hanya dekat kasih-Mu Bapa
jiwaku pun tentram
Engkau menerimaku dengan sepenuhnya
walau dunia melihat rupa
namun Kau memandangku
sampai ke dalam hatiku...
Tuhan inilah yang ku tahu
Kau mengenal hatiku
jauh melebihi semua
yang terdekat sekalipun...
Tuhan inilah yang ku mau
Kau menjaga hatiku
supaya kehidupan
memancar senantiasa...
Syallom... Weblog Faomasi Zoaya ini memuat perjalanan iman bersama Tuhan Yesus. Ingat selalu akan kasih pengorbananNya di atas kayu salib, biarlah hidup kita menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan pada Allah Bapa. Kiranya dapat Menjadi Berkat, menguatkan iman dan menjadi kemuliaan bagi Allah Bapa di sorga. Amin. Tuhan Yesus memberkati.
LABEL
- APA KATA ALKITAB (23)
- ARTIKEL ROHANI (177)
- HUMOR (20)
- I N F O (8)
- KELUARGA (8)
- KESAKSIAN (29)
- LIPUTAN (44)
- LIRIK LAGU (69)
- N I A S (14)
- PUISI (8)
- RENUNGAN (127)
- S E H A T (10)
- T I P S (8)
- U M U M (41)
Pencarian
MARILAH KITA MENJADI BERKAT MELALUI INTERNET, KIRIMKAN TULISAN ANDA YANG MEMBANGKITKAN IMAN, MEMULIHKAN, MEMBAWA JIWA & PERTOBATAN KEPADA TUHAN.
Rabu, 09 Mei 2012
Lirik: Hanya Dekat
Lirik: DiperbuatNya Bagiku (WHAT THE LORD HAS DONE)
Dipopulerkan oleh: Marty Sampson
BAIT 1:
YANG LEMAH DIKUATKAN
(LET THE WEAK SAY I AM STRONG)
YANG MISKIN DIPERKAYA
(LET THE POOR SAY I AM RICH)
YANG BUTA 'KAN MELIHAT
(LET THE BLIND SAY I CAN SEE)
DIPERBUAT-NYA BAGIKU
(IT'S WHAT THE LORD HAS DONE IN ME )
REFF:
HOSANA, HOSANA YESUS MATI BAGIKU
(HOSANNA, HOSANNA TO THE LAMB THAT WAS SLAIN)
HOSANA, HOSANA YESUS BANGKIT DAN HIDUP
(HOSANNA, HOSANNA JESUS DIED AND ROSE AGAIN)
Selasa, 08 Mei 2012
Ha wa’eboea danö Nias ?
Ha wa’eboea danö Nias ?
Na tafaigi gambara danö Nias, ba i’anema’ö oroma chöda, he wisa nga’eoenia: no enaoe mbotonia ba no ide’ide mbolo, tobali oroma manö chöda nasi faoma fatambai, na tasösö hili salawa ba daloe danö, he ha 800 M. wa’alawania jawa dete nasi. Bewe nasi ba gatoemboecha ba ba gaechoela loeo, ba aracha faofao i’otarai moroi jöoe iroegi Ziromboe ba zi tambai si tooe, ba iroegi Woa ba zi tambai si jawa: raja da’ö, ba awoewoe mafi ba gaechoela, ba mamoeko danö ba gatoemboecha, tobali aracha faofao zoei sa atö na sa, iroegi doere Zoeani; aefa da’ö, ba aeroe sa’ae mbalö tanö raja.
Na tafaigi gambara danö Nias, ba i’anema’ö oroma chöda, he wisa nga’eoenia: no enaoe mbotonia ba no ide’ide mbolo, tobali oroma manö chöda nasi faoma fatambai, na tasösö hili salawa ba daloe danö, he ha 800 M. wa’alawania jawa dete nasi. Bewe nasi ba gatoemboecha ba ba gaechoela loeo, ba aracha faofao i’otarai moroi jöoe iroegi Ziromboe ba zi tambai si tooe, ba iroegi Woa ba zi tambai si jawa: raja da’ö, ba awoewoe mafi ba gaechoela, ba mamoeko danö ba gatoemboecha, tobali aracha faofao zoei sa atö na sa, iroegi doere Zoeani; aefa da’ö, ba aeroe sa’ae mbalö tanö raja.
Famadaya Harimao, Keperkasaan Perang dan Pertobatan
Tujuh tahun sekali warga
Desa Hilisimaetanö menggelar Famadaya Harimao. Upacara digelar untuk mengenang
keperkasaan sekaligus pertobatan atas dosa perang yang telah dilakukan para leluhur.
Liputan6.com, Nias: Suatu pagi, saat embun masih terasa di kulit, warga Desa Hilisimaetanö, Pulau Nias, Sumatra Utara, tampak sibuk. Perhelatan adat Famadaya Harimao akan digelar. Upacara tujuh tahunan itu untuk mengenang keperkasaan masyarakat Hilisimaetanö saat berperang di masa lampau. Warga setempat memang bangga dengan kepandaian leluhur mereka berperang, sehingga perlu dibuat upacara khusus. Namun, seolah penyesalan, upacara juga dilaksanakan untuk pertobatan atas dosa-dosa perang para pendahulunya.
Sebelum perayaan, para tokoh desa seperti Si Ulu [raja] Jupiter Dachi, para Si Ila [panglima perang], dan kepala desa berkumpul untuk bermusyawarah. Mereka berembuk untuk memutuskan pembagian daging babi yang akan disembelih pada puncak upacara. Sejumlah tokoh dipersilakan mengemukakan pendapat. Namun keputusan akhir ada di tangan Si Ila. Sementara Si Ulu yang menjadi pimpinan tertinggi dan kades sebagai pimpinan formal, hanya diam menyaksikan rapat. Sebab, Si Ulu dan kades memang tak dimintai pertimbangan. Kendati demikian, merekalah yang akan memutuskan jika musyawarah gagal mencapai mufakat.
Liputan6.com, Nias: Suatu pagi, saat embun masih terasa di kulit, warga Desa Hilisimaetanö, Pulau Nias, Sumatra Utara, tampak sibuk. Perhelatan adat Famadaya Harimao akan digelar. Upacara tujuh tahunan itu untuk mengenang keperkasaan masyarakat Hilisimaetanö saat berperang di masa lampau. Warga setempat memang bangga dengan kepandaian leluhur mereka berperang, sehingga perlu dibuat upacara khusus. Namun, seolah penyesalan, upacara juga dilaksanakan untuk pertobatan atas dosa-dosa perang para pendahulunya.
Sebelum perayaan, para tokoh desa seperti Si Ulu [raja] Jupiter Dachi, para Si Ila [panglima perang], dan kepala desa berkumpul untuk bermusyawarah. Mereka berembuk untuk memutuskan pembagian daging babi yang akan disembelih pada puncak upacara. Sejumlah tokoh dipersilakan mengemukakan pendapat. Namun keputusan akhir ada di tangan Si Ila. Sementara Si Ulu yang menjadi pimpinan tertinggi dan kades sebagai pimpinan formal, hanya diam menyaksikan rapat. Sebab, Si Ulu dan kades memang tak dimintai pertimbangan. Kendati demikian, merekalah yang akan memutuskan jika musyawarah gagal mencapai mufakat.
Humor: ASAL PENUMPANG PESAWAT
Kebiasaan meletakkan sendok dan garpu seusai makan di pesawat terbang ternyata bisa menunjukkan dari mana penumpang itu berasal.
Berikut kesimpulannya:
· Penumpang dari Amerika: Sendok dan garpu disilangkan.
· Penumpang dari Eropa : Sendok dan garpu diletakkan sejajar dalam piring.
· Penumpang dari Jepang : Sendok dan garpu diletakkan sejajar diluar piring.
· Penumpang dari Indonesia: Sendok dan garpu semua HILANG!
· Penumpang dari Amerika: Sendok dan garpu disilangkan.
· Penumpang dari Eropa : Sendok dan garpu diletakkan sejajar dalam piring.
· Penumpang dari Jepang : Sendok dan garpu diletakkan sejajar diluar piring.
· Penumpang dari Indonesia: Sendok dan garpu semua HILANG!
Humor: BELI COCA COLA
“Cep … belikan Coca cola untuk Bapak, Ibu, kakakmu Euis dan Encep sekalian, seorang satu botol, jadi beli Cocacolanya berapa botol, Cep? “Tiga!” Bapaknya melotot, “Itung yang teliti Cep, nih Bapak ulangi lagi ya, untuk Bapak satu, untuk Ibu satu, untuk Euis satu, untuk Encep juga satu, jadi berapa botol? “Kembali Encep menjawab, “Tiga…” Bapaknya jadi naik darah dan melotot, “ Yang bener ngitungnya Cep!” Si Encep lalu menjawab, “Tiga Bapaaaaaaak, Encep sih maunya FANTAAA….!”
Lirik: Dia Buka Jalan
Dipopulerkan oleh: DON MOEN
Dia buka jalan saat tiada jalan
dengan cara yang ajaib dibukanya jalanku
Dia menuntunku dan memeluk diriku
dengan kasih dan kuasa-Nya
Dia buka jalan
Dia buka jalan
di belantara Dia tetap menuntunku
sungai di gurun kutemui
langit bumi kan lenyap
tapi firman-Nya tetap
saat ini Dia buka jalan
Langganan:
Postingan (Atom)

