Oleh: Pdt. Purim Marbun, M.Th
Paskah
menandakan Tuhan telah melewati rumah-rumah Israel di Mesir, sehingga
menyelamatkan mereka (Kel. 12:27). Dalam Perjanjian Baru Paskah
menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus disalib. Pengorbanan itu
membebaskan manusia dari seluruh perbudakan dosa. Hal ini hanya terjadi
bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Paskah bisa disebutkan sebagai
tindakan Allah mengasihi manusia, dengan mengorbankan anak-Nya yang
tunggal yaitu Yesus Kristus.
Pengorbanan ini bertujuan menyelesaikan dosa dan memberi keselamatan. Dengan peristiwa kebangkitan dari antara orang mati, maka Allah telah melakukan pekerjaan pendamaian dengan diri-Nya ( II Kor. 5:18). Antara manusia dengan Dia, tidak ada lagi permusuhan, tembok dosa yang memisahkan kita dengan Dia, kini telah dirobohkan (Ef. 2:14). Dengan peristiwa-peristiwa ini maka sekarang kita diterima sebagai anak-anak-Nya dan beroleh persekutuan dengan Dia.
Pengorbanan ini bertujuan menyelesaikan dosa dan memberi keselamatan. Dengan peristiwa kebangkitan dari antara orang mati, maka Allah telah melakukan pekerjaan pendamaian dengan diri-Nya ( II Kor. 5:18). Antara manusia dengan Dia, tidak ada lagi permusuhan, tembok dosa yang memisahkan kita dengan Dia, kini telah dirobohkan (Ef. 2:14). Dengan peristiwa-peristiwa ini maka sekarang kita diterima sebagai anak-anak-Nya dan beroleh persekutuan dengan Dia.








