YA'AHOWU !! SYALLOM.. Kata Yesus: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh. 14:6) FAOMASI ZOAYA

LABEL

Pencarian

MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.

Jumat, 05 Februari 2016

Kisah Nyata : BAGI TUHAN TAK ADA YANG MUSTAHIL


Seorang pria muda yang bekerja di Angkatan Darat Jepang yang selalu dihina karena ia percaya kepada YESUS.

Suatu hari kaptennya berniat untuk mempermalukan dia dihadapan para tentara. Ia memanggil anak muda tersebut dan berkata : anak muda kemarilah, ambil kunci ini dan parkirkan mobil jeep itu didepan.

Anak muda tersebut menjawab : "saya tidak bisa menyetir mobil kapten,"

Sang kapten berkata : " baiklah kamu meminta PERTOLONGAN dari TUHANmu , TUNJUKKAN BAHWA DIA ADA ,

Anak muda tersebut mengambil kunci mobil dan melangkah ke jeep tersebut dan Mulai Berdoa, anak muda itu memarkirkan jeep tersebut dengan baik dan sempurna di tempat yang kaptennya inginkan, anak muda tersebut keluar dari jeep itu dan melihat mereka semuanya Menangis,

Mereka bersama-sama mengatakan : " Kami mau melayani TUHANmu"

Tentara muda tersebut kaget dan bertanya : "apa yang terjadi" ?

Kapten tersebut menangis membuka kap mesin jeep tersebut lalu menunjukkan kepada anak muda tersebut bahwa mobil tersebut sebenarnya tidak ada mesinnya.

Lalu anak muda tersebut berkata : " Lihatlah, Inilah TUHAN yang aku layani,

TUHAN yang BISA MELAKUKAN yang TIDAK MUNGKIN menjadi mungkin, TUHAN yang MEMBERIKAN HIDUP kepada apa yang tidak ada, Anda mungkin berpikir masih ada banyak hal yang "tidak mungkin bisa terjadi ", TETAPI BERSAMA TUHAN SEMUANYA BISA TERJADI ..
Kepada Anda yang membaca kejadian ini, tolong share bagi yg lain. 
 
Tuhan Yesus memberkati

Sebuah Ilustrasi : PUTUS ASA


Pada suatu ketika, iblis mengiklankan bahwa ia akan mengobral perkakas-perkakas kerjanya. Pada hari H, seluruh perkakasnya dipajang untuk dilihat oleh para calon pembeli, lengkap dengan harga jualnya. Barang-barang yang dijual antara lain: dengki, iri, dendam, tidak jujur, malas, tidak menghargai orang lain, tak tahu berterima kasih, dan lain sebagainya.

Di suatu pojok display ada suatu perkakas yang bentuknya sederhana bahkan sudah agak aus, tetapi harganya paling tinggi diantara yang lain. 

Salah seorang pembeli bertanya, "Alat ini apa namanya?", iblis menjawab, " Oh...itu namanya Putus Asa". "Kenapa harganya mahal sekali, kan sudah aus...?". 

"Ya karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya biasa dengan mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan dengan perkakas yang lain. Begitu saya berhasil masuk, dengan mudah saya dapat melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap manusia tersebut. 

Tahukah anda kenapa barang ini menjadi aus? karena saya sering menggunakan kepada hampir semua orang. Kebanyakan manusia tidak tahu kalau PUTUS ASA itu sebenarnya milik saya"

Saudaraku yang terkasih, jika saat ini anda sedang berPUTUS ASA, maka ingatlah itu bukan berasal dari TUHAN! Segala sesuatu yang melemahkan iman berasal dari iblis...Waspadalah, jangan menjadikan diri kita bulan-bulanan iblis. Hari ini, Bangkit dan katakan pada iblis, "Tuhan adalah kekuatan dan perisaiku, bersama-Nya aku tidak akan goyah" Lalu melangkahlah dengan iman...

Keadaan hidup kita mungkin sekali-kali memukul kita sampai jatuh, tetapi kita tidak boleh tetap tinggal di bawah... Berdirilah teguh... milikilah sikap dan mentalitas pemenang! 

Saudaraku yang terkasih, jangan anggap enteng putus asa, sebab banyak orang yang putus asa dalam hidupnya akibatnya terpuruk dan tidak pernah bangkit dan mengalami pemulihan. Karena itu iblis sangat suka dengan ”perkakas” ini. Bila manusia sudah putus asa maka dengan mudah iblis melumpuhkan kehidupannya.

Sumber: (Cuplikan Buku Inspirasi Kehidupan/Bambang M. )

Sebuah Ilustrasi : "SEMANGKOK BAKMI"




Seorang anak bertengkar dengan ibunya dan meninggalkan rumah. Ia sama sekali tidak membawa uang.
Ia ingin sekali memesan semangkok bakmi. Pemilik kedai melihat anak itu berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata, "Nak, apakah engkau ingin memesan semangkok bakmi?"
"Ya, tapi aku tidak membawa uang," jawab anak itu dengan malu. "Tidak apa-apa," jawab si pemilik kedai.
...
Anak itu segera makan, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa Nak?" tanya si pemilik kedai.
"Tidak apa-apa, aku hanya terharu," jawab anak itu sambil mengusap air matanya.
"Seorang yg baru kukenal memberiku semangkok bakmi tapi ibuku sendiri setelah bertengkar denganku mengusirku dari rumah. Kau seorang yg baru kukenal tapi begitu peduli denganku." katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu berkata, "Nak, mengapa kau berpikir begitu? Renungkan hal ini, aku hanya memberimu semangkok bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil hingga saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Kau malah bertengkar dengannya?"


Anak itu terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tidak berpikir tentang hal itu? Untuk semangkok bakmi dari orang yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulian kepadanya. Dan karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya."


Anak itu segera menghabiskan bakminya lalu ia segera pulang ke rumah. Begitu sampai di rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika melihat anaknya, kalimat pertama yg keluar dari mulutnya adalah, "Nak, kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam." Mendengar hal itu, si anak tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis di hadapan ibunya.


Sekali waktu kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain untuk suatu pertolongan kecil yg diberikannya pada kita. Namun kepada orang yg sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita mesti berterima kasih kepada mereka.


(NN)

HATI YANG INDAH


Rumah kami langsung berseberangan dengan pintu masuk RS John Hopkins di Baltimore. Kami tinggal di lantai dasar dan menyewakan kamar-kamar lantai atas pada para pasien yang ke klinik itu.

Suatu petang dimusim panas, ketika aku sedang menyiapkan makan malam, ada orang mengetuk pintu. Saat kubuka, yang kutatap ialah seorang pria dengan wajah yang benar buruk sekali rupanya.
"Lho, dia ini juga hampir cuma setinggi anakku yang berusia 8 tahun," pikirku ketika aku mengamati tubuh yang bungkuk dan sudah serba keriput ini. Tapi yang mengerikan ialah wajahnya, begitu miring besar sebelah akibat bengkak, merah dan seperti daging mentah., hiiiihh...!


Tapi suaranya begitu lembut menyenangkan ketika ia berkata, "Selamat malam. Saya ini kemari untuk melihat apakah anda punya kamar hanya buat semalam saja. Saya datang berobat dan tiba dari pantai Timur, dan ternyata tidak ada bis lagi sampai esok pagi."
Ia bilang sudah mencoba mencari kamar sejak tadi siang tanpa hasil, tidak ada seorangpun tampaknya yang punya kamar.


"Aku rasa mungkin karena wajahku... Saya tahu kelihatannya memang mengerikan, tapi dokterku bilang dengan beberapa kali pengobatan lagi..."
Untuk sesaat aku mulai ragu-ragu, tapi kemudian kata-kata selanjutnya menenteramkan dan meyakinkanku: "Oh aku bisa kok tidur di kursi goyang di luar sini, di beranda samping ini. Toh bis ku esok pagi-pagi juga sudah berangkat."
Aku katakan kepadanya bahwa kami akan mencarikan ranjang buat dia, untuk beristirahat di beranda. Aku masuk kedalam menyelesaikan makan malam. Setelah rampung, aku mengundang pria tua itu, kalau-kalau ia mau ikut makan.
"Wah, terima kasih, tapi saya sudah bawa cukup banyak makanan." Dan ia menunjukkan sebuah kantung kertas coklat.



Kamis, 21 Januari 2016

RENUNGAN AWAL TAHUN 2016

Oleh : Eben Ezer Lase

Di penghujung tahun 2015 dan di awal tahun 2016, saat yg tepat utk introspeksi diri akan semua hal, termasuk pelayanan. Refleksi Pelayanan dlm gereja di tahun 2015 menjadi penilaian objektif, sehingga menjadi dasar utk menentukan strategi perubahan dan mengambil keputusan penting. Kritik yg membangun jauh lebih baik dibanding pujian yg melenakan. Membuka diri terhadap saran / kritik dan mau melakukan perubahan adalah kunci kemajuan. Beberapa paparan di bawah ini menjadi bagian pengalaman pribadi, yang akhirnya membuka mata terhadap kenyaataan yang ada.
Mohon dimaafkan, apabila ada tulisan yang kurang berkenan di hati, karena tujuan tulisan ini semata-mata sebagai masukan yang membangun untuk kemajuan bersama.

Dewasa ini, menjadi sebuah dilema apabila sebuah organisasi misalnya gereja lebih berorientasi pada sisi kuantitas, dan kurang memperhatikan sisi kualitas. Secara jumlah bertambah, namun secara pembentukan karakter yang sungguh mengasihi dan taat pada Tuhan terabaikan. Ditambah lagi, apabila Visi gereja yang kurang terimplementasikan justru menimbulkan kebingungan orientasi di semua bagian (komisi) shg tdk heran byk bagian yg jadi mandek, tidak tahu harus bagaimana, tidak ada koordinasi dan akhirnya terasa mengalami kemunduran. Akibatnya, melayani bisa jadi sekedar formalitas, sekedar tampil / ikut2an, atau melampiaskan hobby kumpul2 tanpa benar2 memahami tujuan pelayanan. Berkumpul lebih karena ingin bergaul dengan teman sesuku atau segolongan (“kongkow” semata), bukan karena ingin diubahkan dan diperbaharui Tuhan. Kondisi seperti ini harus diperbaiki untuk mencegah kemunduran dari sisi rohani dan sisi organisasi.

Dengan Kondisi seperti itu, maka setiap orang yg ingin kemajuan dan perubahan yg lebih baik  pasti mengalami  "gelisah rohani" serta resah dg kondisi stagnasi. Pd akhirnya, bisa saja terjadi, jemaat ataupun majelis yang sungguh merindukan pemulihan dari Tuhan akan memberanikan diri untuk mengambil keputusan "PENTING" yg bisa saja dianggap ekstrim, termasuk memilih bergabung dengan gereja yang dianggapnya memiliki sistem dan kepengurusan yang lebih mendukung pertumbuhan rohani pribadi & keluarganya, pengembangan diri dan managemen yg lebih tertata. 

Sekedar renungan untuk semestinya dilakukan perubahan, beberapa hal yg bisa menjadi Indikasi stagnasi bahkan kecenderungan Kemunduran dlm Gereja, dan ke 11 INDIKASI ini sebaiknya diantisipasi, kalau kita menghendaki kemajuan, sbb:

INDIKASI 1
Apabila Gereja kekurangan daya utk meneguhkan kasih Kristus dlm jemaat, maka sering terjadi konflik emosional antar jemaat, dan antar pelayan, dsbnya yg sering tdk terselesaikan dgn baik. Tata kelola organisasi yg kurang baik, sering menimbulkan miskomunikasi internal pengurus gereja. Sering ada keputusan sepihak tanpa koordinasi atau pemberitahuan sebelumnya, sehingga kadang ada yang keberatan. Parahnya, bisa saja muncul perselisihan yang menanamkan akar pahit antar jemaat atau antar pelayan, susah mengampuni. Apa yang terlihat seperti "Kebersamaan dalam Kristus", akan menjadi seperti kamuflase. Kebersamanaan dalam Kristus pasti menuntunkan kita semakin berkenan pada Kristus dan bukan sebaliknya.

Renungan : Apakah gereja sudah menguatkan Kasih Kristus secara nyata antar jemaat atau antar majelis? Apakah gereja peduli bila jemaat ataupun majelis yg sudah berbulan2 tidak beribadah di gereja? Atau membiarkan konflik tanpa penyelesaian yg pasti?

INDIKASI 2
Apabila Gereja dalam menetapkan pelayan / majelis gereja tidak sepenuhnya menerapkan standar alkitab (misalnya dalam I Timotius 4 : 6 - 16), seharusnya dewasa rohani dan seharusnya sudah bertobat, maka akibatnya untuk jangka waktu sekian tahun berefek sangat lambat perubahan kehidupan rohani dlm jemaat. Bisa terlihat jelas, firman Tuhan berkata bahwa "tubuhmu adalah bait Allah", namun banyak di antara pelayan yg dulu merokok tetap merokok, yg dulu hidup sembarangan tetap demikian, yg dulu senang minum minuman memabukkan tetap seperti itu, dan sebagainya. Kekudusan seakan tidak dianggap hal penting & wajib. Alhasil, Jemaat tidak menjauhkan diri dari minuman “3 huruf” yang memabukan namun justru memelihara kebiasaan duniawi itu tanpa rasa takut kepada Tuhan.

Renungan : Bukankah Tujuan gereja adalah mendidik & mengarahkan jemaat khususnya majelis menjadi serupa dengan gambar Kristus. Apa jadi nya bila pelayan / majelis tidak memberikan contoh yg baik / sesuai firman Tuhan kpd jemaat? (I Tim. 3 : 1 – 7)


Sabtu, 05 Desember 2015

PERKATAAN YANG SIA-SIA

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29)


Iwa'õ Zatua fõna, "Na talafo oya huo-huo zilõ fagõna ba tobali fama'ala."

Sadar ataupun tidak sadar, kita sering mengucapkan perkataan yang sia-sia, yang justru bukan buah pertobatan dan tidak memuliakan Allah.

Apa kata Firman Tuhan mengenai hal itu? Jawabannya: “Tetapi Aku berkata kepadamu: “SETIAP KATA SIA-SIA YANG DIUCAPKAN ORANG HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKANNYA PADA HARI PENGHAKIMAN.” (Matius 12:36)

Kita akan mempertanggungjawabkan perkataan kita kelak pada saat hari penghakiman Allah. Memang benar tidak ada yang sempurna, namun kita bisa berpikir dulu sebelum mengatakan sesuatu. Bacalah Firman Tuhan yang menjadi penyaring dalam hati. Dan mohon ampun pada Tuhan, bila kita telah salah berkata2 sehingga menyakiti orang lain. Akhirnya, berjaga-jagalah, mari kita berusaha untuk mengucapkanlah yang baik, positif, membangun dan berkenan pada Allah.

HALELUYA !!

Kamis, 03 Desember 2015

3 Penghalang DOA yang tidak Anda sadari.

 

Pengajaran tentang doa yang sesungguhnya adalah semua doa pasti di dengar oleh Tuhan. Kalau doa tidak di dengar, berarti Anda berdoa kepada patung. Doa adalah komunikasi dengan Allah dan doa adalah kesukaan bagi Tuhan. Semua doa pasti di jawab Tuhan. Tidak ada doa yang tidak di jawab Tuhan. Inilah dasar doa. Jika, dasarnya saja Anda tidak percaya, bagaimana mungkin bisa terjadi? Banyak orang yang berpikir bahwa “ mengapa doa saya tidak di jawab Tuhan?”. 

Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan di firmankanNya kepadaku, dan apa yang akan dijawabNya atas pengaduanku. Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: “ Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masuh menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh”. ( Habakuk 2:1-3)
Tuhan selalu tepat waktu. Meskipun terkesan lambat, namun Dia tidak pernah terlambat. Dalam Habakuk dijelaskan bahwa walaupun  Anda belum menerimanya, tetaplah bersukacita seolah-olah Anda sudah menerimanya. Anda dapat melukiskan jawaban doa itu pada loh hati Anda bahwa Anda sudah menerimanya.

Bagaimana seharusnya berdoa kepada Tuhan ?
Matius 6:7 : Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyak kata-kata doanya akan dikabulkan.

Tuhan menginginkan doa yang tidak bertele-tele (tidak basa-basi). Bukan berarti tidak boleh doa yang lama atau panjang, tetapi yang Tuhan inginkan ketulusan hati Anda dalam berdoa dan tujuan doa itu.  
"Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh, kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu”. (Yakobus 4:1-3)
Kesalahan yang banyak orang lakukan adalah berdoa hanya untuk kepuasan hawa nafsunya. Jadi tidak heran, bila banyak orang yang sudah berdoa dengan sangat indahnya bahkan dengan sangat panjangnya, tidak menerima jawaban doa. Sesungguhnya doa yang di dengar Tuhan adalah tujuannya. Inilah yang tidak disadari oleh banyak orang. Jika tujuannya untuk sebuah kebaikan, bahkan untuk membantu sesama dan memberitakan injil, pasti Tuhan jawab. Percayalah. Dan mengapa Anda juga belum menerima jawaban doa karena tidak berdoa. Tidak berdoa tidak ada berkat.Jadi, kiranya Tuhan menaruhkan roh yang suka berdoa dalam hati Anda. Karena Yesus pun Anak Allah tetap berdoa kepada Bapa di Surga. 

Ada 3 penghalang doa yaitu :