Syallom...
Weblog Faomasi Zoaya ini memuat perjalanan iman bersama Tuhan Yesus. Ingat selalu akan kasih pengorbananNya di atas kayu salib, biarlah hidup kita menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan pada Allah Bapa. Kiranya dapat Menjadi Berkat, menguatkan iman dan menjadi kemuliaan bagi Allah Bapa di sorga. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
Ku terpesona melihat semua
KemurahanMu, kebaikanMu dalam hidupku
Tak sekalipun Kau kecewakan
Slalu setia, tak ingkar janji dalam hidupku
Reff :
Ini aku di hadapanMu
Kus'rahkan diriku apa adanya
Tak ada lagi keraguanku
Bentuk ku jadi seperti yang Kau mau
Kini aku sujud berlutut
MenyembahMu dalam roh dan kebenaran
Aku percaya Engkau yang sanggup
Bawa diriku masuk indah rencanaMu
Ingat kasihnya, Ingat kebaikanNya
Dan anug’rahNya s’lamatkannu
S’bab kasihNya setinggi langit,
kasih setia Allah pada kita, besar kasih Allah pada kita
Ku tak kan lupa kasihNya
Ku tak kan lupa anugrahNya
Dia penuhkan, Dia penuhkan , Dia puaskan hasratku
Besar kasih Allah pada kita
Seorang pria mengunjungi seorang psikiater untuk membicarakan mimpinya, "Setiap malam," kata pria tersebut, "Aku selalu bermimpi ada tiga monster yang sangat ganas duduk di sisi tempat tidurku, dan siap untuk menyerang aku." "Hmm," komentar si psikiater tersebut. "Aku sangat yakin dapat menyelesaikan masalah Anda tersebut. Tapi pengobatan ini akan menghabiskan biaya kira-kira 2 sampai 3 juta rupiah." "Tiga juta rupiah!" pria itu terkejut. "Kalau begitu, ya sudah, tidak usah dipikirkan lagilah monster-monster itu. Aku pikir aku akan pulang saja ke rumah dan mencoba untuk menjadi teman monster-monster itu."
Sebuah motor butut tiba-tiba berhenti di depan Aldo yang sedang menunggu pacarnya. Bagian motor itu tampak sudah goyang, badannya sudah berlubang-lubang dimakan karat, catnya sudah terkelupas di sana-sini dan asap tampak mengepul dari knalpot. Pemilik motor itu turun dan menghampiri Aldo: "Maukah kamu mengawasi motorku ini sebentar sementara aku menelpon?" Aldo setuju. Tak berapa lama kemudian pemilik motor itu kembali dan bertanya, berapa dia harus membayar Aldo. "Seratus ribu" jawab Aldo. "Apa?" serunya. "Aku hanya pergi paling lama lima menit!" "Betul," jawab Aldo, "Tapi ini bukan masalah waktu. Ini masalah harga diri. Setiap orang yang lewat mengira bahwa ini motorku."
Bila anda tak mencintai pekerjaan anda, maka
cintailah
orang-orang yang bekerja di sana.
Rasakan kegembiraan dari
pertemanan itu. Dan, pekerjaan pun jadi menggembirakan.
Bila anda tak bisa mencintai rekan-rekan kerja anda, maka
cintailah suasana dan gedung kantor anda. Ini mendorong
anda untuk bergairah berangkat kerja dan melakukan tugas-
tugas dengan lebih baik lagi.
Bila toh anda juga tidak bisa melakukannya, cintai setiap
pengalaman pulang pergi dari dan ke tempat kerja anda.
Perjalanan yang menyenangkan menjadikan tujuan tampak
menyenangkan juga.
Namun, bila anda tak menemukan kesenangan di sana, maka
cintai apa pun yang bisa anda cintai dari kerja anda:
tanaman penghias meja, cicak di atas dinding, atau
gumpalan awan dari balik jendela.
Apa saja. Bila anda tak menemukan yang bisa anda cintai
dari pekerjaan anda, maka mengapa anda ada di situ? Tak
ada alasan bagi anda untuk tetap bertahan. Cepat pergi
dan carilah apa yang anda cintai, lalu bekerjalah di sana. Hidup
hanya sekali. Tak ada yang lebih indah
selain melakukan dengan rasa cinta yang tulus.
CBNI - Nama saya Hery Soetrisno dan istri saya Yeni Aprilia. Kami menikah
tahun 1982. Waktu
itu hidup saya masih pas-pasan tidak seperti saya ada sekarang
ini. Dalam perjalanan hidup ini saya tidak pernah mengharapkan
menjadi orang yang kaya atau orang yang
sukses. Pengharapan saya Cuma satu, saya ingin mempunyai anak.
Inilah yang menjadi pergumulan Hery yang terutama
dalam pernikahannya. Dalam masa penantian anak
yang dirindukan, Hery dan istrinya telah
berkonsultasi pada banyak dokter, namun mereka tidak mendapat jawaban yang
pasti. Ketidakpastian ini jugalah yang kemudian
menyeret Hery melakukan banyak perbuatan yang salah.
Setelah waktu berlalu sampai 5 tahun, saya menjadi bingung
dan frustasi. Mau pergi ke dokter yang mana lagi?,
semua sudah saya coba. Ada
seorang teman yang menyarankan saya pergi ke orang pintar, saya pergi
kesana. Saya disarankan pergi ke gunung ini, saya pergi
ke gunung itu, disarankan ke paranormal, saya pergi ke paranormal. Apapun
yang teman-teman saya katakan atau apapun informasi yang saya
dengar maka saya akan pergi ke tempat itu dengan satu tujuan, ingin mempunyai
anak.
Akhirnya saya diberitahu teman tentang seorang dukun yang pintar. Saya lalu
berangkat malam-malam bersama istri.
Saat saya bertemu, dukun itu mengatakan bahwa saya akan
mempunyai anak dengan syarat saya harus mencari kelinci malam
itu juga karena dukun itu akan memberikan mantera-mantera. Malam itu juga
saya mencari kelinci, saya memilih yang besar tubuhnya, yang matanya
besar. Setelah dimanterai dukun itu menyuruh agar
kelinci itu disembelih di rumah dan
dibuat sate tapi tanpa bumbu apa-apa. Sampai di rumah, kelinci itu saya
sembelih, saya buat sate dan makan berdua dengan istri. Tapi
ternyata saya makan satu hari dua hari tidak habis. Sampai
rasanya mual-mual bahkan sampai muntah-muntah. Tapi
karena saya rindu punya anak, saya paksakan memakannya sampai
habis. Setelah itu saya tunggu satu bulan, dua bulan sampai tiga bulan ternyata
tidak ada hasilnya. Saya tetap tidak bisa punya anak. Saya tetap harus mencari
siapa orang yang bisa menolong saya walau segala jalan telah saya coba.
Waktu terakhir saya tidak
punya anak, saya menjadi bingung. Rasanya semua jalan sudah buntu.
Namun akhirnya saya punya pikiran untuk kembali kepada Tuhan.
Pergumulan Hery juga merupakan pergumulan Yeni Aprilia, istrinya. Bagaimana ya?, saya sudah merasa
putus asa sekali. Hanya saja saya bilang kepada suami, kita cari
jalan keluar yang benar. Mungkin kita tidak bisa berharap kepada dokter saja.
Matius 24:5-8 memberi kita beberapa petunjuk penting sehingga kita
dapat memahami mendekatnya akhir zaman. “Sebab banyak orang akan datang
dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan
menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau
kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah;
sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab
bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan
ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semuanya
itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.” Bertambahnya
mesias-mesias palsu, bertambahnya peperangan, bertambahnya kelaparan,
penyakit dan bencana-bencana alam – semua ini adalah “tanda-tanda”
akhir zaman. Bahkan dalam ayat-ayat ini kita diberikan peringatan.
Jangan sampai kita ditipu (Matius 24L4), karena peristiwa-peristiwa ini
hanyalah permulaan dari sakit melahirkan (Matius 24:8), kesudahannya
masih akan datang (Matius 24:6).
Banyak penafsir yang menunjuk pada setiap gempa bumi, setiap pergolakan
politik, dan setiap serangan terhadap Israel sebagai tanda bahwa akhir
zaman segera tiba. Walaupun peristiwa-peristiwa ini adalah tanda-tanda
bahwa akhir zaman sementara mendekat, hal ini tidak berarti bahwa akhir
zaman sudah tiba. Rasul Paulus mengingatkan bahwa “di waktu-waktu
kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat
dan ajaran setan-setan” (1 Timotius 4:1). Hari-hari terakhir dilukiskan
sebagai “masa yang sukar” karena meningkatnya kejahatan manusia dan
orang-orang yang secara aktif “menolak kebenaran” (2 Timotius 3:1-9;
lihat pula 2 Tesalonika 2:3).