minggu, 18 Desember 2016
Pukul    : 17.00 Wib - selesai
Tempat : Gedung GKPI, Jalan Ciliwung no. 20 Bandung

Gloria in excelsis Deo...



Prosesi Ibadah diabadikan dalam rangkaian foto di bawah ini:
Foto bersama sebelum acara dimulai.
Para Pelayan memasuki ruang Ibadah.

 Hadirin yang khusuk mengikuti rangkaian ibadah.


 Para Pelayan Musik.
Penyalaan Lilin / Candle Light.


 Koor Bersama Jemaat BNKP Bandung Timur, membawakan lagu "DAMAI".
 Koor Jemaat BNKP Bandung (Holis).

 Penyerahan Tanda Kasih dari BNKP Jemaat Bandung Timur.

 Foto Bersama setelah Ibadah selesai. Kebersamaan itu Indah.




Gloria in excelsis Deo. Segala kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi.
Haleluya.

Amin.

Rabu, 12 Oktober 2016

SIAPAKAH YESUS KRISTUS ? ....ALLAH kah? atau hanya NABI ?

(Penting utk diketahui & diimani agar kita tidak mudah goyah oleh angin pengajaran saat ini.)

 Siapakah Yesus Kristus? Berbeda dengan pertanyaan, “Apakah ada Allah?” jarang orang mempertanyakan apakah Yesus Kristus ada. Pada umumnya Yesus dipandang sebagai seseorang yang hidup di bumi di Israel 2000 tahun yang lampau. Perdebatan baru dimulai ketika topik mengenai identitas Yesus didiskusikan. Hampir setiap agama besar mengajarkan bahwa Yesus adalah seorang nabi, atau guru yang baik atau seorang manusia yang saleh. Masalahnya Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Yesus lebih dari sekedar seorang nabi, guru yang baik atau orang yang saleh.

C.S. Lewis dalam bukunya Mere Christianity menulis: “Saya berusaha mencegah orang dari mengatakan hal-hal yang bodoh yang biasanya orang katakan mengenai Dia [Yesus Kristus]: “Saya siap untuk menerima Dia sebagai seorang pengajar moral yang agung, tapi saya tidak menerima klaim bahwa Dia adalah Allah.” Ini adalah sesuatu yang kita tidak boleh katakan. Seorang manusia biasa dan mengucapkan apa yang dikatakan oleh Yesus tidak mungkin merupakan seorAng pengajar moral yang agung. Engkau harus menentukan pilihanmu. Apakah orang ini adalah Anak Allah, atau BUKAN ! Dan engkau semestinya dapat mempertanggungjawabkan keyakinanmu itu.

Jadi siapakah Yesus? Apa kata Alkitab mengenai Dia? Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata Tuhan Yesus dalam Yohanes 10:30, “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekilas, ini kelihatannya bukan merupakan sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Namun kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap pernyataan ini "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." (Yohanes 10:33). Orang-orang Yahudi mengerti pernyataan Yesus sebagai sebuah klaim bahwa Dia adalah Allah. Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus tidak pernah mengoreksi orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai Allah.” Hal ini menunjukkan bahwa Yesus betul-betul mengatakan bahwa Dia adalah Allah dengan mengumumkan, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30). Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya. Yesus memproklamirkan, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada." Kembali orang-orang Yahudi berespon dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus (Yohanes 8:59). Yesus mengumumkan identitasnya dengan menggunakan “Aku adalah” yang adalah merupakan penerapan langsung dari nama Allah dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14). Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat Allah, yaitu dengan mengaku diri sebagai Allah?

Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu adalah Allah.” Yohanes 1:14 mengatakan, “Firman itu telah menjadi manusia.” Ini jelas mengindikasikan bahwa Yesus adalah Allah dalam wujud manusia. Thomas sang murid mengungkapkan pada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Yesus tidak mengoreksi dia. Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai, “…Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13). Rasul Petrus mengatakan hal yang sama, “…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1). Allah Bapa adalah Saksi dari identitas Yesus yang sepenuhnya, “Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.” Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama menyatakan keillahianNya, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Jadi, sebagaimana dikatakan oleh C.S. Lewis, percaya kepada Yesus sebagai seorang guru yang baik bukanlah sebuah pilihan. Yesus dengan jelas dan tak dapat disangkali mengakui diriNya sebagai Allah. Kalau Dia bukan Allah, Dia adalah seorang pendusta dan bukanlah seorang nabi, guru yang baik atau manusia yang beribadah. Dalam usaha untuk menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus, para “sarjana-sarjana” modern mengatakan bahwa “Yesus sejarah yang sejati” tidak mengucapkan banyak hal yang Alkitab katakan sebagai diucapkan oleh Yesus. Siapakah kita yang dapat berdebat dengan Firman Tuhan mengenai apa yang Yesus katakan atau tidak katakan? Bagaimana seorang “sarjana” yang dua ribu tahun terpisah dari Yesus dapat lebih mengerti apa yang Yesus katakan dan tidak katakan dibanding dengan mereka yang hidup bersama Dia, melayani bersama Dia dan diajar langsung oleh Yesus sendiri (Yohanes 14:26)?

Mengapa pertanyaan mengenai identitas Yesus yang sebenarnya begitu penting? Mengapa penting kalau Yesus itu Allah atau bukan? Alasan yang paling penting bahwa Yesus haruslah Allah adalah bahwa jikalau Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah cukup untuk membayar hutang dosa seluruh dunia (1 Yohanes 2:2). Hanya Allah yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21). Yesus haruslah Allah sehingga Dia dapat membayar hutang kita. Yesus haruslah manusia supaya Dia bisa mati. Keselamatan hanya tersedia melalui iman di dalam Yesus Kristus! Keillahian Yesus adalah alasan mengapa Dia adalah satu-satunya jalan keselamatan. Keillahian Yesus adalah penyebab mengapa Dia mengumumkan, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

AMIN.GBU